modul p5 kearifan lokal smp aqwiya cilongok banyumas jateng
|
|
YAYASAN AHMAD SYAMSUL MA’ARIF SMP
ALAM AL AQWIYA CILONGOK DESA LANGGONGSARI KECAMATAN
CILONGOK BANYUMAS Alamat : Jl. Bulakan 5/6 Langgongsari Kecamatan
Cilongok Kabupaten Banyumas
53162 Email: smpalamalaqwiya11@gmail.com |
MODUL
PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
Terna
: Kearifan Lokal
Topik : Dua Pelopor
Bangsa Tanah Banyumas
Penanggung
Jawab
Kepala
Sekolah Menengah Pertama
Aqwiya Cilongok Banyumas Jawa Tengah
Penyusun
Supriyanto
Guru Mapel IPS
SMP Aqwiya Cilongok Banyumas Jawa Tengah
Penelaah
Zaenurrohman (Kepala
SMP Aqwiya)
Eko Setiawan (Waka Kurikulum)
Sugeng Marsono(Fasilitator)
Suyuti (Fasilitator)
Puji (Fasilitator)
Eli (Fasilitator)
(Fasilitator)
DAFTAR ISI
Profil projek ........................................................................1
Daftar isi ............................................................................ 2
A. Pendahuluan
................................................................ 3
B. Relevansi projek bagi sekolah dan guru mapel..............3
C. Tujuan
projek..................................................................4
D. Perkembangan sub elemen antar fase..........................6
E. Cara penggunaan panduan projek................................11
F. Rubrik penilaian.............................................................13
G. Maping Alur ...................................................................15
H. Alur
aktivitas...................................................................16
I. Tahapan projek...............................................................17
J. Assesmen
......................................................................26
K. Glosarium
......................................................................31
A.
PENDAHULUAN
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas
terbitnya Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini. Panduan ini
disusun dalam rangka menjalankan amanat
kurikulum merdeka Projek penguatan
profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang
dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai
dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan.
Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila
dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.Projek
penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler.
Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan
tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler.
Modul ini memuat penyiapan ekosistem sekolah, desain
projek penguatan profil pelajar Pancasila, pengelolaan projek penguatan profil
pelajar Pancasila, pengolahan asesmen dan melaporkan hasil projek penguatan
profil pelajar Pancasila, serta evaluasi dan tindak lanjut projek penguatan
profil pelajar Pancasila
Modul ini masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi
untuk menuju suatu hasil yang maksimal. Perlu saran dan masukan untuk menambah
modul ini menjadi lebih baik kedepannya.Semoga apa yang kita lakukan senantiasa
untuk kebaikan anak didik kita menuju cita-cita harapan bangsa yang telah
diamanatkan dalam UUD 45.
Akhir kata, kami mengucapkan selamat dan terima kasih
kepada seluruh tim penyusun, penelaah dan kontributor, beserta tim fasilitator,
yang telah bekerja dengan sepenuh hati untuk menghasilkan sebuah modul yang menginpisrasi
B. Relevansi projek ini bagi sekolah dan semua guru mata
pelajaran
Projek ini dilatarbelakangi adanya tempat bersejarah dari
kedua tokoh bangsa di wilayah kecamatan Cilongok, dimana kebanyakan siswa SMP
Aqwiya Cilongok berasal, yaitu:
1. Museum Jendral Sudirman
2. Makam Syekh Makdum Wali
Tempat bersejarah tersebut ada yang sudah menjadi cagar
budaya Banyumas. Selain itu, generasi muda sekarang cenderung tidak mengetahui
keberadaan tempat bersejarah tersebut karena kurangnya informasi yang valid.
Informasi yang ada hanya berasal dari juru kunci dan sumber di internet yang
berdasar cerita dari mulut ke mulut.
Diharapkan dengan pelaksanaan projek ini, generasi
sekarang akan mengenal dan memiliki kebanggan terhadap tempat bersejarah yang
ada di lingkungannya dan menumbuhkan motivasi untuk melestarikan, meneladani
dan mempublikasikan tempat bersejarah hingga kelak dikenal dunia.
C.
Tujuan
Projek
Projek
ini menyasar untuk pengembangan dimensi beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang
Maha Esa dan Berakhlak Mulia, khususnya empat sub-elemen dalam Profil Pelajar
Pancasila yakni Mengenal dan mencintai Tuhan YME, Pemahaman agama/kepercayaan,
Pelaksanaan kunjungan sejarah museum
dan makam, serta merawat
diri secara mental, fisik dan spiritual. Adapun penjelasan
rinci mengenai kompetensi yang dikembangkan dalam projek ini dapat dilihat
melalui tabel di bawah ini.
- Dimensi Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha
Esa dan berakhlak mulia
|
Elemen Akhlak
Pribadi |
||
|
Subelemen |
Di akhir Fase D |
|
|
Integritas |
Berani dan
konsisten menyampaikan kebenaran/fakta serta memahami
konsekuensi-konsekuensinya untuk diri sendiri dan orang lain |
|
|
Elemen Akhlak
kepada manusia |
||
|
Subelemen |
Di akhir Fase D |
|
|
Berempati kepada
orang lain |
Memahami perasaan
dan sudut pandang orang dan/atau kelompok lain yang tidak pernah dikenalnya |
|
|
Elemen akhlak
kepada alam |
||
|
Subelemen |
Di akhir Fase D |
|
|
Menjaga
lingkungan alam semesta |
Mewujudkan rasa
syukur dan berinisiatif untuk menyelesaikan permasalahn lingkungan alam
sekitarnya dengan mengajukan alternatif solusi dan mulai menerapkan solusi
tersebut |
|
- Dimensi Berkebhinekaan Global
|
Elemen Mengenal
dan menghargai budaya |
|
|
Subelemen |
Di akhir Fase D |
|
Menumbuhkan rasa
menghormati terhadap keanekaragaman budaya |
Memahami
pentingnya melestarikan dan merayakan tradisi budaya untuk mengembangkan
identitas pribadi, sosial, dan bangsa Indonesia serta berupaya melestarikan
budaya dalam kehidupan sehari-hari |
- Dimensi Gotong Royong
|
Elemen kolaborasi |
|
|
Subelemen |
Di akhir Fase D |
|
Kerjsama |
Menyelaraskan
Tindakan sendiri dengan Tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan
mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar, serta memberi semangat kepada
orang lain untuk bekerja efektif dakam mencapai tujuan bersama |
|
Koordinasi sosial |
Membagi peran dan
menyelaraskan Tindakan dalam kelompok serta menjaga Tindakan agar selaras
untuk mencapai tujuan bersama |
- Dimensi Bernalar Kritis
|
Elemen memperoleh
dan memproses informasi dan gagassan |
|
|
Subelemen |
Di akhir Fase D |
|
Mengidentifikasi,
megklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan |
Mengidentifikasi,
mengklarifikasi, dan mengevaluasi informasi yang relevan serta
memprioritaskan beberapa gagasan tertentu |
|
Elemen
menganalisis dan mengevaluasi penalaran dan prosedurnya |
|
|
Subelemen |
Di akhir Fase D |
|
Menganalisis dan
mengevaluasi penalaran dan prosedurnya |
Menalar dengan
berbagai argument dalam mengambil suatu simpulan/keputusan |
- Dimensi Kreatif
|
Elemen
menghasilkan gagasan yang orisinil |
|
|
Subelemen |
Di akhir Fase D |
|
|
Menghubungkan
gagasan yang ia miliki dengan informasi atau gagasan orang lain untuk
menghasilkan kombinasi gagasan baru dan imajinatif untuk mengekspresikan
pikiran dan/atau perasaannya |
|
Elemen
menghasilkan karya dan tindak orisinil |
|
|
Subelemen |
Di akhir Fase D |
|
|
Mengeksplorasi
dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau
Tindakan, serta mengevaluasinya dan mepertimbangkan dampaknya bagi orang lain |
D. Perkembangan Sub elemen Antar Fase
1. Dimensi Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
dan berakhlak mulia
|
Subelemen |
Sangat Berkembang |
Berkembang Sesuai Harapan |
Mulai Berkembang |
Belum Berkembang |
|
Integritas |
Mampu
menyampaikan fakta yang diperoleh dari hasil pengamatan dan eksplorasi dengan
baik, runtut, jelas, dan konsisten |
Mempu menyampaikan fakta yang
diperoleh dari hasil pengamatan dan eksplorasi dengan baik, runtut, jelas
namun belum konsisten |
Mampu
menyampaikan fakta yang diperoleh dari hasil pengamatan dan eksplorasi dengan
baik, jelas namun belum runtut. |
Mampu
menyampaikan fakta yang diperoleh dari hasil pengamatan dan eksplorasi namun
belum baik, jelas dan runtut |
|
Berempati kepada
orang lain |
Dapat
menyampaikan perasaanya dengan Bahasa yang santun, sikap yang baik sesuai
unggah ungguh yang berlaku Ketika menanggapi suatu hal yang berkaitan dengan
orang lain baik yang sudah dikenal sebelumnya atau tidak. |
Dapat
menyampaikan perasaanya dengan Bahasa yang santun, sikap yang baik sesuai
unggah ungguh yang berlaku Ketika menanggapi suatu hal yang berkaitan dengan
orang lain baik hanya kepada orang belum dikenal |
Dapat
menyampaikan perasaanya dengan Bahasa yang santun, namun belum sesuai
dengan unggah ungguh yang berlaku
Ketika menanggapi suatu hal yang berkaitan dengan orang lain baik hanya
kepada orang belum dikenal |
Dapat
menyampaikan perasaanya dengan namun belum menggunakan Bahasa yang santun dan
sikap yang sesuai unggah ungguh yang berlaku Ketika menanggapi suatu hal yang
berkaitan dengan orang lain baik hanya kepada orang belum dikenal |
|
Menjaga
lingkungan alam semesta |
Mampu merumuskan solusi tentang
upaya menjaga tempat bersejarah dan menunjukkan sikap konsisten dalam menjaga
dan melestarikannya |
Mampu merumuskan
solusi tentang upaya menjaga tempat bersejarah namun belum menunjukkan sikap
konsisten dalam menjaga dan melestarikannya |
Mampu merumuskan
solusi tentang upaya menjaga tempat bersejarah namun belum terstruktur dengan
baik |
Belum mampu
merumuskan solusi tentang upaya menjaga tempat bersejarah warisan dengan baik |
2. Dimensi Berkebhinekaan Global
|
Subelemen |
Sangat Berkembang |
Berkembang Sesuai
Harapan |
Mulai Berkembang |
Belum Berkembang |
|
Menumbuhkan rasa
menghormati terhadap keanekaragaman budaya |
Menunjukkan sikap bangga terhadap
warisan budaya lokal dan bersemangat dalam mempublikasikan warisan budaya
lokal tersebut melalui media sosial dengan Bahasa yang terstruktur, runtut,
dan jelas |
Menunjukkan sikap bangga terhadap
warisan budaya lokal dan bersemangat dalam mempublikasikan warisan budaya
lokal tersebut melalui media sosial dengan Bahasa yang terstruktur, namun
belum runtut dan jelas |
Menunjukkan sikap bangga terhadap
warisan budaya lokal namun belum menunjukkan kemampuan dalam mempublikasikan
warisan budaya lokal tersebut melalui media sosial dengan Bahasa yang
terstruktur, runtut, dan jelas |
Masih belum percaya diri dalam
mempublikasikan warisan budaya lokal melalui media sosial |
3. Dimensi Gotong Royong
|
Subelemen |
Sangat Berkembang |
Berkembang Sesuai
Harapan |
Mulai Berkembang |
Belum Berkembang |
|
Kerjsama |
Menunjukkan kemampuan menyesuaikan pendapat diri dengan
pendapat orang lain dalam kelompoknya dalam mencapai tujuan bersama dan mampu
memotivasi teman dengan baik |
Menunjukkan kemampuan menyesuaikan pendapat diri dengan
pendapat orang lain dalam kelompoknya dalam mencapai tujuan bersama dan namun
belum mampu memotivasi teman dengan baik |
Belum mampu menunjukkan sikap mampu menyesuaikan diri
dengan kelompoknya namun proaktif |
Belum mampu menunjukkan sikap mampu menyesuaikan diri
dengan kelompoknya dan pasif |
|
Koordinasi sosial |
Mampu membagi peran dalam
kelompoknya sesuai kemampuan anggota kelompok dan merumuskan job deskripsi
dalam mencapai tujuan bersama |
Mampu membagi peran dalam
kelompoknya sesuai kemampuan anggota kelompok namun belum mampu merumuskan job deskripsi dalam mencapai
tujuan bersama |
Belum mampu membagi peran dalam
kelompoknya namun bersikap proaktif dalam menjalankan tugas sesuai perannya |
Belum mampu membagi peran dalam
kelompoknya dan bersikap pasif hanya menunggu perintah |
4. Dimensi Bernalar Kritis
|
Subelemen |
Sangat Berkembang |
Berkembang Sesuai Harapan |
Mulai Berkembang |
Belum Berkembang |
|
Kerjsama |
Menunjukkan kemampuan menyesuaikan pendapat diri dengan
pendapat orang lain dalam kelompoknya dalam mencapai tujuan bersama dan mampu
memotivasi teman dengan baik |
Menunjukkan kemampuan menyesuaikan pendapat diri dengan
pendapat orang lain dalam kelompoknya dalam mencapai tujuan bersama dan namun
belum mampu memotivasi teman dengan baik |
Belum mampu menunjukkan sikap mampu menyesuaikan diri
dengan kelompoknya namun proaktif |
Belum mampu menunjukkan sikap mampu menyesuaikan diri
dengan kelompoknya dan pasif |
|
Koordinasi sosial |
Mampu membagi
peran dalam kelompoknya sesuai kemampuan anggota kelompok dan merumuskan job
deskripsi dalam mencapai tujuan bersama |
Mampu membagi
peran dalam kelompoknya sesuai kemampuan anggota kelompok namun belum
mampu merumuskan job deskripsi dalam
mencapai tujuan bersama |
Belum mampu
membagi peran dalam kelompoknya namun bersikap proaktif dalam menjalankan
tugas sesuai perannya |
Belum mampu
membagi peran dalam kelompoknya dan bersikap pasif hanya menunggu perintah |
5. Dimensi Kreatif
|
Subelemen |
Sangat Berkembang |
Berkembang Sesuai Harapan |
Mulai Berkembang |
Belum Berkembang |
|
|
Mampu menghubungkan gagasan yang ia miliki dengan
informasi atau gagasan orang lain untuk menghasilkan kombinasi gagasan baru
dan imajinatif untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya secara
terstruktur, runtut dan jelas |
Mampu menghubungkan gagasan yang ia miliki dengan
informasi atau gagasan orang lain untuk menghasilkan kombinasi gagasan baru
dan imajinatif untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya secara
terstruktur, jelas namun belum runtut |
Mampu menghubungkan gagasan yang ia miliki dengan
informasi atau gagasan orang lain untuk menghasilkan kombinasi gagasan baru
dan imajinatif untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya namun belum
terstruktur, runtut dan jelas |
Belum mapu menghubungkan gagasan yang ia miliki dengan
informasi atau gagasan orang lain untuk menghasilkan kombinasi gagasan baru
dan imajinatif. |
|
|
Mampu mengeksplorasi dan
mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau
Tindakan, serta mengevaluasinya dan mepertimbangkan dampaknya bagi orang lain
secara terstruktur, runtut dan jelas |
Mampu mengeksplorasi dan
mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau
Tindakan, serta mengevaluasinya dan mepertimbangkan dampaknya bagi orang lain
secara terstruktur, jelas namun belum runtut |
Mampu mengeksplorasi dan
mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau
Tindakan, namun belum mampu mengevaluasinya dan mepertimbangkan dampaknya
bagi orang lain secara terstruktur, runtut dan jelas |
Belum mampu mengeksplorasi dan
mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau
Tindakan, serta mengevaluasinya dan mepertimbangkan dampaknya bagi orang lain
secara terstruktur, runtut dan jelas |
E.
Cara Penggunaan Panduan Projek
Projek
ini dilatarbelakangi adanya tempat bersejarah dari kedua tokoh bangsa di
wilayah kecamatan Cilongok, dimana kebanyakan siswa SMP Aqwiya Cilongok
berasal, yaitu:
1.
Museum Jendral Sudirman
2.
Makam Syekh Makdum Wali
Tempat bersejarah tersebut ada yang sudah menjadi cagar
budaya Banyumas. Selain itu, generasi muda sekarang cenderung tidak mengetahui
keberadaan tempat bersejarah tersebut karena kurangnya informasi yang valid.
Informasi yang ada hanya berasal dari juru kunci dan sumber di internet yang
berdasar cerita dari mulut ke mulut.
Diharapkan dengan pelaksanaan projek ini, generasi sekarang
akan mengenal dan memiliki kebanggan terhadap tempat bersejarah yang ada di
lingkungannya dan menumbuhkan motivasi untuk melestarikan, meneladani dan mempublikasikan
tempat bersejarah hingga kelak dikenal dunia.
Panduan ini dirancang untuk guru
fase D (SMP) untuk melaksanakan kegiatan ko-kurikuler dengan tema Kearifan
Lokal. Dalam panduan projek ini, terdapat 7 kegiatan yang saling berkaitan
sesuai alur MERDEKA.
Projek ini direkomendasikan untuk dilaksanakan di
semester gasal kelas VII dengan waktu total kurang lebih 88 jam pelajaran.
Sebaiknya disediakan waktu antar aktivitas agar guru dan siswa memiliki waktu
untuk mempersiapkan materi atau tugas yang bisa membuat diskusi dan refleksi
menjadi lebih kritis dan bermakna.
Panduan ini bisa dijadikan acuan,
namun guru dan sekolah memiliki kebebasan untuk menyesuaikan jumlah aktivitas
atau alokasi waktu sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah. Begitu juga
dengan tahapan aktivitas dan materi di dalamnya, guru dan sekolah bisa
menyesuaikannya sesuai dengan kondisi sekolah dan lingkungan.
Siswa disarankan untuk mengumpulkan
dan menyimpan setiap hasil kerja dalam satu kesatuan agar bisa digunakan
sebagai referensi yang membantu proses pembelajaran di setiap tahapan. Kumpulan
hasil kerja di setiap aktivitas juga bisa digunakan sebagai portofolio
pembelajaran siswa yang dapat membantu guru dalam melakukan asesmen, baik
formatif maupun sumatif.
Gambar Museum Sudirman dan Makam
Syekh Makdum Wali
G.
Rubrik Penilaian
1.
Rubrik penilaian puisi, poster, artikel ilmiah, video,
podcast, infografis, peta konsep
|
Unsur Penilaian |
Sangat Berkembang |
Berkembang Sesuai Harapan |
Mulai Berkembang |
Belum Berkembang |
|
Informasi |
memuat seluruh informasi yang diperlukan serta
menambahkan informasi lain yang mendukung ide utama |
memuat seluruh informasi yang diperlukan |
Masih
terdapat 1 informasi penting yang tidak dicantumkan |
Banyak
informasi penting yang tidak dicantumkan |
|
Daya Tarik |
Dikerjakan
dengan rapi dengan desain dan tata letak yang sangat menarik |
Dikerjakan
dengan rapi dengan desain dan tata letak yang menarik |
Desain
dan tata letak yang cukup menarik meskipun kurang rapi |
Dikerjakan
dengan kurang rapi dan kurang menarik |
|
Tata bahasa |
Tidak
ada kesalahan tata bahasa |
Masih
terdapat 1-2 kesalahan tata bahasa |
Masih
terdapat 3-4 kesalahan tata bahasa |
Masih
terdapat >4 kesalahan tata bahasa |
2.
Rubrik Penilaian Presentasi
|
Sangat
berkembang |
Berkembang
sesuai harapan |
Mulai
berkembang |
Belum
berkembang |
|
|
Kontak mata |
Siswa selalu menjaga kontak mata dengan pendengar
tanpa harus membaca catatan atau poster |
Siswa masih suka membaca catatan atau poster
tetapi selalu kembali untuk menjaga kontak mata dengan pendengar |
Siswa lebih sering membaca catatan atau poster
dengan sedikit kontak mata dengan pendengar |
Siswa hanya membaca catatan atau poster tanpa
kontak mata dengan pendengar |
|
Kelancaran dalam menerangkan ide |
Siswa berbicara dengan jelas dan lantang
dengan pelafalan kata yang selalu tepat tanpa ‘Err’ atau ‘Emm’. Seluruh
pendengar bisa mengerti dengan baik. |
Siswa bicara dengan lantang dan kebanyakan
dari kata-kata yang diucapkan dilafalkan dengan jelas. Masih terdapat sedikit
‘Err’ atau ‘Emm’. Seluruh pendengar masih bisa mengerti dengan baik. |
Siswa bicara dengan suara rendah dan masih
banyak kata yang dilafalkan dengan kurang jelas. Sering terdapat ‘Err’ atau
‘Emm’. Pendengar masih harus bertanya ulang untuk bisa mengerti dengan baik. |
Siswa bergumam dengan suara rendah. Hanya
terdengar banyak ‘Err’ dan ‘Emm’. Pendengar tidak bisa mengerti presentasi
dengan baik. |
3.
Rubrik Asesmen Projek
|
Sangat berkembang |
Berkembang sesuai harapan |
Mulai
berkembang |
Belum berkembang |
|
|
Perencanaan |
Perencanaan
yang jelas dan matang: tujuan,
tahapan-tahapan penting (milestones)
serta lini masa yang Realistis |
Perencanaan
yang jelas: tujuan
dan lini masa yang realistis |
Perencanaan memiliki tujuan yang jelas |
Masih
berupa curah pendapat dan
ide-ide aksi yang belum beraturan |
|
Pelaksanaan |
Siswa
mengidentifikasi jalur yang berbeda
untuk menjalankan rencana.
Mereka dapat melaksanakan
rencana dengan proses
yang terkoordinasi, bervariasi
dan bekerja secara adaptif |
Siswa
mengidentifikasi satu jalur
untuk menjalankan rencana.
Mereka dapat melaksanakan
rencana dengan
proses yang terkoordinasi |
Siswa mengidentifikasi satu jalur untuk menjalankan rencana. Mereka dapat melaksanakan proses runtut dan meminta bantuan pada pihak-pihak yang sesuai |
Siswa
melaksanakan aktivitas-aktivitas
secara sporadis |
|
Ketepatan sasaran |
Solusi/aksi
yang ditawarkan menyasar
inti permasalahan, realistis
dan memberikan dampak yang
berkesinambungan |
Solusi/
aksi yang ditawarkan menyasar
faktor-faktor yang terkait
dengan permasalahan dan
memberikan dampak positif
sementara |
Solusi/aksi yang ditawarkan berupa ide yang masih di permukaan permasalahan dan/atau kurang realistis |
Masih dalam
tahapan identifikasi
faktor yang menyebabkan
permasalahan dan
akibat yang ditimbulkan |
H. MAPING ALUR
I.
Maping Alur
H. ALUR AKTIVITAS
|
NNo NO |
Kegiatan |
Deskripsi Kegiatan |
Alokasi Waktu |
|
1 |
Pendahuluan |
Pengarahan oleh
koordinator projek secara klasikal meliputi: 1. Profil Pelajar Pancasila 2. Projek Penguatan Profil Pelajar Pencasila 3. Alur MERDEKA 4. Tema, topik, dan tujuan |
2 JP |
|
2 |
Mulai Dari Diri |
1. Dengan arahan guru pembimbing siswa dapat mengidentifikasi pengetahuan
mereka tentang museum dan makam kedua tokoh yang ada di tanah Banyumas,
dengan pertanyaan pemantik berikut: a. Tahukah kalian keberadaan tempat museum dan makam kedua tokoh di sekitar
tempat tinggal kalian? b. Apa nama tempat atau siapa kedua
tokoh tersebut ? c. Dimana saja lokasi tempat bersejarah tersebut? 2. Dari hasil identifikasi ketertarikan setiap siswa dibuat 2 kelompok
sesuai ketertarikan siswa terhadap kedua tokoh tersebut. |
2 JP |
|
3 |
Eksplorasi
Konsep |
Secara berkelompok siswa diajak untuk mengeksplorasi
pemahamannya secara mandiri tentang kedua tokoh yang ada di lingkungan tempat tinggal siswa
dengan bantuan sumber bacaan dari internet dengan mengacu pada pertanyaan
pemantik berikut: 1. Apakah nama tempat bersejarah yang kalian kunjungi ? 2. Dimana lokasi tempat bersejarah tersebut? 3. Bagaimana kondisi tempat bersejarah tersebut? 4. Mengapa tempat tersebut memiliki nilai sejarah? 5. Bagaimana status tempat bersejarah tersebut? 6. Bagaimanakah keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan
tempat bersejarah tersebut? 7. Bagaimanakah keterlibatan pemerintah dalam menjaga dan melestarikan
tempat tersebut? |
10 JP |
|
4 |
Ruang
Kolaborasi |
1.
Setiap perwakilan
kelompok diminta mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. 2.
Kelompok lain akan
memberikan masukan untuk proses perbaikan. 3.
Guru pendamping projek
juga memberikan masukan kepada tiap kelompok. 4.
Setiap kelompok
Menyusun Langkah-langkah perbaikan. |
10 JP |
|
5 |
Demostrasi
Kontekstual |
Siswa diminta untuk unjuk pemahaman tentang keduatokoh melalui karya yang
dapat dipilih seperti kliping, majalah dinding, video, artikel, puisi, dll
secara berkelompok. |
10 JP |
|
6 |
Elaborasi Pemahaman |
Siswa mengkolaborasikan pemahaman tentang warisan budaya lokal yang
diperolehnya dari sumber internet dengan informasi yang diperoleh dari nara
sumber melalui kegiatan outing class ke tempat bersejarah dan berdiskusi
dengan nara sumber/fasilitator. |
20 JP |
|
7 |
Koneksi Antar
Materi |
Siswa secara berkelompok membuat peta konsep, infografis, atau rangkuman
tentang pemahaman yang telah diperolehnya dari tahapan sebelumnya. |
10 JP |
|
8 |
Aksi Nyata |
Secara berkelompok siswa merencanakan aksi nyata untuk merumuskan peran
diri dalam usaha melestarikan tempat bersejarah yang ada baik melalui poster,
artikel ilmiah, makalah, podcast, video dll. Dan diharapkan pada akhir
projek, artikel ilmiah yang dihasilkan dapat dibukukan dan dicetak pada
penerbit yang memiliki ISBN. |
20 JP |
I. TAHAPAN PROYEK
Tahapan
Projek Projek ini dilaksanakan melalui 10 aktivitas dengan total durasi sekitar
88 Jam Pelajaran (JP). Tahapan aktivitas ini merupakan
panduan yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan keunikan sekolah
masing-masing..
Catatan bagi guru:
·
Pastikan setiap
aktivitas yang dilakukan mendukung tercapainya tujuan projek ini yakni empat
sub-elemen dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila seperti yang diuraikan di
atas.
·
Untuk
keperluan riset peserta didik, pastikan peserta didik mengambil rujukan dari
sumber yang terpercaya. Jika mengambil dari internet, pastikan dari website
yang terpercaya, misalnya dari institusi pendidikan resmi atau dari media/pers
yang kredibel.
·
Jumlah JP dalam
pelaksanaan projek ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Idealnya berkisar
antara 70-120 JP. Pembagian JP pada masing-masing tahap juga dapat disesuaikan
dengan kebutuhan di sekolah masing-masing.
·
Pelaksanaan projek
ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di sekolah masing-masing dengan
tetap mengacu pada tercapainya Profil Pelajar Pancasila seperti diuraikan di
atas. Misalnya, proses interview dapat dilakukan baik secara luring maupun
daring.
Berikut
tahapan projeknya:
1. Aktivitas 1
Nama Kegiatan: Membaca dan mendiskusikan biografi
tokoh Banyumas
Waktu Kegiatan: 6 JP
Materi: video, slide presentasi, buku.
Tujuan:
Tujuan tahap ini adalah peserta didik dapat
mempelajari perjalanan hidup dari seorang tokoh. Biografi tokoh tersebut akan
dijadikan bahan untuk membuat kliping, jurnal atau makalah. Pada fase ini guru dapat menentukan sendiri apakah
mempelajari perjalanan hidup tokoh dilakukan dengan membaca biografi dari tokoh
inspiratif atau menghadirkan secara langsung tokoh tersebut ke dalam kelas
untuk diwawancarai oleh peserta didik. (Harapannya peserta didik dapat
mengetahui perjalanan hidup tokoh dari fase anak-anak remaja/akil balig, hingga dewasa). Satu subjek tokoh dipelajari oleh
seluruh peserta didik bersama sama.
Persiapan
dan pelaksanaan:
|
Pilihan
1: Membaca biografi |
Pilihan 2: Menghadirkan narasumber |
|
Sesi 1. Membaca biografi ● Guru mencari referensi mengenai contoh biografi
dari tokoh inspiratif. Referensi bisa berupa buku, artikel, atau media tulis
lainnya. (Alternatif lain bisa berupa video) ● Guru membagikan satu biografi tokoh yang sama
untuk semua murid dan memberikan penugasan untuk membacanya dan
mempelajarinya. ● Peserta didik dipersilakan membuat rangkuman
dari perjalanan hidup tokoh yang sedang dipelajari. ● Guru mengakhiri sesi dengan memberikan
penjelasan aktivitas yang akan dilakukan pada tahap selanjutnya. |
Sesi 1. Menyimak narasumber ● Guru menghubungi tokoh masyarakat dan
menjelaskan tujuan projek termasuk sub-elemen dan kompetensi yang akan
dicapai sehingga tokoh tersebut saat menyampaikan cerita hidup dapat fokus
pada tujuan projek (detilnya dapat dilihat pada Bab III: Tujuan Projek), ● Guru menghadirkan tokoh ke dalam kelas atau
lokasi lain, ● Peserta didik bertanya dan berdiskusi dengan
tokoh tersebut, ● Guru mengakhiri sesi dengan memberikan penjelasan aktivitas
yang akan dilakukan pada tahap selanjutnya. |
Sesi
2. Mendiskusikan biografi ● Guru
memberikan pengantar definisi biografi. ● Guru memantik
diskusi termasuk dengan memberikan contoh pertanyaan (misalnya tentang definisi biografi). ● Peserta
didik menyimpulkan hasil diskusi.
Catatan untuk guru:
● Guru dipersilakan menggunakan metode/pola
penyampaian yang paling cocok/sesuai, termasuk pemilihan lokasi (tidak harus di
ruang kelas dan justru dianjurkan di luar kelas).
● Sangat dianjurkan untuk menghadirkan tokoh lokal
sebagai narasumber. Namun jika kondisi tidak memungkinkan, guru dapat
menggantinya dengan buku atau video biografi.
● Jika harus menggunakan buku/video sangat
disarankan untuk tetap menggunakan buku/video tokoh lokal. 11
● Tokoh lokal merupakan pilihan utama bagi proses
pembelajaran ini karena tokoh lokal memiliki keterkaitan yang erat dengan
peserta didik (baik secara lokasi maupun kesamaan lainnya).
● Tokoh lokal yang dimaksud dapat berupa ustadz/ah
atau pemuka agama Islam lainnya, tokoh masyarakat yang beragama Islam.
● Pertanyaan pemantik (yang contohnya ada pada tahap
2) perlu disampaikan kepada narasumber dan meminta narasumber untuk
menceritakan poin-poin tersebut.
● Guru diberi keleluasaan untuk memilih metode
diskusi termasuk lokasi diskusi,
● Guru diberi kebebasan untuk menentukan hasil
catatan diskusi dari peserta didik dan justru harus mengakomodir format catatan
yang berbeda dari masing-masing peserta didik jika ada. Namun yang pasti,
format catatan pada tahap ini belum dalam bentuk format karya tulis biografi.
Pertanyaan
pemantik oleh guru harus berupa pertanyaan yang mengacu pada empat
sub-elemen tujuan projek ini. Contoh pertanyaan: - Apa saja bukti hadirnya Tuhan
berdasarkan cerita dari narasumber? - Apa saja contoh ajaran agama Islam yang
berkaitan dengan keharusan hubungan antar-manusia yang baik, sesuai cerita
narasumber? - Bagaimana narasumber menjalankan
praktik ibadah? - Bagaimana narasumber mampu menjalankan
praktik ibadah secara mandiri? - Apa manfaat ibadah yang dilakukan oleh
narasumber yang memberi manfaat bagi jasmani? - Apakah narasumber mampu menjaga
keseimbangan jasmani dan rohani dalam beribadah
2. Aktivitas
2
Nama Kegiatan: Membuat Contoh karya tulis biografi kedua
tokoh Banyumas
Waktu Kegiatan: 4 JP
Materi: kertas, pensil, pulpen, laptop
Tujuan:
Peserta didik dapat memahami konsep karya tulis
biografi. Pada fase ini, peserta didik akan membuat biografi dari tokoh yang sudah didiskusikan pada tahap
sebelumnya. Semua peserta didik akan membuat biografi dari tokoh yang sama dan dari informasi yang sama.
Dengan demikian, hasil akhir karya tulis biografi pada fase ini akan relatif
seragam (konten/isi). Namun demikian peserta didik dibebaskan untuk berkreasi
dalam memilih medium (misalnya jenis kertas, alat tulis dll).
Persiapan dan pelaksanaan:
● Guru memberikan pengantar berupa contoh karya tulis biografi.
● Peserta didik membuat biografikarya tulis biografi dengan teknik seperti yang
sudah dicontohkan oleh guru. Isi karya tulis biografi berasal dari hasil
aktivitas membaca biografi/pemaparan narasumber pada aktivitas sebelumnya.
Catatan untuk guru:
● Output dari tahap ini adalah kemampuan teknis
peserta didik dalam membuat karya tulis biografi.
● Karya tulis biografi didasarkan pada contoh yang
sudah diberikan oleh guru namun tidak serta merta peserta didik harus meniru
100%. Peserta didik dibebaskan berkreasi.
● Contoh karya tulis biografi dapat dilihat pada
halaman terakhir projek ini.
● Guru diharapkan tidak terpaku pada JP. Guru
dipersilahkan menambah/ mengurangi JP sesuai kebutuhan.
3. Aktivitas
3
Nama Kegiatan: Membuat Perencanaan Karya tulis
biografi
Waktu Kegiatan: 4 JP
Materi: kertas, pensil, pulpen, laptop
Tujuan:
Peserta didik dapat menyiapkan perencanaan konsep,
alat dan bahan, serta langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat karya tulis
biografi.
Persiapan dan pelaksanaan:
● Guru memberikan pengantar berupa contoh karya
tulis biografi.
● Peserta didik membuat draft alur karya tulis
biografi. Catatan untuk guru: ● Draft karya tulis biografi yang dihasilkan pada
aktivitas ini merupakan draft teknis yang masih kosong/belum diisi dengan
konten dari peserta didik. Hal ini juga yang membedakan keluaran aktivitas pada
tahap ini dibanding keluaran pada aktivitas sebelumnya di mana pada aktivitas
sebelumnya karya tulis biografinya sudah diisi dengan konten dari
narasumber/biografi.
● Draft karya tulis biografi ini memang digunakan
sebagai acuan untuk keluaran akhir. Namun demikian pada perjalanan projek ini
sangat mungkin peserta didik membuat variasi, menambahkan atau mengurangi
gambar/kerangka. Hal seperti ini diperbolehkan.
● media karya tulis biografi dapat menggunakan
kertas kuarto atau jenis kertas lainnya dengan ukuran yang cukup besar. Peserta
didik juga dibebaskan jika ingin menggunakan media lainnya (misalnya kain,
papan tulis dll).
4.
Aktivitas 4
Nama Kegiatan: Memahami perjuangan dan dakwah
Waktu Kegiatan: 23 JP
Materi: kertas, pensil, pulpen, laptop, majalah
bekas.
Tujuan:
Peserta didik mampu memahami biografi kedua tokoh beserta
perjuangannya. Peserta didik melakukan
aktivitas refleksi di lokasi bersejarah tersebut..
Persiapan
dan pelaksanaan:
● Guru memberikan pengantar aktivitas pada tahap
ini,
● peserta didik mengunjungi lokasi tempat bersejarah dan melakukan pengamatan visual, memfoto dan/atau
menggambar sketsa. Peserta didik juga dapat melengkapi data lokasi museum dan makam kedua tokoh melalui gambar yang dapat diperoleh melalui majalah
ataupun internet. Misalkan gambar rumah Pangsar Sudirman saat beliau kecil..
tujuan aktivitas ini adalah adanya
visualisasi/gambar sebagai materi untuk karya karya tulis biografi (6 JP),
● Peserta didik melakukan riset tentang proses perjuangan kedua tokoh Banyumas dan kaitannya dengan anugerah atas dakwah Islam dan
kemerdekaan . (3 JP)
● Peserta didik berdiskusi dengan guru fasilitator (3 JP),
● Peserta didik menyiapkan laporan berupa karya
tulis. Karya tulis memuat sub-elemen dan kompetensi yang sudah disebutkan pada
tahap ini (3 JP)
● Peserta didik menyiapkan draft karya tulis
biografi sebagai bahan laporan akhir. Draft ini tidak diserahkan ke guru. (2
JP)
Catatan untuk guru:
● Guru diharapkan tidak terpaku pada JP. Guru
dipersilahkan menambah/ mengurangi JP sesuai kebutuhan,
● Kegiatan peserta didik mengunjungi lokasi bersejarah. guru dapat mengarahkan agar peserta didik
melakukan ‘kunjungan virtual’ melalui internet,
● contoh pertanyaan peserta didik ke orang tua:
Bagaimana situasi masa perang dan perjuangan mempertahankan dari penjajahan serta
perjuangan dakwah Wali Banyumas? Apakah orang
tua juga merasakan jasa-jasa kedua tokoh ini?
● contoh pertanyaan peserta didik ke fasilitator: Apa saja ayat/hadits yang berkaitan dengan perjuangan membela tanah air
serta berjuang dalam dakwah Islam di Banyumas ?
Asesmen
formatif: Peserta didik membuat karya tulis yang merupakan kesimpulan dari
aktivitas 4 ini. Sasaran yang ingin dikuatkan dalam formatif ini adalah:
Peserta didik membuat karya tulis/esai tentang proses/fase kelahiran. Karya
tulis ini juga menjawab pertanyaan tentang kehadiran Tuhan YME dalam
keajaiban proses kelahiran.
5. Aktivitas
5
Nama Kegiatan: Momen Bersejarah
Waktu Kegiatan: 20 JP
Materi: kertas, pensil, pulpen, laptop
Tujuan:
Peserta didik mampu memahami tuntunan kedua tokoh Banyumas
lewat biografinya. Peserta didik melakukan refleksi momen bersejarah
yang telah dilalui, terutama dalam kaitannya dengan hubungan antar sesama manusia.
Contoh momen bersejarah saat Kemerdekaan dan haul wafatnya Syekh Makdum Wali atau kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) dan Hari-hari Besar Nasional. Peserta didik dapat memilih sendiri memilih momen tersebut Persiapan dan pelaksanaan:
● Guru memberikan pengantar aktivitas pada tahap
ini,
● peserta didik mengunjungi lokasi tempat
diadakannya momen besar tersebut. Kunjungan ke Museum Sudirman dan Makam Syekh Makdum Wali, dan melakukan pengamatan visual, memfoto dan/atau
menggambar sketsa. Peserta didik juga dapat melengkapi data lokasi melalui
gambar yang dapat diperoleh melalui majalah ataupun internet (6 JP),
● peserta didik berdiskusi dengan teman sebaya
terkait momen bersejarah. Teman yang diajak berdiskusi adalah teman yang
terlibat atau bersinggungan atau ikut hadir ke lokasi bersejarah tersebut, (3 JP),
● Peserta didik melakukan riset tentang momen
bersejarah tersebut terutama kaitannya dengan biografi dan perjuangan kedua
tokoh Banyumas (3 JP)
● Peserta didik berdiskusi dengan fasilitator (3 JP),
● Peserta didik menyiapkan laporan berupa karya
tulis/rekaman audio/video tentang prose kelahiran dan menyerahkan ke guru (3
JP)
● Peserta didik menyiapkan draft karya tulis
biografi sebagai bahan laporan akhir. Draft ini tidak diserahkan ke guru. (2
JP)
Catatan untuk guru:
● Kegiatan peserta didik mengunjungi lokasi momen
bersejarah dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
●
contoh pertanyaan peserta didik ke teman sebaya: Apa contoh perang yang pernah
diikuti Pangsar Sudirman dan siapakah tokoh penyebar agama Islam pertama di
Banyumas.
Asesmen
formatif: Peserta didik membuat poster yang merupakan kesimpulan dari
aktivitas pada tahap 5 ini. Sasaran yang ingin dikuatkan dalam formatif ini
adalah: - Memahami makna dan fungsi, unsur-unsur utama agama dan perjuangannya dalam konteks
Indonesia, membaca kitab suci, dan biografinya serta memahami tuntunan
kedua tokoh terkait
perjalanan tegaknya bangsa ini. - Melaksanakan ibadah
secara rutin dan mandiri sesuai dengan tuntutan agama serta berpartisipasi
pada hari-hari besar agama dan nasional.
.6. Aktivitas 6
Nama Kegiatan: Seputar Perjuangan dan dakwah
Waktu Kegiatan: 17 JP
Materi: kertas, pensil, pulpen, laptop
Tujuan:
Peserta didik memahami konsep perjuangan dan dakwah termasuk kewajiban yang menyertainya. Pada tahap ini
peserta didik memahami konsep perjuangan dan dakwah sebagai sebuah proses yang pasti dimasuki dan dilalui.
Selain memahami dan menerima konsep perjuangan dan dakwah , peserta didik juga dapat melakukan refleksi secara agama dan psikologis. Peserta
didik akan diajak untuk melakukan refleksi kewajiban yang hadir bersamaan
dengan masuknya fase remaja serta keseimbangan jasmani dan rohani.
Persiapan
dan pelaksanaan:
● Guru memberikan pengantar aktivitas pada tahap
ini,
● peserta didik berdiskusi dengan teman sebaya
terkait perjuangan kedua tokoh Banyumas,
(3 JP),
● Peserta didik melakukan riset tentang perjuangan kedua tokoh Banyumas baik dari sisi agama maupun dari sisi nasionalisme (3 JP)
● Peserta didik berdiskusi dengan para fasilitator (3 JP),
● Peserta didik berdiskusi dengan psikolog/guru BK
(3 JP),
● Peserta didik menyiapkan laporan berupa rekaman
audio/video tentang proses/fase akil balig (3 JP)
● Peserta didik menyiapkan draft karya tulis
biografi sebagai bahan laporan akhir. Draft ini tidak diserahkan ke guru (2 JP)
Catatan untuk guru:
● Pola projek ini lebih bersifat reflektif. Namun
demikian, sangat mungkin ada peserta didik yang belum memahami kedua tokoh
Bnayumas. Peserta didik yang belum memahami untuk
mempersiapkan materinya dan digunakan untuk persiapan presentasi,
● Pelaksanaan diskusi dilakukan di kelas
masing-masing
7. Aktivitas
7
Nama Kegiatan: Seputar Masa Depan
Waktu Kegiatan: 4 JP
Materi :kertas, pensil, pulpen, laptop, majalah
bekas
Tujuan:
Mempersiapkan masa depan. Setelah peserta didik
dapat memahami konsep dan menerima konsep rela berjuang membela tanah air
dan berdakwah, peserta didik juga dapat
melakukan refleksi dan diharapkan akan lebih bersyukur
dan bersiap untuk merencanakan masa depan.
Persiapan
dan pelaksanaan:
● Guru memberikan pengantar aktivitas pada tahap
ini,
● Peserta didik mengumpulkan gambar/visualisasi
rencana masa depan. Gambar/visual dapat diambil dari majalah bekas/koran bekas,
8. Aktivitas
8
Nama Kegiatan: Pembuatan Karya Karya tulis biografi
(Sumatif)
Waktu Kegiatan: 4 JP
Materi :kertas, pensil, pulpen, laptop, majalah
bekas
Tujuan:
Membuat karya tulis biografi. pada tahap ini peserta
didik membuat dan menyelesaikan karya tulis biografi. Sebetulnya proses
pembuatan karya tulis biografi kedua tokoh Banyumas sudah dilakukan dari awal projek
ini berjalan.
Proses
pembelajaran
Pembuatan karya tulis biografi sudah dimulai pada
aktivitas pertama dan kedua namun digunakan untuk menulis karya tulis biografi
dari narasumber/tokoh dalam biografi. Baru pada aktivitas ketiga kerangka karya
tulis biografi sebagai keluaran projek ini disusun. Pada aktivitas ini, peserta
didik melakukan aktivitas menempel gambar, memberikan tulisan/catatan dan
menggambar serta melakukan kreasi lainnya pada kertas/papan karya tulis
biografi. Pada tahap ini peserta didik melakukan finalisasi
Persiapan
dan pelaksanaan:
● Guru memberikan pengantar aktivitas pada tahap
ini.
● peserta didik menyelesaikan proses pembuatan karya
tulis biografi. Catatan untuk guru:
● Guru diharapkan tetap fokus pada konten penguatan
profil pelajar pancasila seperti tujuan projek ini. Peserta didik dibebaskan
dalam membuat konsep teknis karya tulis biografinya (pemilihan kertas, warna
dll).
9. Tahap
9
Nama Kegiatan: Presentasi/Sharing Karya tulis
biografi (Sumatif)
Waktu Kegiatan: 8 JP
Materi: kertas, pensil, pulpen, power point,
foto/video, laptop
Tujuan:
Memastikan kompetensi sasaran tercapai. Peserta
didik melakukan presentasi karya tulis biografi yang sudah dibuat. selain
mempresentasikan karya tulis biografi sendiri.
Persiapan
dan pelaksanaan:
● Guru memberikan pengantar aktivitas pada tahap
ini.
● Peserta didik melakukan presentasi (2 JP).
● Peserta didik melakukan pameran di sekolah (6 JP),
Catatan untuk guru:
● Guru diharapkan fokus pada tujuan projek ini yakni
tercapainya kompetensi dan sub-elemen profil pelajar Pancasila.
● Namun demikian, guru tetap perlu mengapresiasi karya
tulis biografi yang dibuat peserta didik dalam hal kreasi (keindahan, pemilihan
bahan dll) dan juga dalam aspek penyampaian.
● Pelaksanaan presentasi dilaksanakn bergantian per
kelompok.
Asesmen
Sumatif: Peserta didik membuat sungai kehidupan
individu dari kedua tokoh
tanah Banyumas dan mempresentasikannya.
Kegiatan sumatif ini ditujukan untuk mengukur seluruh sasaran sub elemen
10. Aktivitas
10
Nama Kegiatan: Refleksi Akhir di Lokasi Bersejarah dan Rencana Tindak Lanjut
Waktu Kegiatan: 4 JP
Tujuan:
Peserta didik merefleksikan hal-hal yang dipelajari
selama melaksanakan projek ini dan membuat rencana tindak lanjut berupa
komitmen yang akan dilakukan untuk mengoptimalkan diri di masa mudanya untuk meraih cita-cita..
Persiapan
dan pelaksanaan:
● Guru memberikan pengantar aktivitas pada tahap
ini.
● Guru mengajak peserta didik merefleksikan proses
pembelajaran selama melakukan projek ini. Contoh pertanyaan panduan: Apa hal
yang sudah berjalan baik dan belum berjalan baik? Apa tantangan terbesar yang
dihadapi selama melaksanakan projek ini dan bagaimana aku menghadapinya? Apa
hikmah atau pelajaran utama yang aku dapat setelah melaksanakan projek ini?
● Guru mengajak peserta didik membuat komitmen
tertulis untuk mencatat 3-5 hal yang akan mereka upayakan untuk mengoptimalkan
diri di masa remaja/akil balig dengan tuntunan kedua tokoh dari tanah Banyumas. (Contoh: Akan selalu bersyukur menerima kondisi,
akan mulai lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt atau lebih rajin beribadah,
akan mulai menemukan potensi diri untuk meraih cita-cita, dsb)
Catatan
untuk guru:
● Guru diharapkan fokus menemani proses ini.
Proses/aktivitas ini dikerjakan setelah rangkaian projek selesai (yakni karya
tulis biografi sudah dipresentasikan), namun aktivitas ini tidak kalah penting
dibanding dengan aktivitas sebelumnya
J. ASSESMEN
Proses asesmen dilakukan baik dengan formatif maupun
sumatif. Tabel di bawah ini merupakan panduan pemetaan tujuan dan asesmen yang
dapat dikembangkan
|
Tujuan |
Formatif |
Sumatif |
|
1. Memahami perjuangan tokoh pejuang dan ulama dalam kehidupan sehari-hari serta mengaitkan
pemahamannya tentang kualitas atau sifat-sifat suri tauladan dengan konsep peran manusia sebagai makhluk Tuhan yang bertanggung jawab membebaskan rakyat dan
kaumnya dari penindasan dan kebodohan. |
1. Peserta didik membuat karya tulis/esai tentang
proses/fase perjuangannya. Karya tulis ini juga menjawab pertanyaan tentang cinta tanah air dari penjajahan dan dakwah
di tanah Banyumas |
. Membuat karya tulis biografi perjuangan dan dakwah kedua tokoh serta mempresentasikannya. |
|
2. Memahami makna dan perjuangan, unsur-unsur utama agama /kepercayaan dan cinta air dalam konteks
Indonesia, membaca biografi , serta memahami ajaran Syekh Makdum Wali serta
Pangsar Jendral Sudirman terkait perjuangannya membebaskan
diri dari penjajahan dan kebodohan umat |
2. Peserta didik membuat poster yang berisi
aktifitas perjuangan Pangsar Sudirman dan dakwah Syekh Makdum Wali di mana
pelaksanaanya dilakukan bersama dengan teman (berkelompok). |
|
|
3. Mengamalkan sikap-sikap satria dan santri seperti
yang dicontohkan oleh Pangsar Sudirman serta Syekh Makdum Wali secara
rutin dan mandiri sesuai dengan tuntutan kedua tokoh |
|
|
|
4. Mengidentifikasi pentingnya menjaga
keseimbangan kesehatan jasmani,mental, dan rohani serta berupaya menyeimbangkan
aktivitas fisik, sosial dan ibadah. |
3. Peserta didik membuat rekaman suara/video
(cerita naratif) terkait dengan perjuangan dan dakwah |
|
1. WAKTU PELAKSANAAN BULAN DESEMBER 2022
Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
|
Ahad |
Senin |
Selasa |
Rabu |
Kamis |
jumat |
Sabtu |
|
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 Aktivitas 1,2,3 |
|
11 |
12 |
13 |
14 |
15 |
16 |
17 Aktivitas 4,5,6 |
|
18 |
19 |
20 |
21 |
22 |
23 |
24 Aktivitas 7, 8,9 |
|
25 |
26 |
27 |
28 Aktivitas 10 (gel
1) |
29 Aktivitas 10 (gel
2) |
30 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
2.
FORMAT INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP
Materi : …
Kelompok
/Semester : …
Hari/Tanggal
: …
Ketentuan:
·
Skor 1 : jika peserta didik sangat kurang konsisten
memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator
·
Skor 2 : jika
peserta didik kurang konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam
indikator, tetapi belum konsisten
·
Skor 3 : jika peserta didik mulai konsisten memperlihatkan
perilaku yang tertera dalam indikator
·
Skor 4 : jika
peserta didik konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator
·
Skor 5 : jika peserta didik selalu konsisten memperlihatkan perilaku yang
tertera dalam indikator
Format
Penilaian:
a. Penilaian sikap kelompok,
dilakukan dalam setiap berdiskusi dalam Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila KEARIFAN
LOKAL berlangsung.
Format penilaian sebagai berikut:
3.
FORMAT INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN
Topik : …………
Tanggal : …………
Jumlah : … orang
Rubrik:
1) Menyampaikan pendapat
a) Sesuai dengan masalah tapi belum benar
b) Sesuai dengan masalah dan benar
2) Menanggapi pendapat
a) Langsung setuju atau menyanggah tanpa alasan
b) Setuju atau menyanggah dengan alasan yang
benar tidak sempurna
c) Setuju atau menyanggah dengan alasan yang
benar
d) Setuju atau menyanggah dengan alasan yang
benar dengan didukung referensi
3) Mempertahankan pendapat
a) Tidak dapat mempertahankan pendapat
b) Mampu Mempertahankan
pendapat, alasan kurang bena
c) Mampu mempertahankan pendapat, alasan benar
tidak didukung referensi
d) Mampu mempertahankan pendapat, alasan benar
didukung referensi
FORMAT
PENILAIAN
Nilai
:
1) Penilaian Pengetahuan,
dilakukan dengan memberi alat penilaian berupa
soal dan tanya jawab.
2) Penilaian
keterampilan, dilakukan untuk mengetahui ketercapaian keterampilan dalam memenuhi
kompetensi dasar yang diharapkan.
4.
FORMAT INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN
Nama
Materi : …..........
Alokasi
Waktu : …..........
Tutor
Pembimbing : …..........
Nama
Peserta Didik : …..........
Kelompok : …..........
Rubrik Aspek Produk
|
NO |
ASPEK PRODUK |
Skor 1 |
Skor 2 |
Skor 3 |
Skor 4 |
Skor 5 |
|
1 |
Perencanaan 1.persiapan alat
dan bahan 2. persiapan
sumber referensi (buku, modul,majalah, internet) |
|
|
|
|
|
|
2 |
Pelaksanaan 1.Kerapihan
tulisan/gambar sesuai EYD/ide tulisan 2. Kualitas
konten 3. Kesinambungan
antar bab 4. Analisis hasil
produk 5. Kesimpulan
Hasil produk |
|
|
|
|
|
|
3 |
Laporan 1. Presentasi 2. Hasil produk (karya tulis, sungai kehidupan, kliping) |
|
|
|
|
|
|
4 |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Rubrik Aspek Nilai
|
No |
ASPEK YANG
DINILAI |
Skor 1 |
Skor 2 |
Skor 3 |
|
1 |
Alat dan bahan
yang digunakan |
Alat dan bahan
yang digunakan kurang lengkap |
Alat dan bahan
yang digunakan cukup lengkap |
Alat dan bahan
yang digunakan lengkap |
|
2 |
Pelaksanaan |
Pelaksanaan
dilakukan dengan kurang benar dan kurang rapi |
Pelaksanaan
dilakukan dengan cukup benar dan cukup rapi |
Pelaksanaan
dilakukan dengan benar dan rapi |
|
3 |
Hasil kerja |
Hasil kerja
kurang baik |
Hasil kerja cukup
baik |
Hasil kerja
sangat baik |
|
|
|
|
|
|
5. KRITERIA MELANJUTKAN UNIT SELANJUTNYA
Peserta didik dapat
melanjutkan ke tahap selanjutnya setelah melalui seluruh kegiatan dan dengan melihat ketuntasan penilaian yang dilakukan oleh pendidik atau
pengelola.
Kriteria
peserta didik dapat melanjutkan ke
unit selanjutnya merupakan hasil rerata dari nilai penjumlahan nilai sikap,
pengetahuan, dan keterampilan, maka rumus penilaiannya adalah sebagai berikut:
NA = Nilai
Akhir
NS = Nilai
Sikap
NP = Nilai
Pengetahuan
NK = Nilai
Keterampilan
Kriteria Ketuntasan:
A
= Sangat
Baik (91-100)
B
= Baik (81-90)
C
= Cukup (71-80)
D
= Kurang (61-70)
K.
GLOSARIUM
Asesmen
formatif adalah Metode evaluasi proses pemahaman peserta
didik, kebutuhan pembelajaran, dan kemajuan akademik yang dilakukan secara
berkala dan berkelanjutan selama pembelajaran.
Asesmen
sumatif adalah Metode evaluasi
yang biasanya dilakukan di akhir pembelajaran yang memungkinkan pendidik
mengukur pemahaman peserta didik, biasanya berdasarkan kriteria standar
Holistik adalah Kerangka berpikir yang memandang bahwa setiap
hal baru bisa dimaknai dengan baik jika dilihat secara utuh dan menyeluruh
serta saling terhubung antar bagiannya.
Implementasi adalah Pelaksanaan di lapangan.
Kolaboratif
Bersifat kolaborasi - Memiliki ciri-ciri dapat melakukan upaya saling membantu
dan berbagi peran untuk menuntaskan sebuah pekerjaan atau mencapai tujuan
bersama.
Kontekstual adalah Sesuai yang memiliki keterkaitan dengan
kondisi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sesuatu yang bersifat kontekstual
pasti memiliki keterkaitan dengan pengalaman yang dapat langsung dirasakan
Kinerja
Penampilan/Kinerja yang dilakukan untuk mengupayakan suatu hal.
Portofolio
Kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya peserta didik dalam
bidang tertentu yang mencerminkan perkembangan dalam kurun waktu tertentu
Projek Projek
pembelajaran, rencana pekerjaan dengan sasaran khusus.
Rubrik
Deskripsi kriteria penilaian
Komentar
Posting Komentar