PPG GURU TERTENTU TAHAP 3 TAHUN 2025 JURNAL PEMBELAJARAN SOCIAL EMOTION PENERAPAN EXPERIANTAL LEARNING
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya penulisan “Jurnal Pembelajaran UKPPPG” ini dapat diselesaikan. Jurnal ini disusun sebagai bagian dari persiapan dan refleksi atas proses pembelajaran yang dijalani dalam rangka menghadapi UKPPPG — Uji Kompetensi dan Penilaian Pendidikan Profesi Guru. Tujuan utama jurnal ini adalah untuk mendokumentasikan proses belajar, perkembangan kompetensi, serta strategi dan metode pembelajaran yang telah dijalankan, agar dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan ke depan.
Dalam jurnal ini, penulis menguraikan berbagai aspek pembelajaran, termasuk pemahaman materi pedagogik, profesional, sosiokultural, serta penerapan strategi pembelajaran aktif yang mendukung kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Diharapkan melalui refleksi dan analisis terhadap proses belajar — mulai dari pemahaman teori hingga latihan soal — penulis dapat mengidentifikasi kekuatan maupun kelemahan, serta merancang langkah-langkah perbaikan secara sistematis.
Semoga “Jurnal Pembelajaran UKPPPG” ini tidak hanya menjadi dokumen pribadi, tetapi juga menjadi acuan berharga bagi rekan-rekan seprofesi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru. Semoga laporan ini memberi manfaat bagi peningkatan kompetensi serta keberhasilan dalam menghadapi UKPPPG.
Berikut jurnalnya
PPG GURU TERTENTU TAHAP 3 TAHUN 2025
JURNAL PEMBELAJARAN SOCIAL EMOTION
PENERAPAN EXPERIANTAL LEARNING
Disusun Oleh
Nama : Supriyanto
NIM : 2501094066
Tempat Tugas : SMP Aqwiya Cilongok Banyumas
LPTK : Universitas Widya Dharma Klaten
PENDAHULUAN
Berdasarkan kerangka pembelajaran CASEL, lima komponen CASEL dapat terwujud karena adanya faktor yang mendukung suasana pembelajaran yang menyenangkan. Adapun suasana yang mendukung tersebut meliputi manajemen kelas oleh guru, lingkungan sekolah yang kondusif, orang tua atau pihak lain yang mengasuh anak dan yang peduli terhadap pendidikan mereka di sekolah dan juga komunitas sekolah yang mendukung sekolah sehat atau damai dan sejahtera.
Pembelajaran sosial dan emosional adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif pada komunitas sekolah. Walaupun fokusnya adalah pada kesejahteraan peserta didik. Pembelajaran sosial dan emosional dapat disampaikan:
1. Secara rutin, yaitu situasi atau kondisi ditentukan kemudian. Biasanya dilakukan di luar jam belajar akademik.
2. Secara terintegrasi dalam mata pelajaran tertentu. Peserta didik dapat berdiskusi dengan membahas kasus tertentu dalam bentuk kerja kelompok, role play, atau aktivitas lainnya.
3. Menjadi budaya dalam lingkungan sekolah, misalnya membiasakan untuk menyelesaikan masalah dengan damai, menghargai pendapat orang lain, dan lain sebagainya.
Tujuan pembelajaran ini adalah untuk program preventif dan promotif (peningkatan). Preventif artinya mencegah masalah perilaku dengan meningkatkan kompetensi sosial emosional. “Collaborative for Academic, Social and Emotional Learning” (CASEL) mengelompokkan komponen pembelajaran sosial emosional menjadi lima komponen yang dijabarkan sebagai berikut.
a. Self-awareness (Kesadaran diri) Kemampuan untuk memahami emosi, pemikiran, dan nilai-nilai yang memengaruhi perilaku dalam berbagai situasi.
b. Self -management (Manajemen diri) Kemampuan untuk mengatur emosi, pemikiran dan perilaku secara efektif pada situasi yang berbeda.
c. Responsible decision making (Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab Membuat pilihan yang tepat dan konstruktif pada situasi tertentu
d. Social awareness (kesadaran sosial) Kemampuan memahami perspektif yang berbeda termasuk berempati terhadap kondisi individu dengan latar belakang yang berbeda
e. Relationship skills (keterampilan sosial) Kemampuan menjalin dan mempertahankan hubungan/relasi yang sehat dan efektif dengan individu dari latar belakang yang berbeda.
Hubungan (Social Emotional Learning) SEL dengan Interpersonal
SEL mengajarkan keterampilan sosial seperti empati, mendengarkan, dan komunikasi. Hal ini membantu siswa membangun hubungan interpersonal yang sehat dengan teman, guru, dan keluarga. Contoh: siswa yang bisa mengelola emosi lebih mudah menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.
Koneksi SEL (Social Emotional Learning) dengan Topik Lain
1. SEL dan Hubungan Interpersonal
Empati: siswa mampu memahami perasaan orang lain.
Komunikasi efektif: membantu siswa mengekspresikan pikiran dan perasaan dengan baik.
Manajemen konflik: menyelesaikan perbedaan pendapat tanpa menimbulkan permusuhan.
Hasilnya: hubungan sosial lebih harmonis.
Hubungan SEL dengan Kebahagiaan
Dengan SEL, siswa belajar self-awareness (kesadaran diri) dan self-management (mengatur emosi).
Kondisi emosional yang sehat akan meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis.
Penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan keterampilan SEL yang baik lebih jarang merasa stres dan lebih optimis.
2. SEL dan Kebahagiaan
Kesadaran diri: siswa lebih mengenali emosi sehingga tidak mudah stres.
Optimisme: meningkatkan rasa percaya diri dan semangat.
Kesejahteraan psikologis: siswa lebih tenang, bahagia, dan merasa didukung.
Hasilnya: meningkatnya well-being dan kualitas hidup.
Hubungan SEL dengan Metode Pembelajaran
Guru yang menerapkan SEL dalam metode pembelajaran mendorong suasana kelas yang positif.
Pembelajaran kolaboratif (diskusi kelompok, role play, project-based learning) sangat mendukung pengembangan SEL.
Misalnya, saat presentasi kelompok, siswa belajar komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab.
3. SEL dan Metode Pembelajaran
Kolaboratif: kerja kelompok melatih keterampilan sosial.
Role play: siswa belajar memahami sudut pandang orang lain.
Diskusi kelompok: mengasah keterampilan komunikasi.
Project-based learning: melatih kerja sama, tanggung jawab, dan kepemimpinan.
Hasilnya: suasana kelas lebih positif dan interaktif.
Gambaran Mind Map (teks)
[ Social Emotional Learning (SEL) ]
/ | \
/ | \
[Hubungan Interpersonal] [Kebahagiaan] [Metode Pembelajaran]
- Empati - Emosi positif - Kolaborasi
- Komunikasi - Optimisme - Role Play
- Penyelesaian - Stres berkurang - Diskusi kelompok
konflik - Sejahtera - Project-based learning
Jadi, keterampilan SEL bukan hanya untuk mengelola emosi pribadi, tapi juga meningkatkan kualitas hubungan sosial, mendukung kebahagiaan, dan memperkaya metode pembelajaran

Kolaborasi guru dengan guru BK dalam pengembangan kompetensi SEL
di sekolah
a. Peran dan Fungsi Guru BK dalam Pengembangan Kompetensi SEL
Guru Bimbingan Konseling (BK) dapat berperan penting dalam pengembangan kompetensi Social Emotional Learning (SEL) di sekolah. Berikut adalah beberapa peran dan fungsi utama guru BK dalam konteks ini.
1) Guru sebagai fasilitator pengembangan diri peserta didik.: Guru BK berperan sebagai fasilitator yang membantu peserta didik mengembangkan keterampilan sosial dan emosional, seperti pengelolaan emosi, pengambilan keputusan yang baik, dan kemampuan berinteraksi dengan orang lain.
2) Sebagai konselor dalam ranah pendidikan: Guru BK memberikan konseling untuk membantu peserta didik mengatasi tantangan emosional dan sosial yang mereka hadapi. Melalui sesi ini, peserta didik dapat lebih memahami diri mereka sendiri, mengenali perasaan, serta mengelola stres dan konflik.
3) Membantu dalam menyediakan Lingkungan yang Mendukung: Guru BK membantu menciptakan iklim sekolah yang aman, inklusif, dan mendukung pengembangan keterampilan sosial dan emosional. Mereka bekerja dengan sekolah untuk memastikan adanya dukungan yang memadai bagi peserta didik.
4) Mendukung dalam menyusun Program Pengembangan SEL: Guru BK merancang dan mengimplementasikan program-program yang membantu peserta didik mengembangkan kompetensi SEL. Program-program ini dapat meliputi pelatihan keterampilan sosial, kegiatan pengelolaan emosi, serta penguatan nilai-nilai empati
dan kerja sama.
5) Kolaborasi dengan Pihak Lain: Guru BK juga berfungsi sebagai penghubung antara peserta didik, guru, orang tua, dan pihak sekolah lainnya untuk memastikan pengembangan SEL peserta didik berjalan dengan baik.b. Aktivitas Kolaborasi dengan Guru BK dalam Pengembangan Kompetensi SEL
Aktivitas kolaborasi antara guru BK dan guru-guru lain sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan SEL peserta didik. Aktivitas apa saja yang bisa dilakukan dalam kolaborasi?
1) Pelatihan Bersama untuk Pengembangan SEL: Guru BK dan guru mata pelajaran lainnya bisa mengadakan pelatihan bersama untuk mempelajari dan
mengimplementasikan konsep SEL. Ini termasuk workshop tentang teknik pengelolaan emosi, keterampilan komunikasi, serta pencegahan dan penyelesaian konflik di kelas.
2) Integrasi SEL dalam Pembelajaran Akademik: Guru-guru dapat bekerja sama dengan guru BK untuk mengintegrasikan kompetensi SEL dalam kegiatan belajar-mengajar. Misalnya, guru bahasa Indonesia bisa mengajarkan keterampilan empati melalui analisis karakter dalam cerita, atau guru matematika
bisa mengajarkan cara berpikir kritis dan keputusan yang bijaksana yang juga merupakan bagian dari kompetensi SEL.
3) Kegiatan Penguatan Keterampilan Sosial dan Emosional: Guru BK bisa bekerja sama dengan guru lain untuk merancang kegiatan yang dapat melatih keterampilan sosial peserta didik, seperti kegiatan kelompok, diskusi kelompok, atau proyek sosial yang dapat meningkatkan empati, kerjasama, dan kemampuan
komunikasi peserta didik.
4) Penyuluhan kepada Orang Tua: Guru BK dapat bekerja sama dengan guru lainnya untuk mengadakan sesi penyuluhan kepada orang tua mengenai pentingnya mendukung pengembangan SEL di rumah. Ini dapat mencakup cara orang tua dapat membantu anak-anak mereka mengelola emosi atau cara untuk
meningkatkan komunikasi di rumah.
c. Kolaborasi dengan Guru BK dengan guru mata Pelajaran dan pihak lain dalam
Pengembangan Kompetensi SEL
Berikut ini adalah contoh rencana aksi yang dapat dilakukan untuk kolaborasi dalam
pengembangan kompetensi SEL.
Tujuan:
Meningkatkan kompetensi SEL siswa melalui kolaborasi antara guru BK dan guru
lainnya di sekolah.
Berikut ini adalah langkah-langkah rencana Aksi peningkatan kompetensi SEL.
1. Identifikasi Kebutuhan dan Tujuan Pengembangan SEL
a) Mengadakan diskusi dengan guru-guru untuk menentukan kebutuhan peserta didik berkaitan dengan SEL.b) Melakukan survei atau wawancara dengan peserta didik untuk mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi terkait dengan kompetensi sosial dan emosional.
2. Penyusunan Program Pelatihan Bersama
a) Merancang program pelatihan SEL yang melibatkan guru BK dan guru-guru lainnya. Program ini bisa mencakup pengelolaan emosi, pengambilan keputusan yang bijaksana, keterampilan komunikasi, dan penyelesaian konflik.
b) Melakukan pelatihan untuk para guru tentang cara mengintegrasikan SEL dalam pembelajaran akademik.
3. Pengintegrasian SEL dalam Kurikulum
a) Bekerja sama dengan guru-guru mata pelajaran untuk mengidentifikasi titik-titik di mana SEL dapat dimasukkan dalam pembelajaran sehari-hari. Misalnya, dalam mata pelajaran PPKn, bisa diajarkan tentang empati, toleransi, dan pengelolaan konflik.
b) Membuat modul atau bahan ajar yang menyertakan elemen-elemen SEL.
4. Implementasi Kegiatan Sosial dan Emosional
a) Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan seperti proyek kelompok, diskusi, atau drama yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial dan emosional peserta didik.
b) Melibatkan guru BK dalam kegiatan ini untuk memberikan bimbingan langsung dan mendampingi peserta didik dalam mengelola emosi mereka selama kegiatan.
5. Evaluasi dan Refleksi
a) Menyusun mekanisme untuk mengevaluasi efektivitas program dan kolaborasi ini. Ini bisa dilakukan melalui umpan balik dari peserta didik, guru, dan orang tua.
b) Mengadakan pertemuan refleksi antara guru BK dan guru-guru lainnya untuk mendiskusikan keberhasilan, tantangan, dan perbaikan yang diperlukan dalam program SEL.
6. Penyuluhan kepada Orang Tua
Menyusun dan mengadakan sesi penyuluhan untuk orang tua tentang pentingnya mendukung pengembangan SEL di rumah dan memberikan tips praktis untuk mendampingi anak-anak mereka.
Dengan langkah-langkah ini, kolaborasi antara guru BK dan guru lainnya akan menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan kompetensi SEL peserta didik secara lebih holistik dan efektif.
MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA
FASE D (KELAS VIII) SMP
MATA PELAJARAN : PENDIDIKAN PANCASILA
BAB 1 : KEDUDUKAN DAN FUNGSI PANCASILA
PERTEMUAN 1-4 : PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA
INFORMASI UMUM |
I. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : Supriyanto
Satuan Pendidikan : SMP Aqwiya Cilongok
Kelas / Kelas : VIII (Delapan) - D
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Prediksi Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (pertemuan)
Tahun Penyusunan : 2025/ 2026
II. KOMPETENSI AWAL
Pada bagian ini memberikan pengertian dan penjelasan kepada siswa bahwa gedung bisa berdiri kokoh karena ada fondasi, termasuk juga pohon bisa berdiri tegak dan kuat saat diterjang angin karena ada akarnya. Begitu juga suatu bangsa. Indonesia bisa maju dan kuat jika menjadikan Pancasila sebagai pondasi dalam segala bidang. Misalnya saat penyusunan undang-undang atau peraturan. Mulai dari pemerintah di tingkat pusat sampai di pemerintahan tingkat daerah. Ada negara dalam penyelenggaraan pemerintahannya berdasarkan atas dasar kapitalisme, komunisme, sekularisme, dan lainnya.
Bagi Negara Indonesia dasar penyelenggaraan negaranya adalah Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara mengandung konsekuensi bahwa setiap aspek penyelenggaraan negara mesti mengacu dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa memberikan pengertian bahwa dalam menyelenggarakan negara mesti didasarkan pada nilai Ketuhanan.
Sila kemanusiaan yang adil dan beradab memberikan makna dalam menyelenggarakan negara mesti menghormati nilai kemanusiaan yang didasari atas sifat adil dan beradab. Sila Persatuan Indonesia memberikan makna bahwa dalam menyelenggarakan negara mesti menjaga nilai persatuan bangsa. Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan memberikan makna bahwa dalam menyelenggarakan negara mesti mendahulukan nilai musyawarah untuk mufakat. Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia memberikan makna bahwa dalam menyelenggarakan negara mesti mengutamakan nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
III. PROFIL PELAJAR PANCASILA
Beriman, bertakwa kepada Tuhan yag maha Esa, bergotong royong, bernalar kritis, kreatif, inovatif, mandiri, berkebhinekaan global
IV. SARANA DAN PRASARANA
1. Buku Teks 4. Handout materi
2. Laptop/Komputer PC 5. Papan tulis/White Board 7. Infokus/Proyektor/Pointer
3. Akses Internet 6. Lembar kerja 8. Referensi lain yang mendukung
V. TARGET PESERTA DIDIK
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.
VI. MODEL PEMBELAJARAN
Blended learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning (PBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Social Emotional Learning (SEL).
KOMPONEN INTI |
I. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Peserta didik mampu menjelaskan kedudukan dan fungsi Pancasila.
2. Peserta didik mampu menghayati pentingnya kedudukan dan fungsi Pancasila.
3. Peserta didik mampu mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan.
II. PEMAHAMAN BERMAKNA
Peserta didik menyadari bahwa mempelajari materi PANCASILA SEBAGAI DASAR NEGARA dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
III. PERTANYAAN PEMANTIK
1. Adakah yang bercita-cita ingin menjadi atlet nasional. Tanyakan apa alasannya?
2. Apa yang dimaksud dengan kapitalisme, komunisme, dan sekularisme
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
PERTEMUAN KE-1
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
1. Mengucapkan salam, selamat datang di kelas VIII, serta mengenalkan diri ke siswa
2. Sebelum proses pembelajaran dimulai, siswa diminta untuk memimpin doa bersama
3. Menciptakan suasana kelas yang kondusif/menyenangkan
4. Menanyakan nama setiap siswa dan latar belakangnya
5. Membuat kontrak pembelajaran (aturan-aturan) antara guru dan siswa selama satu tahun pembelajaran. Kesepakatan aturan yang dibuat harus melalui proses dialog antara seluruh siswa dan guru
6. Menyanyikan lagu nasional Garuda Pancasila
Kegiatan Inti (90 Menit)
Pada pertemuan awal, Guru membahas skema besar pembelajaran PPKn yang akan dipelajari selama setahun
Guru menanyakan pada siswa pengetahuan mengenai Pancasila berdasarkan materi yang telah dipelajari di kelas VII. Sebagai contoh guru dapat menanyakan beberapa hal seperti di bawah ini:
1. Tentang sejarah kelahiran Pancasila
2. Kapan Pancasila ditetapkan
3. Apa itu norma
4. Apa yang dimaksud hak dan kewajiban
5. Bagaimana proses perumusan UUD NRI Tahun 1945
6. Apa yang dimaksud dengan gotong royong
7. Guru menanyakan ke siswa penerapan sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah ataupun di masyarakat
Guru menunjuk siswa secara berpasang-pasangan maju kedepan untuk melakukan tanya jawab seputar nila-nilai Pancasila yang sudah diterapkan di lingkungan sekolah/ masyarakat. Sampai satu sama lain saling paham terhadap nilai-nilai yang sedang dibicarakan/ didiskusikan
Kegiatan Penutup (10 Menit)
1. Siswa didamping guru membuat kesimpulan tentang pembelajaran hari ini
2. Guru meminta siswa untuk menyampaikan refleksi,. salah. satunya. meminta. siswa. secara. subjektif menyatakan Apa Manfaat Bagi-Ku (AMBAK) terkait pembelajaran hari ini
3. Siswa didampingi guru membuat yel baru pembelajaran PPKn. Yel ini nantinya akan digunakan selama satu tahun proses pembelajaran PPKn di Kelas VIII
4. Bersama menyerukan yel PPKn
5. Guru menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa atau proses pembelajaran hari ini
6. Guru menunjuk salah satu siswa untuk memimpin doa penutup
7. Guru membuat catatan atau penilaian terhadap siswa dari aspek keterampilan, sikap & pengetahuan selama proses pertemuan ini
PERTEMUAN KE-2
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
1. Mengucapkan salam
2. Sebelum proses pembelajaran dimulai, salah satu siswa diminta untuk memimpin doa bersama
3. Menciptakan suasana kelas yang kondusif/ menyenangkan
4. Berbincang atau menanyakan kabar kepada 2–3 siswa
5. Menyampaikan rencana pembelajaran hari ini
6. Menyerukan bersama yel pembelajaran PPKn
7. Menunjuk satu–dua siswa untuk maju dan menyampaikan isi apersepsi tentang “Bersatu untuk Kejayaan Bangsa”
8. Membahas apersepsi tentang keberhasilan atlet bulu tangkis Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir dalam merebut medali emas. Proses diskusi dapat antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru
9. Guru minta ke siswa pelajaran, nilai atau hikmah apa yang dapat diambil dari narasi apersepsi tersebut
10. Guru bisa menanyakan ke siswa adakah yang bercita-cita ingin menjadi atlet nasional. Tanyakan apa alasannya?
11. Untuk memperkuat apersepsi, guru dapat menayangkan video momen disaat Tontowi dan Liliyana merebut medali emas.
(Tontowi-Liliyana Raih Emas, Indonesia Raya Ber kumandang di Olimpiade Rio (BeritaSatu)
Tautan YouTube-nya:)
https://www.youtube.com watch?v=5HN9JqnYiNc

Namun jika sarana di sekolah tidak mendukung untuk menayangkan video tersebut, maka narasi cerita yang ada di bagian apersepsi Buku Siswa PPKn Kelas VIII halaman 3 sudah lebih dari cukup.
Kegiatan Inti (90 Menit)
1. Guru membentuk kelompok-kelompok belajar, satu kelompok minimal berisi 3–5 siswa
2. Selanjutnya masing-masing kelompok belajardiberikan waktu untuk mendiskusikan bersama terkait pengamalan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari.
3. Guru dapat mendampingi siswa dalam memilih pengamalan nilai-nilai Pancasila apa yang akan diangkat. Misalnya sila pertama terkait Ketuhanan.
Pengamalan nilai-nilai Pancasila tersebut selanjutnya dibuat dalam bentuk video pendek berdurasi 3–5 menit, lalu di unggah ke akun media sosial atau YouTube masing-masing siswa.
Dalam pengambilan gambar/video, siswa diberikan kebebasan di dalam atau di luar kelas.
Proses editing video dapat menggunakan aplikasi Adobe Premiere Clip, FilmoraGo, Kine Master atau aplikasi yang lain.
Dalam pertemuan ke-12 hasil dari video masingmasing kelompok ditayangkan di depan kelas, lalu didiskusikan.
Alternatif pembelajaran Model bermain peran/Roleplay
1. Guru membentuk kelompok belajar, satu kelompok minimal berisi 5 siswa. Penamaan kelompok belajar dapat menggunakan nama daerah atau nama suku di Indonesia.
Masing-masing kelompok diberikan kebebasan untuk memilih nilai-nilai yang akan diangkat dari Pancasila. Sebagai contoh, nilai dari sila pertama Pancasila, saling menghormati dan menghargai pemeluk agama lain di Indonesia.
Lalu, dalam satu kelompok bisa dibagi dalam dua atau tiga pemeluk agama. Ada kelompok yang diberikan peran sebagai pemeluk agama A, siswa yang lain agama B, agama C, dan seterusnya.
2. Siswa didampingi guru membuat alur cerita terkait tema nilai yang diangkat.
Setelah masing-masing kelompok selesai merumuskan narasi cerita dan pembagian peran, selanjutnya guru membuat undian kelompok mana yang harus tampil terlebih dahulu di depan kelas. Nomor urut presentasi dapat dibuat dengan kertas kecil lalu ditulis nama dari masing-masing kelompok. Selanjutnya masing-masing kelompok secara bergantian mengambil nomor urut persentasi tersebut. Lalu dibacakan urutannya.
Masing-masing kelompok diberikan waktu presentasi bermain peran 5–7 menit di depan kelas.
Anggota kelompok yang lain bisa mengajukan pertanyaan jika dirasa ada hal-hal yang kurang jelas.
Kegiatan Penutup (10 Menit)
1. Siswa didampingi guru untuk membuat kesimpulan atas pembelajaran hari ini
2. Guru meminta siswa untuk menyampaikan refleksi,. salah. satunya. meminta. siswa. secara. subjektif menyatakan Apa Manfaat Bagi-Ku (AMBAK) terkait pembelajaran hari ini
3. Siswa didampingi guru untuk merumuskan apa sikap atau manfaat yang bisa diambil dari pertemuan hari ini
4. Guru. melakukan. klarifikasi. terkait. materi. pembelajaran yang sudah dilakukan
5. Guru memberikan penjelasan secara umum materi pertemuan berikutnya tentang Subbab Pancasila sebagai Dasar Negara (Buku Siswa PPKn Kelas VIII halaman 5) dan siswa diminta untuk terlebih dahulu mempelajari di rumah
6. Menyerukan bersama yel PPKn
7. Guru menunjuk salah satu siswa untuk memimpin doa penutup
8. Guru membuat catatan atau penilaian terhadap siswa dari aspek keterampilan, sikap & pengetahuan selama proses pertemuan ini
PERTEMUAN KE-3
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
1. Mengucapkan salam
2. Sebelum proses pembelajaran dimulai, salah satu siswa diminta untuk memimpin doa bersama
3. Menyapa dan berbincang sedikit dengan 2–3 siswa
4.Menciptakan suasana kelas yang kondusif/ menyenangkan
5.Menyampaikan rencana pembelajaran hari ini
6.Menyerukan yel pembelajaran PPKn
Kegiatan Inti (90 Menit)
1. Guru menunjuk 2–3 siswa maju di depan kelas menyampaikan poin-poin penting subbab Pan ca sila sebagai Dasar Negara yang telah dipelajari sebelumnya di rumah
2. Guru meminta kepada siswa untuk memberikan pandangannya terkait apa itu fondasi, kenapa fondasi begitu penting dalam sebuah bangunan
3. Guru meminta kepada siswa untuk menjelaskan apa yang di maksud dengan nilai
4. Guru dapat menanyakan ke siswa apa yang dimaksud dengan kapitalisme, komunisme, dan sekularisme
5. Saat salah satu siswa menyampaikan pendapatnya, siswa yang lain bisa memberikan komentar atau pandangannya
6. Guru menunjuk satu siswa maju ke depan kelas untuk membacakan teks Pembukaan UUD NRI 1945 (Gambar 1.3 di Buku Siswa PPKn Kelas VIII halaman 6)
7. Selanjutnya, siswa didampingi guru mendiskusikan isi dari naskah Pembukaan UUD NRI 1945 tersebut
8. Guru menjelaskan kepada siswa tentang penyelenggaraan negara harus semuanya berda sarkan kepada Pancasila. Karena Pancasila sebagai dasar negara
Kegiatan Penutup (10 Menit)
1. Siswa didampingi guru membuat kesimpulan atas pembelajaran hari ini
2. Guru minta kepada siswa untuk menyampaikan refleksi,. salah. satunya. meminta. siswa. secara. subjektif menyatakan Apa Manfaat Bagi-Ku (AMBAK) terkait pembelajaran hari ini
3. Guru memberikan apresiasi, respon ataupun klarifikasi. dari. diskusi. yang. dilakukan. oleh. siswa
4. Menyerukan bersama yel PPKn
5. Guru menunjuk salah satu siswa untuk memimpin doa penutup
6. Guru membuat catatan atau penilaian terhadap siswa dari aspek keterampilan, sikap & pengetahuan selama proses pertemuan ini
PERTEMUAN KE-4
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
1.Mengucapkan salam
2. Sebelum proses pembelajaran dimulai, salah satu siswa diminta untuk memimpin doa bersama
3. Menyapa dan berbincang sedikit dengan 2–3 siswa
4. Menciptakan suasana kelas yang kondusif/ menyenangkan
5. Menyampaikan rencana pembelajaran hari itu
6. Menyerukan yel pembelajaran PPKn
7. Menyanyikan lagu nasional Berkibarlah Benderaku atau lagu nasional yang lain
Kegiatan Inti (90 Menit)
1. Guru membentuk kelompok belajar, satu kelom pok minimal berisi 5 siswa. Penamaan kelompok belajar dapat menggunakan nama suku di Indonesia atau yang lain
2. Tema yang akan didiskusikan seputar ketimpangan distribusi kekayaan negara (di bagian siswa aktif Buku Siswa PPKn Kelas VIII halaman 8)
3. Setelah kelompok belajar dibentuk, selanjutnya masing-masing kelompok belajar diberikan waktu untuk melakukan pencarian data, menganalisis dan mendiskusikannya
4. Setelah proses pencarian data dan diskusi selesai, guru menujuk kelompok belajar secara bergantian presentasi di depan kelas
5. Masing-masing kelompok belajar dapat mengajukan pertanyaan dan memberikan komentar saat kelompok yang lain presentasi
Kegiatan Penutup (10 Menit)
1. Siswa didampingi guru untuk membuat kesimpulan atas proses diskusi hari ini
2. Guru meminta siswa untuk menyampaikan refleksi,. salah. satunya. meminta. siswa. secara. subjektif menyatakan Apa Manfaat Bagi-Ku (AMBAK) terkait pembelajaran hari ini
3. Guru memberikan apresiasi, respon ataupunklarifikasi. dari. diskusi. yang. dilakukan. oleh. siswa
4. Guru memberikan penjelasan secara umum materi pertemuan berikutnya tentang Subbab Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa (Buku Siswa PPKn Kelas VIII halaman 9) dan siswa diminta untuk terlebih dahulu mempelajarinya di rumah
5. Menyerukan bersama yel PPKn
6. Guru menunjuk salah satu siswa untuk memimpindoa penutup
7. Guru membuat catatan atau penilaian terhadap siswa dari aspek keterampilan, sikap & pengetahuan selama proses pertemuan ini
V. ASESMEN
1. Penilaian Sikap (Civic Disposition)
Indikator sikap didasarkan pada hasil pengamatan terhadap siswa, baik pengamatan langsung maupun pengamatan tidak langsung. Pengamatan langsung dilakukan guru dalam setiap pertemuan terhadap siswa dalam menjalani kegiatan pembelajaran. Sedangkan pengematan tidak langsung didasarkan pada laporan menyangkut sikap siswa sehari-hari baik di rumah, sekolah,.maupun.masyarakat.yang.telah.terkonfirmasi.
Indikator sikap dapat mengacu pada empat ranah kecerdasan, yakni kecerdasan spiritual-kultural (olah hati/SQ), kecerdasan intelektual (olah pikir/ IQ),. kecerdasan. fisikal-mental. (olah. raga/AQ),. serta. kecerdasan. emosi-sosial. (olah rasa dan karsa/EQ).
Jujur, rajin beribadah, dan menjauhi larangan agama merupakan indikator sikap spiritual. Partisipasi dan ketekunan belajar menjadi indikator sikap intelektual. Bersih, disiplin, dan tanggung jawab adalah indikator sikap mental. Sedangkan ramah, antusias, dan kolaborasi termasuk indikator sikap emosi-sosial.
Pelaksanan penilaian sikap dalam dua kategori. Kategori pertama penilaian sikap adalah yang dilakukan setiap akhir pertemuan yang berarti sebanyak 36 kali dalam satu semester.
Adapun kategori kedua yang dilakukan secara berkala per semester berdasar hasil pengamatan langsung maupun tidak langsung yang telah terverifikasi.terlebih.dahulu.
Penilaian menggunakan empat tingkat, yakni Baik Sekali (A=4), Baik (B=3), Sedang (C=2), serta Kurang (D=1). Untuk penilaian sikap di setiap akhir pertemuan dilakukan dengan merangkum seluruh aspek sikap, dan dapat menggunakan format sebagai berikut:
Tabel 1.8 Contoh Penilaian Sikap pada Pertemuan 1–14
No | Nama | Pertemuan dan Nilai (A=4, B=3, C=2, D=1) | ||||||||
1 | 2 | 3 | 4 | ... | ... | 14 | Jumlah | Ratarata | ||
1 | Ayu | 4 | 3 | 3 | 2 | ... | ... | 3 | 39 | 3.25/B |
2 | Bhatara | 3 | 4 | 4 | 4 | ... | ... | 4 | 46 | 3.8/A |
3 | ... | |||||||||
... | ... | |||||||||
... | ... | |||||||||
... | Zita | 2 | 4 | 3 | 2 | 4 | 35 | 2.9/B | ||
2. Penilaian Keterampilan (Civic Skills)
Penilaian keterampilan dilakukan juga berdasarkan pengamatan guru terutama terhadap keterampilan siswa dalam menjalani kegiatan pembelajaran di sekolah. Penilaian didasarkan pada keterampilan-keterampilan sesuai contoh indikator di bawah ini atau indikator lain yang relevan dapat ditentukan masing-masing guru.
Indikator keterampilan antara lain adalah kemampuan menyampaikan hasil diskusi kelompok secara tegas dan lugas; kemampuan mengomunikasikan ide dan gagasan dengan terarah dan sistematis; kemampuan merespons pertanyaan yang pada sesi diskusi; atau lainnya, Adapun pelaksanan penilaian keterampilan dilakukan di setiap akhir pertemuan yang menuntut adanya penilaian keterampilan, dengan menggunakan empat tingkat penilaian, yakni Baik Sekali (A=4), Baik (B=3), Sedang (C=2), serta Kurang (D=1).
Tabel 1.9 Contoh Pedoman Penilaian Aspek Keterampilan
Nama Peserta Didik: …………………………………….
No | Indikator | Pertemuan dan Nilai (A, B, C, D) | ||||||
1 | 2 | 3 | ... | ... | 14 | Ratarata | ||
1 | Mampu menyampaikan hasil diskusi kelompok secara tegas dan lugas | |||||||
2 | Mampu mengomunikasikan ide dan gagasan dengan terarah dan sistematis | |||||||
3 | Mampu merespons pertanyaan yang pada sesi diskusi | |||||||
4 | Mampu menunjukkan perilaku tertib dan baik saat pelaksanaan simulasi antre | |||||||
... | ... | |||||||
Nilai Akhir | ||||||||
3. Penilaian Pengetahuan (Civic Knowledge)
Penilaian pengetahuan dilakukan untuk mengukur keberhasilan siswa dalam memahami materi yang dipelajari dalam setiap pertemuan. Guru dapat menilai dari setiap aktivitas dalam pembelajaran. Guru dapat menilai dari kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan atau menganalisis persoalan. Guru dapat memberi skor pada setiap tugas dan keaktifan siswa dalam menjawab dan berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Penilaian dilakukan secara kuantitatif dengan rentang 0–100.
VI. PENGAYAAN DAN REMEDIAL
Pancasila memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Pancasila menjadi dasar penyelenggaraan negara Indonesia. Nah agar lebih menghayati lagi, kalian simak tautan video berikut ini. Kemudian, yang lebih penting lagi, kalian harus mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Arti Kedudukan dan Fungsi Pancasila
Widia Kusuma Wardani
https://www.youtube.com/watch?v=yVewx4ELYiQ
VII. REFLEKSI GURU DAN PESERTA DIDIK
▪ Konsisten memberi keteladanan pada siswa dalam sikap dan perilaku sehari-hari secara baik? (Sangat baik/baik/sedang/kurang baik)
▪ Menjadikan pembelajaran tidak berpusat pada saya sebagai guru, melainkan berpusat pada siswa secara baik? (Sangat baik/baik/ sedang/kurang baik)
▪ Menggunakan pembelajaran secara kontekstual secara baik? (Sangat baik/baik/sedang/kurang baik)
▪ Apa yang perlu saya tingkatkan dalam proses pembelajaran pada Bab Bentuk dan Kedaulatan Negara?
LAMPIRAN- LAMPIRAN |
LAMPIRAN 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Berdasarkan data dari Credit Suisse Global Wealth Databooks, disebutkan bahwa Indonesia menempati peringkat keempat dunia dalam hal ketimpangan distribusi kekayaan negara, di bawah Rusia, India, dan Thailand. Angka statistiknya menyebutkan 1% populasi menguasai 49.3% kekayaan negara. Diskusikan bersama kelompokmu, melihat data di atas, apakah ini merupakan data dan fakta terjadinya penyimpangan nilai sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?
Apakah faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya ketimpangan tersebut? Bagaimana cara dan strategi mengurangi dan mengatasinya? Lalu, presentasikan di depan kelas dan lakukan diskusi antar kelompok
LAMPIRAN 2
BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK
Pancasila sebagai Dasar Negara
Kalian pasti tahu bangunan, kan? Semakin tinggi bangunan, maka semakin dalam pula fondasinya. Mengapa? Fondasi itulah yang menopang tegaknya bangunan tersebut. Ia akan tetap tegak berdiri meski dihempas badai. Kalian juga pasti tahu pohon kan? Apa yang membuat pohon tegak dan kokoh? Ya, akar yang menghunjam ke dalam tanah, menjadikan pohon tegak tinggi menjulang.
Gambar 1.2 Layaknya pohon beringin yang berakar kuat, Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang kokoh.
Demikianlah gambaran Pancasila sebagai dasar negara. Pancasila merupakan fondasi bagi tegaknya Bangsa Indonesia. Semakin kokoh pengamalan Pancasila dalam bernegara, maka semakin kokoh pula bangunan Negara Indonesia. Indonesia negara besar dengan puluhan provinsi, belasan ribu pulau, dan ratusan juta jiwa penduduknya dengan keragamannya. Maka, perlu landasan atau fondasi kokoh untuk dapat tetap menopang tegak berdirinya Negara Indonesia.
Landasan tersebut merupakan nilai-nilai yang mendasari Negara Indonesia. Nilai-nilai itu pula yang menjadi dasar penyelenggaraan negara. Dan, Pancasila merupakan nilai-nilai dasar dalam menyelenggarakan Negara Indonesia. Setiap negara mesti memiliki landasan dengan cara apa negara tersebut diselenggarakan.
Ada negara yang mendasarkan penyelenggaraan negaranya atas dasar kapitalisme, komunisme, sekularisme, dan lainnya. Bagi Negara Indonesia dasar penyelenggaraan negara tersebut adalah Pancasila, yaitu lima sila dasar yang menjadi fondasi dalam semua aspek penyelenggaraan negara. Pancasila sebagai dasar negara termaktub jelas dalam Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI Tahun 1945) pada alinea keempat, yaitu “…maka disusunlah kemerdekaan Kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu ke adilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”
Gambar 1.3 Pembukaan UUD NRI Tahun 1945
Mengacu pada kalimat “…negara Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada…”, menegaskan bahwa dasar Negara Indonesia adalah Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara mengandung konsekuensi bahwa setiap aspek penyelenggaraan negara mesti mengacu dan sesuai dengan nilainilai Pancasila. Mulai dari penyelenggaraan pada lingkup pemerintah pusat sampai pemerintah daerah yang terkecil.
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa memberikan pengertian bahwa dalam menyelenggarakan negara mesti didasarkan pada nilai Ketuhanan. Maka, dalam pasal 29 ayat 1 UUD NRI Tahun 1945 ditegaskan bahwa negara berdasaratas Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya, tidak boleh ada kebijakan-kebijakan negara yang menyalahi nilai Ketuhanan. Misalnya, negara membolehkan atheisme ada dan menyebar di Indonesia. Ini menyalahi Pancasila sila kesatu.
Sila kemanusiaan yang adil dan beradab memberikan makna dalam me nyelenggarakan negara mesti menghormati nilai kemanusiaan yang didasari atas sifat adil dan beradab. Artinya, tidak boleh ada kebijakan-kebijakan negara yang mencederai nilai kemanusiaan yang beradab dan rasa keadilan. Misalnya, negara mengeluarkan kebijakan pembangunan, tetapi mengorbankan hak-hak rakyat.
Sila Persatuan Indonesia memberikan makna bahwa dalam menyelenggarakan negara mesti menjaga nilai persatuan bangsa. Artinya, tidak boleh ada kebijakan-kebijakan negara yang berpotensi menimbulkan disintegrasi bangsa. Sebaliknya, negara harus menjaga keutuhan dan kesatuan Indonesia. Misalnya, pemerintah mengeluarkan kebijakan perundangan yang menyudutkan nilai-nilai luhur salah satu masyarakat daerah di Indonesia.
Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam per musyawaratan/ perwakilan memberikan makna bahwa dalam menyelenggarakan negara mesti mendahulukan nilai musyawarah untuk mufakat. Artinya, tidak boleh ada kebijakan-kebijakan negara yang dalam proses pengambilan keputusannya diambil secara otoriter tanpa memperhatikan nilainilai musyawarah untuk mufakat. Misalnya, pemerintah mengeluarkan perundangan tanpa melalui mekanisme pembahasan dan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.
Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia memberikan makna bahwa dalam menyelenggarakan negara mesti mengutamakan nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Artinya, tidak boleh ada kebijakankebijakan negara yang hanya menyejahterakan sebagian warga negara.
Sebaliknya, negara harus mewujudkan kesejahteraan yang adil bagi seluruh rakyat Indonesia. Misalnya, pemerintah mengutamakan kepentingan para pengusaha dalam perizinan eksplorasi sumberdaya alam tanpa mempertimbangkan masyarakat sekitarnya.
Gambar 1.4 Pembangunan jembatan gantung di daerah terpencil mencerminkan perwujudan keadilan sosial.
Rumusan Pancasila yang terdapat dalam alinea keempat Pembukaan UUD NRI Tahun 1945 secara yuridis konstitusional berlaku dan mengikat seluruh lembaga negara, lembaga masyarakat, dan setiap warga negara. Rumusan lengkap sila-sila dalam Pancasila dimuat dalam Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1968 tentang Tata Urutan dan Rumusan dalam Penulisan/Pembacaan/Pengucapan sila-sila Pancasila, sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Penetapan Pancasila sebagai dasar negara, sebagaimana terdapat dalam Pembukaan UUD NRI Tahun 1945, juga dimuat dalam Ketetapan MPR Nomor XVIII/MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR Nomor II/MPR/1978 dan Penetapan Pancasila sebagai Dasar Negara.
Kalian sekarang menjadi paham kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai dasar negara. Nah dalam kehidupan di sekolah, kalian bisa mempraktikannya ketika pengambilan keputusan-keputusan dalam lingkup Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Lakukanlah musyawarah untuk mencapai mufakat dalam pengambilan keputusan organisasi. Ketua OSIS tidak boleh otoriter memutuskan sendiri tanpa bermusyawarah dengan pengurus OSIS lainnya.
LAMPIRAN 3
GLOSARIUM
Bhinneka : beragam; beraneka ragam
Budaya : adat istiadat
Chauvinisme : patriotisme cinta tanah air dan bangsa secara berlebihan
Karakter : nilai-nilai yang sudah terinternalisasi dalam diri seseorang, bias juga disebut watak
Kosmpolitanisme : ideologi yang menyatakan bahwa semua suku bangsa merupakan satu komunitas tunggal yang memiliki moralitas yang sama
Netiket : etika dalam menggunakan internet/sosial media
NKRI : negara Kesatuan Republik Indonesia
Otonom : mandiri atau dapat berdiri sendiri
Proyek kewarganegaraan : suatu kegiatan siswa dengan terjun langsung ke masyarakat untuk melihat permasalahan yang ada dan mencarikan alternatif solusi
RIS : Republik Indonesia Serikat
Swapraja : daerah yang mempunyai pemerintahan sendiri
TNI : Tentara Nasional Indonesia
UNESCO : The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization
LAMPIRAN 4
DAFTAR PUSTAKA
1. Bo'a, Fais Yonas. 2018. Pancasila sebagai Sumber Segala Sumber Hukum dalam Sistem Hukum Nasional. Jurnal Konstitusi, Vol 15. No. 1, 2018.
https:// jurnalkonstitusi.mkri.id/index.php/jk/article/view/1512/351
2. Krisnayuda, Backy. Pancasila & Undang-Undang: Relasi dan Transformasi Keduanya dalam Sistem.
3. Pancasila dalam Sistem Hukum (Fais Yonas Bo'a)
4. Pancasila Sumber dari Segala Sumber Hukum di Indonesia (Kurnisar Kurnisar)
5. Pancasila Sebagai Ideologi dan Dasar Negara (Ronto)
6. Lahirnya Pancasila: kumpulan pidato BPUPKI (Floriberta Aning S)
7. Pancasila (Suparman, S.Pd.)
8. Filsafat Pancasila Menurut Bung Karno (Soekarno)
9. Karakter Pancasila, Membangun Pribadi dan Bangsa Bermanfaat (Zaim Uchrowi)
10. Makna dan Arti Penting Pancasila sebagai Dasar Negara
(https://www.kelaspintar.id/blog/edutech/makna-dan-arti-penting-pancasila-sebagaidasar-negara-4940/)
Nomor | nama | Poin A | Poin B | Poin C | Poin D | Keterangan |
1 | Abu Sofyan Al Afghani | v | ||||
2 | Achmad Syahrul Mubarok | v | ||||
3 | Adrian Fikri Assyidiq | v | ||||
4 | Ahmad Fikri Ulil Fikroh | v | ||||
5 | Alung Azzam Saputra | v | ||||
6 | Amir Muzaki | v | ||||
7 | Aqil Muzaqi | v | ||||
8 | Asfar Raza Syaukat | v | ||||
9 | Ashad Ma'Ruf Mukhfillah | v | ||||
10 | Azka Gilang Pranata | v | ||||
11 | Fadil Ashlakhudin | v | ||||
12 | Faiz Al Azmi | v | ||||
13 | Fatih Zidan Khariri | v | ||||
14 | I'Wazul Ulum | v | ||||
15 | Irfan Al Muzakir | v | ||||
16 | Khafidhurrizqi | v | ||||
17 | Khoerul Ilham | v | ||||
18 | Maulana Afif Nugroho | v | ||||
19 | Maulana Khamim Mukafa | v | ||||
20 | Mohammad Syifa Mutammam | v | ||||
21 | Mu'Adz Alif Falah | v | ||||
22 | Muhamad Rizki Hidayatuloh | v | ||||
23 | Muhammad Salman Al Farisi | v | ||||
24 | Muhammad Tsani Putra Ramadhan | v | ||||
25 | Mukhamad Iqbal Jalaluddin | v | ||||
26 | Mukhammad Haikal Al Jinan | v | ||||
27 | Retvan Hakim | v | ||||
28 | Rhaesan Alghani Mars | v | ||||
29 | Rido Rafi Reynaldi | v | ||||
30 | Rizky Fajri Muadzin | v | ||||
31 | Rois Munfadhil | v | ||||
32 | Syafiq Ibrahim Bagustyo | v | ||||
33 | Tsaqib Ngizul Umam | v | ||||
34 | Zaki Maulana | v | ||||
35 | Abu Sofyan Al Afghani | v | ||||
36 | Achmad Syahrul Mubarok | v | ||||
37 | Adrian Fikri Assyidiq | v | ||||
38 | Ahmad Fikri Ulil Fikroh | v | ||||
39 | Alung Azzam Saputra | v | ||||
40 | Amir Muzaki | v |
LAMPIRAN MATERI

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK SDN KEPATIHAN 01 JEMBER TAHUN AJARAN 2024/2025
NAMA :.......................... KELAS : ...................

NAMA : Abu Sofyan
NO ABSEN 01
Isilah pertanyaan dibawah ini dengan cara mengisi Ya/ Tidak!
1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran? IYA
2. Guru memberikan materi yang menarik?IYA
3. Guru memberikan tugas sesuai minat?.IYA
4. Guru menyampaikan materi pembelajaran dengan jelas? IYA
5. Guru memberikan kesempatan berpendapat? IYA
6. Guru membantu kesulitan belajarmu? IYA
7. Guru memberikan penilaian pada tugas yang dikerjakan? IYA
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan menuliskan pendapatmu!
1. Bagaimana perasaanmu setelah mengikuti pembelajaran, jelaskan ?
Senang sekali karena ketika membuat poster boleh memilih sesuai kesukaan saya.
NAMA : Syahrul Mubarok
NO ABSEN 02
Isilah pertanyaan dibawah ini dengan cara mengisi Ya/ Tidak!
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran? IYAGuru memberikan materi yang menarik?IYA Guru memberikan tugas sesuai minat?.IYA
Guru menyampaikan materi pembelajaran dengan jelas? IYA
Guru memberikan kesempatan berpendapat? IYA
Guru membantu kesulitan belajarmu? IYA
Guru memberikan penilaian pada tugas yang dikerjakan? IYA
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan menuliskan pendapatmu!
1. Bagaimana perasaanmu setelah mengikuti pembelajaran, jelaskan ?
Senang sekali karena bisa memberikan saran kepada teman tentang Suatu yang tidak disukai.
NAMA : Adrian Fikri
NO ABSEN 03
Isilah pertanyaan dibawah ini dengan cara mengisi Ya/ Tidak!
1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran? IYA
2. Guru memberikan materi yang menarik?IYA
3. Guru memberikan tugas sesuai minat?.IYA
4. Guru menyampaikan materi pembelajaran dengan jelas? IYA
5. Guru memberikan kesempatan berpendapat? IYA
6. Guru membantu kesulitan belajarmu? IYA
7. Guru memberikan penilaian pada tugas yang dikerjakan? IYA
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan menuliskan pendapatmu!
1.Bagaimana perasaanmu setelah mengikuti pembelajaran, jelaskan ?
Senang sekali karena diawal pelajaran sama bu guru diberitahu seoarang atlet yang berprestasi walaupun hanya punya satu kaki.saya jadi merasa bersyukur
NAMA : Eko , S.Pd
NIP 19641108 200604 2 007
JABATAN : Koordinator Kurikulum.
Isilah pertanyaan dibawah ini dengan cara mengisi Jawaban singkat!
1. Guru melakukan strategi yang berpihak pada murid?.IYA
2. Guru melakukan strategi yang sesuai kebutuhan murid?.IYA
3. Guru memberikan kesempatan belajar kepada murid sesuai kemampuannya? IYA
4. Apakah menurut anda strategi yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagimurid? IYA
Jawablah pertanyaan berikut sesuai kondisi yang di amati.
5. Menurut anda apa kelebihan dari pembelajaran yang dilakukan?
Pembelajaran yang dilakukan lebih membuat siswa aktif dan melatih anak untuk berpikir kritis yaitu ketika memberikan saran kepada orang lain dan juga kreatif dalam menuangkan ide yang sesuai minat murid.
6. Menurut anda apa yang perlu ditingkatkan dari pembelajaran yang dilakukan? Kegiatan membuat poster membutuhkan alokasi yang lebih lama sehingga perludisesuaikan alokasi waktunya.
Komentar
Posting Komentar