PERANGKAT PEMBELAJARAN UKPPPG GURU TERTENTU TAHAP 3 PERIODE 4 TAHUN 2025 RANCANGAN PEMBELAJARAN MENDALAM DAN ASESMEN BERDIFERENSIASI BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK KEBUTUHAN MURID

                                                 PERANGKAT PEMBELAJARAN

UKPPPG GURU TERTENTU TAHAP 3 PERIODE 4 TAHUN 2025

RANCANGAN PEMBELAJARAN MENDALAM DAN ASESMEN BERDIFERENSIASI BERBASIS  PROBLEM BASED LEARNING  UNTUK KEBUTUHAN MURID

 


 

 

Disusun Oleh

Nama                       : Supriyanto

NIM                           : 2501094066

Tempat Tugas          : SMP Aqwiya Cilongok Banyumas

LPTK                          : Universitas Widya Dharma Klaten

 


 

 



 

I. CAPAIAN PEMBELAJARAN MAPEL PPKN FASE  D KLAS 8

Elemen

Capaian Pembelajaran

Pancasila

Peserta didik mampu menganalisis kronologis lahirnya Pancasila; mengkaji fungsi dan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, serta mengenal Pancasila sebagai ideologi negara. Peserta didik memahami implementasi Pancasila dalam kehidupan bernegara dari masa ke masa. Peserta didik mampu mengidentifikasi hubungan Pancasila dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia; serta melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mengidentifikasi kontribusi Pancasila sebagai pandangan hidup dalam menyelesaikan persoalan lokal dan global dengan menggunakan sudut pandang Pancasila.

 

UUD 1945

Peserta didik memahami periodisasi pemberlakuan dan perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; memahami Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai sumber hukum tertinggi. Peserta didik memahami bentuk pemerintahan yang berlaku dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peserta didik memahami peraturan perundang-undangan dan tata urutannya; mematuhi pentingnya norma dan aturan, menyeimbangkan hak dan kewajiban warga negara.

 

Bhineka Tunggal Ika

Peserta didik mampu mengidentifikasi keberagaman suku, agama, ras dan antargolongan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, dan mampu menerima keragaman dan perubahan budaya sebagai suatu kenyataan yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat, dan menanggapi secara proporsional terhadap kondisi yang ada di lingkungan sesuai dengan peran dan kebutuhan yang ada di masyarakat. Peserta didik memahami urgensi pelestarian nilai tradisi, kearifan lokal dan budaya; menunjukkan contoh pelestarian nilai tradisi, kearifan lokal dan budaya. Peserta didik menumbuhkan sikap tanggung jawab dan berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan praktik nilai tradisi, kearifan lokal dan budaya dalam masyarakat global.

 

Negara Kesatuan Republik Indonesia

Peserta didik mampu mengidentifikasi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai satu kesatuan utuh dan wawasan nusantara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia; peserta didik turut menjaga keutuhan wilayah NKRI. Peserta didik mampu menunjukkan perwujudan demokrasi yang didasari oleh nilai-nilai Pancasila serta menunjukkan contoh serta praktik kemerdekaan berpendapat warga negara dalam era keterbukaan informasi. Peserta didik mampu mengidentifikasi  Indonesia, kedudukan, tugas, wewenang, dan hubungan antar lembaga-lembaga negara, hubungan negara dengan warga negara baik di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya maupun pertahanan dan keamanan. Peserta didik menyusun laporan singkat tentang sistem pemerintahan Indonesia, kedudukan, tugas, wewenang, dan hubungan antar lembaga-lembaga negara, hubungan negara dengan warga negara.

 

 

II. ALUR  TUJUAN PEMBELAJARAN ( ATP )  MAPEL PPKN FASE  D KELAS VIII

 

Elemen

Capaian Pembelajaran (CP)

Alur Tujuan Pembelajaran

Profil Pelajar Pancasila

Kata Kunci

Alokasi Waktu

BAB I KEDUDUKAN DAN FUNGSI PANCASILA

Pancasila

Peserta didik mampu menganalisis kronologis lahirnya Pancasila; mengkaji fungsi dan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, serta mengenal Pancasila sebagai ideologi negara. Peserta didik memahami implementasi Pancasila dalam kehidupan bernegara dari masa ke masa. Peserta didik mampu mengidentifikasi hubungan Pancasila dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia; serta melaksanakan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mengidentifikasi kontribusi Pancasila sebagai pandangan hidup dalam menyelesaikan persoalan lokal dan global dengan menggunakan sudut pandang Pancasila.

1.  Peserta didik mampu menjelaskan kedudukan dan fungsi Pancasila.

2.  Peserta didik mampu menghayati pentingnya kedudukan dan fungsi Pancasila.

3.  Peserta didik mampu mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan.

-Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulai.

-Berkebinekaan global.

-Bergotong royong.

A.  Pancasila sebagai Dasar Negara

B.  Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa

C.  Pancasila sebagai Sumber dari Segala Sumber Hukum

D.  Pancasila sebagai Kepribadian Bangsa

E.  Pancasila sebagai Cita-Cita dan Tujuan Bangsa

21 JP

BAB II BENTUK DAN KEDAULATAN NEGARA

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Peserta didik memahami periodisasi pemberlakuan dan perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945; memahami Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai sumber hukum tertinggi. Peserta didik memahami bentuk pemerintahan yang berlaku dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peserta didik memahami peraturan perundang-undangan dan tata urutannya; mematuhi pentingnya norma dan aturan, menyeimbangkan hak dan kewajiban warga negara.

1. Peserta didik mampu menunjukkan sikap syukur atas terjaganya negara kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa.

2. Peserta didik mampu menampilkan perilaku menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di lingkungan sekolah dan masyarakat.

3.  Peserta didik mampu menampilkan perilaku taat hukum di lingkungan sekolah dan masyarakat.

4.   Peserta didik mampu mempraktikkan kedaulatan pada organisasi di sekolah.

-Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia.

-Berkebinekaan global.

Bergotong royong.

A.  Indonesia sebagai Negara Kesatuan

B.  Indonesia sebagai Negara Republik

C.  Indonesia sebagai Negara Hukum

D.  Indonesia sebagai Negara yang Berkedaulatan Rakyat

18 JP

BAB III TATA NEGARA DAN PEMERINTAHAN

Negara Kesatuan Republik Indonesia

Peserta didik mampu mengidentifikasi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai satu kesatuan utuh dan wawasan nusantara dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia; peserta didik turut menjaga keutuhan wilayah NKRI. Peserta didik mampu menunjukkan perwujudan demokrasi yang didasari oleh nilai-nilai Pancasila serta menunjukkan contoh serta praktik kemerdekaan berpendapat warga negara dalam era keterbukaan informasi. Peserta didik mampu mengidentifikasi sistem pemerintahan Indonesia, kedudukan, tugas, wewenang, dan hubungan antarlembaga-lembaga negara, hubungan negara dengan warga negara baik di bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya maupun pertahanan dan keamanan. Peserta didik menyusun laporan singkat tentang sistem pemerintahan Indonesia, kedudukan, tugas, wewenang, dan hubungan antarlembaga-lembaga negara, hubungan negara dengan warga negara.

1.   Peserta didik mampu menyadari pentingnya fungsi lembaga penyelenggara negara dan sistem pemerintahan dalam menjalankan negara.

2.  Peserta didik mampu membedakan kewenangan pemerintahan pusat, provinsi, kabupaten dan kota.

3.  Peserta didik menunjukkan sikap disiplin mematuhi peraturan daerah sebagai bentuk pengamalan ajaran agama.

4.  Peserta didik menunjukkan sikap berjiwa besar sebagai peneladanan sikap para pemimpin daerah swapraja.

• Berkebinekaan global.

Bergotong royong.

A.  Lembaga Penyelenggara Negara

B.  Sistem Pemerintahan

C.  Pemerintahan Daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota

D.  Pemerintahan Daerah Istimewa

18 JP

BAB IV KEBANGKITAN NASIONAL DAN SUMPAH PEMUDA

Bhinneka Tunggal Ika

Peserta didik mampu mengidentifikasi keberagaman suku, agama, ras dan antargolongan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, dan mampu menerima keragaman dan perubahan budaya sebagai suatu kenyataan yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat, dan menanggapi secara proporsional terhadap kondisi yang ada di lingkungan sesuai dengan peran dan kebutuhan yang ada di masyarakat. Peserta didik memahami urgensi pelestarian nilai tradisi, kearifan lokal dan budaya; menunjukkan contoh pelestarian nilai tradisi, kearifan lokal dan budaya. Peserta didik menumbuhkan sikap tanggung jawab dan berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan praktik nilai tradisi, kearifan lokal dan budaya dalam masyarakat global.

1.  Peserta didik mampu menceritakan latar belakang semangat Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda.

2.  Peserta didik mampu mempraktikkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Sumpah Pemuda.

3.  Peserta didik mampu mensyukuri persatuan Bangsa Indonesia sebagai bentuk karunia Tuhan Yang Maha Esa.

4.  Peserta didik mampu menuliskan rencana kontribusi bagi bangsa dan negara serta peta jalannya sebagai perwujudan spirit Sumpah Pemuda di era reformasi.

• Berkebinekaan global.

• Bergotong royong.

• Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulai.

Bernalar kritis

A.  Sejarah Lahirnya Kebangkitan Nasional dan Sumpah Pemuda

B.  Nilai-Nilai Luhur dalam Sumpah Pemuda

C.  Sumpah Pemuda dan Kontribusi di Era Reformasi

BAB  V  DIRI BANGSA DAB BUDAYA NASIONAL

Bhinneka Tunggal Ika

Peserta didik mampu mengidentifikasi keberagaman suku, agama, ras dan antargolongan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, dan mampu menerima keragaman dan perubahan budaya sebagai suatu kenyataan yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat, dan menanggapi secara proporsional terhadap kondisi yang ada di lingkungan sesuai dengan peran dan kebutuhan yang ada di masyarakat. Peserta didik memahami urgensi pelestarian nilai tradisi, kearifan lokal dan budaya; menunjukkan contoh pelestarian nilai tradisi, kearifan lokal dan budaya. Peserta didik menumbuhkan sikap tanggung jawab dan berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan praktik nilai tradisi, kearifan lokal dan budaya dalam masyarakat global.

1.  Peserta didik mampu menunjukkan sikap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nilai-nilai luhur kebudayaan yang dimiliki masyarakat Indonesia.

2.  Peserta didik mampu menunjukkan perilaku berpartisipasi dalam upaya pelestarian dan pemajuan kebudayaan nasional.

3.  Peserta didik mampu menunjukkan sikap menghayati budaya nasional sebagai alat pemersatu bangsa.

4.  Peserta didik mampu menunjukkan sikap bangga terhadap budaya nasional dalam kancah global.

• Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulai.

• Berkebinekaan global.

• Bergotong royong.

Bernalar kritis

A.  Budaya Nasional sebagai Identitas dan Jati Diri Bangsa

B.  Pelestarian dan Pemajuan Budaya Nasional

C. Budaya Nasional sebagai Alat Pemersatu Bangsa

D.  Tantangan Budaya Nasional di Era Globalisasi.

18 JP

BAB VI. LITERASI DIGITAL DALAM KEBINEKAAN BANGSA

Bhinneka Tunggal Ika

Peserta didik mampu mengidentifikasi keberagaman suku, agama, ras dan antargolongan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, dan mampu menerima keragaman dan perubahan budaya sebagai suatu kenyataan yang ada di dalam kehidupan bermasyarakat, dan menanggapi secara proporsional terhadap kondisi yang ada di lingkungan sesuai dengan peran dan kebutuhan yang ada di masyarakat. Peserta didik memahami urgensi pelestarian nilai tradisi, kearifan lokal dan budaya; menunjukkan contoh pelestarian nilai tradisi, kearifan lokal dan budaya. Peserta didik menumbuhkan sikap tanggung jawab dan berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan praktik nilai tradisi, kearifan lokal dan budaya dalam masyarakat global.

1.  Peserta didik mampu menghayati pentingnya merawat kebinekaan bangsa melalui literasi digital.

2.  Peserta didik mampu menerapkan etika berinternet dalam interaksi di dunia digital sebagai bentuk keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

3.  Peserta didik mampu menjelaskan hubungan literasi digital dengan kemajuan bangsa.

• Berkebinekaan global.

• Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulai.

Bergotong royong.

A.  Merawat Kebinekaan Bangsa melalui Literasi Digital

B.  Etika Berinternet (Netiket)

C.  Literasi Digital untuk Kemajuan Bangsa

15 JP

JUMLAH JAM PELAJARAN DALAM 1 TAHUN 2025-2026 DI KELAS VIII

 

108 JP

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FORMULIR PEMETAAN KEBUTUHAN BELAJAR MURID

Tujuan Pembelajaran:

Melalui pembelajaran Problem Based Learning dan Inquiry  Learning, peserta didik diharapkan dapat :

1. Menelaah konsep tentang Kedudukan dan Fungsi Pancasila  secara tepat

2. Menganalisis konsep Pancasila sebagai Pandangan Hidup dengan benar.

3. Mepresentasikan Hasil diskusi analisis Pancasila sebagai Pandangan Hidup.

Nama 

Siswa

Kelas / Smt.

….…………………………………………………………..

 VIII (Delapan) / I (GANJIL)

4. Preferensi Gaya Belajar:

• Visual

Belajar dengan melihat (misalnya melalui materi yang berupa gambar, diagram, power point,

 

1.  Kegiatan apa yang saya minati? (MINAT)

……………………………………

 

2.  Kegiatan apa yang saya tekuni? (BAKAT)

……………………………………

 

3. Kegiatan apa yang saya senangi/ gemari?

(HOBI)

……………………………………

catatan, peta konsep, graphic organizer, dsb.);

• Auditori

Belajar dengan mendengar (misalnya mendengarkan penjelasan guru, membaca dengan keras, mendengarkan pendapat saat

berdiskusi, mendengarkan musik);

• Kinestetik

Belajar sambil melakukan (misalnya sambil bergerak, melakukan kegiatan hands on, dsb.). Dari preferensi di atas, gaya belajar seperti apakah yang saya sukai? (PROFIL BELAJAR)

a. Visual     b. Auditori    c. Kinestetik

 

Kesiapan Belajar

1. Bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dapat menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai permasalahan sosial di masyarakat saat ini?

2. Mengapa penting bagi setiap warga negara Indonesia untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari?

 

 

SATUAN PENDIDIKAN : SMP ALAM AQWIYA KELAS/SEMESTER : VIII/ GANJIL

Jumlah siswa : 20 orang


PROFIL BELJAR

MURID

VISUAL

AUDITORI

KINESTETIK

Nama murid

Abdillah Ramadan

Daffa Setyo Utomo

Hilda Eka Ramdani

 

Ahmad Risqi Hafiyyan

David Azhar Al-Ghaniyyu

Khowan Tsabitul 'Azmi

 

Albiy Maulana Jayyidin

Dimas Ibnu Mustofa

Muhamad Diva Nur Viqri

 

Alfin Galih Mubarok

Dino Ali Zulfikar

Muhammad Azka Alfarisi

 

Alvin Satria Pratama

Fadli Abdillah Muhammad

Muhammad Khairul Zakiyah

 

Arju Muhamad Shidqi

Ginanjar Wisnu Febriyan

Muhammad Nur Fadil

 

Azkiel Kiar Ramdhana

Hamdan Musafee

 

Produk

Murid diperbolehkan memilih cara menuangkan pemahaman, mereka tentang konsep Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa yang dipraktekkan dalam kegiatan sehari-hari dalam masyarakat dalam bentuk  artikel, cerita bergambar dan lain-lain.

Proses

Saat memulai pembelajaran guru menggunakan video dan

gambar-gambar

Guru juga menjelaskan garis besar materi secara lengkap

Pengamatan Lingkungan Sekolah dan Lingkungan Sekitar


 

MODUL AJAR

BAB 1 : KEDUDUKAN DAN FUNGSI PANCASILA

PERTEMUAN 6 : PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP BANGSA

 

INFORMASI UMUM

 

I. IDENTITAS MODUL

Nama Penyusun : Supriyanto

Satuan Pendidikan : SMP Aqwiya Cilongok Banyumas

Kelas / Kelas : VIII (Delapan) - D

Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Prediksi Alokasi Waktu : 2 x 40

Tahun Penyusunan : 2025 / 2026

 

II. KOMPETENSI AWAL

Bagian ini memberikan penjelasan terkait Pancasila yang menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia. Pancasila sendiri merupakan kristalisasi dari pengalaman hidup dalam sejarah panjang bangsa Indonesia yang telah membentuk karakter, perilaku, etika, tata nilai dan norma yang telah membentuk menjadi pandangan hidup bangsa. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bangsa Indonesia mengedepankan cara-cara musyawarah untuk pengambilan keputusan dan mengatasi persoalan bangsa dan negara. Nilai keadilan sosial menjadikan Bangsa Indonesia sebuah bangsa yang dermawan dan gemar berbagi. Bangsa Indonesia menolak pemusatan kekayaan hanya dimiliki dan dikuasai oleh segilintir orang.

 

III. PROFIL PELAJAR PANCASILA

Beriman, bertakwa kepada Tuhan yag maha Esa, bergotong royong, bernalar kritis, kreatif, inovatif, mandiri, berkebhinekaan global

 

IV. SARANA DAN PRASARANA

1. Buku Teks        4. Handout materi

2. Laptop/Komputer PC      5. Papan tulis/White Boa

3. Akses Internet                 6. Lembar kerja 7. Proyektor 8. Referensi lain yang mendukung

 

V. TARGET MURID

Murid reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar yang berjumlah 20 anak.

 

VI. MODEL PEMBELAJARAN

Pembelajaran mendalam dan asesmen berdiferensiasi  dengan Problem Based Learning terintegrasi Inquiry Learning


KOMPONEN INTI

 

I. TUJUAN PEMBELAJARAN

1. murid mampu menjelaskan fungsi Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa.

2. murid mampu menghayati pentingnya kedudukan dan fungsi Pancasila.

3. murid mampu mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan.sehari-hari sebagai Pandangan Hidup Bangsa

 

II. PEMAHAMAN BERMAKNA

Murid menyadari bahwa mempelajari materi Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

 

III. PERTANYAAN PEMANTIK

3. Bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila dapat menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai permasalahan sosial di masyarakat saat ini?

4. Mengapa penting bagi setiap warga negara Indonesia untuk menjadikan Pancasila sebagai dasar berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari?

PERTEMUAN KE-6

I. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)

1. Mengucapkan salam

2. Sebelum proses pembelajaran dimulai, salah satu siswa diminta maju ke depan kelas untuk memimpin doa bersama

3. Menyapa dan berbincang dengan 2–3 siswa

4. Menciptakan suasana kelas yang kondusif/ menyenangkan dengan menyanyikan lagu nasional “Garuda Pancasila “

5. Menyampaikan rencana dan tujuan pembelajaran hari itu

6. Menyerukan yel-yel pembelajaran PPKn dengan “ Jaya..jaya..jaya…Indonesia”

 

II. Kegiatan Inti (60 Menit)

1. Guru menunjuk beberapa siswa untuk mereview terkait materi subbab Pancasila sebagai Pandangan Hidup  yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya

2. Guru menanyakan ke siswa jika masih ada materi yang belum dipahami terkait subbab Pancasila sebagai Dasar Negara. Guru atau siswa yang lain bisa saling memberikan pendapatnya

3. Guru  meminta 2–3 siswa menjelaskan tentang materi yang telah di pelajari di rumah terkait subbab Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa, lalu mendiskusikannya. Siswa saling memberikan pendapat atau pandangannya

4. Guru membentuk kelas menjadi 4 grup dan masing-masing grup dibagi LKPD

5. Guru menjelaskan materi Kedudukan dan Fungsi Pancasila lewat media ppt di layar proyektor

6. Untuk menambah pengetahuan siswa, guru memutar video terkait kedudukan dan fungsi Pancasila pada link :  https://youtu.be/6zAfitFprDg?si=4__q1t8lC73-PFm2

7. Siswa menyimak dan menganalisis isi dan materi pada video tersebut

8. Siswa diminta membaca tambahan informasi pada Lembar Kerja siswa dan mengerjakan tugasnya.

9. Guru membuat undian untuk memilih kelompok mana yang akan presentasi di depan kelas terlebih dahulu. Caranya  nama kelompok ditulis di kertas ukuran kecil, lalu melipatnya. Selanjutnya perwakilan dari masing-masing kelompok diminta untuk mengambil kertas undian tersebut dan membacakannya

10.  Salah seorang perwakilan masing-masing grup mempresentasikan hasil pekerjaannya

11. Grup lain memberikan pertanyaan terkait presentasi dari pemateri

III. Kegiatan Penutup (10 Menit)

1. Siswa didampingi guru untuk membuat kesimpulan atas pembelajaran hari ini

2. Guru meminta siswa untuk menyampaikan refleksi,. salah. satunya. meminta. siswa. secara. objektif menyatakan Apa Manfaat Bagi-Ku(AMBAK) terkait pembelajaran hari ini

3. Guru memberikan apresiasi, respon ataupun klarifikasi dari proses pembelajaran hari ini.

4. Guru memberikan penjelasan secara umum materi pertemuan berikutnya tentang Subbab Pancasila sebagai Sumber dari Segala Sumber Hukum

(Buku Siswa PPKn Kelas VIII ) dan siswa diminta untuk terlebih dahulu mempelajarinya di rumah

6. Menyerukan bersama yel PPKn :  Jaya….Jaya…..Jaya…..Indonesia

7. Guru menunjuk salah satu siswa untuk memimpin doa penutup

8. Guru membuat catatan atau penilaian terhadap siswa dari aspek sikap & pengetahuan selama proses pertemuan ini

 

VII. ASESMEN

1. Penilaian Sikap (Civic Disposition)

Indikator sikap didasarkan pada hasil pengamatan terhadap siswa, baik pengamatan langsung maupun pengamatan tidak langsung. Pengamatan langsung dilakukan guru dalam setiap pertemuan terhadap siswa dalam menjalani kegiatan pembelajaran. Pengamatan  tidak langsung didasarkan pada laporan menyangkut sikap siswa sehari-hari baik dirumah,sekolah,.maupun.masyarakat.yang.telah.terkonfirmasi.

Indikator sikap dapat mengacu pada empat ranah kecerdasan, yakni kecerdasan spiritual-kultural (olah hati/SQ), kecerdasan intelektual (olah pikir/ IQ),. kecerdasan. fisikal-mental. (olah. raga/AQ),. serta. kecerdasan. emosi-sosial. (olah rasa dan karsa/EQ).

Jujur, rajin beribadah, dan menjauhi larangan agama merupakan indikator sikap spiritual. Partisipasi dan ketekunan belajar menjadi indikator sikap intelektual. Bersih, disiplin, dan tanggung jawab adalah indikator sikap mental, sedangkan ramah, antusias, dan kolaborasi termasuk indikator sikap emosi-sosial.

Pelaksanan penilaian sikap dalam dua kategori. Kategori pertama penilaian sikap adalah yang dilakukan setiap akhir pertemuan yang berarti sebanyak 36 kali dalam satu semester.

Adapun kategori kedua yang dilakukan secara berkala per semester berdasar hasil pengamatan langsung maupun tidak langsung yang telah terverifikasi.terlebih.dahulu.

Penilaian menggunakan empat tingkat, yakni Baik Sekali (A=4), Baik (B=3), Sedang (C=2), serta Kurang (D=1). Untuk penilaian sikap di setiap akhir pertemuan dilakukan dengan merangkum seluruh aspek sikap, dan dapat menggunakan format sebagai berikut:

Tabel 1 Contoh Penilaian Sikap pada Pertemuan

No

Nama

Pertemuan dan Nilai (A=4, B=3, C=2, D=1)

1

2

3

4

...

...

14

Jumlah

Ratarata

1

 

 

 

 

 

...

...

 

 

 

2

 

 

 

 

 

...

...

 

 

 

3

...

 

 

 

 

 

 

 

 

 

...

...

 

 

 

 

 

 

 

 

 

...

...

 

 

 

 

 

 

 

 

 

...

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Penilaian Keterampilan (Civic Skills)

Penilaian keterampilan dilakukan juga berdasarkan pengamatan guru terutama terhadap keterampilan siswa dalam menjalani kegiatan pembelajaran di sekolah. Penilaian didasarkan pada keterampilan-keterampilan sesuai contoh indikator di bawah ini atau indikator lain yang relevan dapat ditentukan masing-masing guru.

Indikator keterampilan antara lain adalah kemampuan menyampaikan hasil diskusi kelompok secara tegas dan lugas; kemampuan mengomunikasikan ide dan gagasan dengan terarah dan sistematis; kemampuan merespons pertanyaan yang pada sesi diskusi; atau lainnya, pelaksanan penilaian keterampilan dilakukan di setiap akhir pertemuan yang menuntut adanya penilaian keterampilan, dengan menggunakan empat tingkat penilaian, yakni Baik Sekali (A=4), Baik (B=3), Sedang (C=2), serta Kurang (D=1).

Tabel 2 Contoh Pedoman Penilaian Aspek Keterampilan

Nama murid: …………………………………….

No

Indikator

Pertemuan dan Nilai (A, B, C, D)

1

2

3

...

...

14

Ratarata

1

Mampu menyampaikan hasil diskusi kelompok secara tegas dan lugas

 

 

 

 

 

 

 

2

Mampu mengomunikasikan ide dan gagasan dengan terarah dan sistematis

 

 

 

 

 

 

 

3

Mampu merespons pertanyaan yang pada sesi diskusi

 

 

 

 

 

 

 

4

Mampu menunjukkan perilaku tertib dan baik saat pelaksanaan simulasi antre

 

 

 

 

 

 

 

...

...

 

 

 

 

 

 

 

Nilai Akhir

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Penilaian Pengetahuan (Civic Knowledge)

Penilaian pengetahuan dilakukan untuk mengukur keberhasilan siswa dalam memahami materi yang dipelajari dalam setiap pertemuan. Guru dapat menilai dari setiap aktivitas dalam pembelajaran. Guru dapat menilai dari kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan atau menganalisis persoalan. Guru dapat memberi skor pada setiap tugas dan keaktifan siswa dalam menjawab dan berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Penilaian dilakukan secara kuantitatif dengan rentang 0–100.

 

VIII. PENGAYAAN DAN REMEDIAL

Pancasila memiliki kedudukan dan fungsi yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Pancasila menjadi dasar penyelenggaraan negara Indonesia.  Agar lebih menghayati lagi, murid menyimak video yang diputar , kemudian  murid harus mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.  

 

IX.  REFLEKSI GURU DAN MURID

1. Konsisten memberi keteladanan pada siswa dalam sikap dan perilaku sehari-hari secara baik (Sangat baik/baik/sedang/kurang baik)

2. Menjadikan pembelajaran tidak berpusat pada  guru, melainkan berpusat pada siswa secara baik (Sangat baik/baik/ sedang/kurang baik)

3.Menggunakan pembelajaran secara kontekstual secara baik (Sangat baik/baik/sedang/kurang baik)

4. Apa yang perlu saya tingkatkan dalam proses pembelajaran pada bab ini?

 

 

 

 

 

Catatan Guru

1. Masalah:……….

2. Ide Baru  :………..

3. Momen Spesial :………….

 

 

Butlah poster yang mengandung kalimat persuasif sesuai dengan tema yang kamu pilih!

 

 

 

 


LEMBAR AKTIFITAS DISKUSI

 

NAMA                         : 

 

KELAS                        :

 

Hal yang disukai          :

 

Hal yang tidak disukai :

 

Saran                          :

 

 

 

 

GLOSARIUM

BPJS layanan kesehatan

Distribusi pemindahan

Pancasila panca itu lima sila itu dasar , dasar yang lima

Tradisi adat kebiasaan

Tato cap di badan

 

DAFTAR PUSTAKA

1. Bo'a, Fais Yonas. 2018. Pancasila sebagai Sumber Segala Sumber Hukum dalam Sistem Hukum Nasional. Jurnal Konstitusi, Vol 15. No. 1, 2018.

https:// jurnalkonstitusi.mkri.id/index.php/jk/article/view/1512/351

2. Krisnayuda, Backy. Pancasila & Undang-Undang: Relasi dan Transformasi Keduanya dalam Sistem.

3. Pancasila dalam Sistem Hukum (Fais Yonas Bo'a)

4. Pancasila Sumber dari Segala Sumber Hukum di Indonesia (Kurnisar Kurnisar)

5. Pancasila Sebagai Ideologi dan Dasar Negara (Ronto)

6. Lahirnya Pancasila: kumpulan pidato BPUPKI (Floriberta Aning S)

7. Pancasila (Suparman, S.Pd.)

8. Filsafat Pancasila Menurut Bung Karno (Soekarno)

9. Karakter Pancasila, Membangun Pribadi dan Bangsa Bermanfaat (Zaim Uchrowi)

10. Makna dan Arti Penting Pancasila sebagai Dasar Negara 

(https://www.kelaspintar.id/blog/edutech/makna-dan-arti-penting-pancasila-sebagai dasar-negara-4940/)

 



LAMPIRAN- LAMPIRAN

 

LAMPIRAN 1

 

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

BAHAN BACAAN GURU DAN Murid

Mata Pelajaran: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
Kelas/Semester: VIII / 1
Tema: Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa
Alokasi Waktu: 2 × 40 menit

A. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:

1. Menjelaskan makna Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa.

2. Mengidentifikasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

3. Menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan sekolah dan masyarakat.

 B. Petunjuk Pengerjaan

1. Bacalah setiap perintah dengan seksama.

2. Diskusikan bersama teman kelompokmu jika diminta.

3. Tulislah jawabanmu dengan jelas dan lengkap.

4. Kerjakan dengan jujur dan bertanggung jawab.

C. Kegiatan Pembelajaran

I. Pengamatan (Mengamati)

Perhatikan gambar dalam ppt atau video berikut (guru dapat menampilkan gambar di kelas, seperti kegiatan gotong royong, musyawarah, atau menghormati perbedaan agama).
Pertanyaan:
a. Nilai-nilai Pancasila apa saja yang tercermin dalam gambar tersebut?
b. Mengapa perilaku dalam gambar tersebut penting diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat?

II. Menanya

Tulislah dua pertanyaan yang muncul di benakmu setelah mengamati gambar atau situasi di atas.

1 ...................................................................…

2....................................................................

III. Mengeksplorasi dan Menalar

Baca dan Analisilah pembahasan berikut !

Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Kalian pasti memiliki nilai-nilai dalam diri yang menjadi acuan bagi kalian dalam bergaul, baik dalam kehidupan di sekolah maupun sehari-hari. Nilai-nilai itu terbentuk dari serangkaian proses belajar dan pengalaman hidup yang kalian jalani sampai saat ini. Lalu, nilai-nilai itu membentuk pandangan hidup kalian.

Gambaran Pancasila bagi Negara dan Bangsa Indonesia. Pancasila merupakan kristalisasi dari pengalaman hidup dalam sejarah panjang bangsa Indonesia yang telah membentuk karakter, perilaku, etika, tata nilai dan norma yang telah membentuk menjadi pandangan hidup bangsa. Pandangan hidup sendiri adalah suatu wawasan menyeluruh terhadap kehidupan yang terdiri dari kesatuan rangkaian dari nilai-nilai luhur. Artinya, Pancasila merupakan nilai-nilai dasar dan luhur Bangsa Indonesia yang menjadi acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Nilai ketuhanan menjadikan bangsa Indonesia sebuah bangsa yang religius. Nilai-nilai agama terinternalisasi dalam diri dan terimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Maka, pandangan hidup ini mewarnai berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai contoh dalam bidang pendidikan, maka disusunlah tujuan pendidikan nasional, sebagaimana termaktub dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pada pasal 3 tertulis, “Tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi murid agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia…”.

Pasal 3 Undang-undang Sisdiknas tersebut menjadi bukti bahwa Pancasila telah menjadi pandangan hidup bangsa. Sehingga, ketika merumuskan peraturan perundang-undangan, pandangan hidup ini mewarnainya. Dengan demikian, tujuan pendidikan nasional menjadi senapas dan seirama dengan  sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

 

 

 

 

 

 

Gambar. 

Kegiatan pembelajaran di kelas VIII C dengan materi Pancasila sebagai Pandangan Hidup Bangsa. Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab menjadikan Bangsa Indonesia sebuah bangsa yang menghargai harkat dan martabat kemanusiaan. Tidak boleh ada eksploitasi manusia atas manusia lainnya. Bangsa  ini membuat peraturan perundangan yang melarang human trafficking (perdagangan manusia).

Bangsa Indonesia juga menolak segala bentuk penjajahan di atas muka bumi. Hal ini tegas disebutkan dalam Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI Tahun 1945) alinea pertama. “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

Nilai persatuan menjadi kan Bangsa Indonesia sebuah bangsa yang mencintai persatuan. Ketika detik-detik akhir pengumuman dan pengesahan Piagam Jakarta, ada keberatan dari Perwakilan Indonesia Timur yang berpotensi memecah persatuan bangsa, maka para pemimpin bangsa dari kalangan Islam ketika itu dengan lapang dada bersedia mengubah rumusan sila pertama dari semula, “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”, menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa.” Ini merupakan bukti bahwa nilai persatuan dalam sila ketiga Pancasil  telah menjadi pandangan hidup Bangsa Indonesia sebelum Pancasila itu lahir. Pandangan hidup ini mempengaruhi dalam bersikap dan mengambil keputusan mengenai persoalan berbangsa dan bernegara.

Nilai permusyawaratan menjadikan Bangsa Indonesia sebuah bangsa yang mengutamakan musyawarah mufakat untuk memecahkan persoalan. Juga memberikan hak kepada warga negara untuk berpendapat di muka publik. Hal ini ditegaskan dalam UUD NRI Tahun 1945 pasal 28, “Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, me ngeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan un dang-undang.”

Bangsa Indonesia menolak tindakan pemaksaan kepada seseorang untuk mengikuti pendapatnya atau mendukungnya melakukan sesuatu. Bangsa Indonesia mengedepankan cara-cara musyawarah untuk pengambilan keputusan dan mengatasi persoalan bangsa dan negara.

Nilai keadilan sosial menjadikan Bangsa Indonesia sebuah bangsa yang dermawan dan gemar berbagi. Mereka hidup rukun dalam tradisi gotong-royong. Membantu warga masyarakat yang kesusahan sudah menjadi pandangan hidup yang mewarnai kehidupan bangsa. Distribusi kesejahteraan sosial secara adil telah lama menjadi nilai dan pandangan hidup Bangsa Indonesia. Negara melaksanakan program BPJS kesehatan sebagai bentuk layanan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kalian bisa mempraktekan kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, kalian tidak ikut-ikutan ketika mendapati beberapa pelajar laki-laki yang mengenakan anting dan tato. Karena, itu tidak sesuai dengan pandangan hidup Bangsa Indonesia yang dijiwai oleh Pancasila. Kalian merasa bangga menampilkan perilaku santun dan pakaian sopan sebagai ciri khas Bangsa Indonesia.

 

 

 

 

 

IV.  Uji Kompetensi

Nama Siswa : ………………………………………..

1.Apa yang dimaksud Pancasila sebagai Dasar Negara ?

….…………………………………………………………….

1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa!
......................................................................................................................

3. Berikan contoh penerapan nilai-nilai dari dua sila Pancasila dalam kehidupan di sekolah!

A. Sila ke- ... : .............................................................................................

B. Sila ke- ... : .............................................................................................

4. Apa akibatnya jika masyarakat tidak menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup?
......................................................................................................................
5. Jelaskan arti penting pandangan hidup bagi bangsa Indonesia!

….…………………………………………………………………………

V. Menyimpulkan

Tuliskan kesimpulanmu dari hasil pembelajaran hari ini dalam 3 kalimat

….…………………………………………………………………………………….

….……………………………………………………………………………………

….…………………………………………………………………………………..

VI. Refleksi Diri

Isilah tabel berikut dengan jujur!

Pernyataan

Ya

Tidak

Saya memahami makna Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa

Saya dapat mencontohkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari

Saya berusaha menerapkan sikap sesuai nilai-nilai Pancasila di sekolah

 

D. Penilaian

Aspek yang Dinilai

Kriteria

Pengetahuan

Menjelaskan makna Pancasila dengan tepat

Keterampilan

Mampu memberikan contoh konkret penerapan nilai Pancasila

Sikap

Menunjukkan tanggung jawab, kerja sama, dan sikap toleransi selama kegiatan

 

 

 

 

 

 LAMPIRAN 2

 

1. Asesment Awal.

Pilihlah Dengan cara memberi tanda melingkari/menyilang pada point yang sesuai dengan pendapatmu!

 

1

A

Sepak bola, bulu tangkis ,

berenang.

B

Bernyayi/ menggambar/

menari.

C

Makan/ memasak/

berbelanja makanan.

2

A

Menonton Bola.

B

Menonton konser.

C

Menonton iklan makanan.

3

A

Suka Arema/ Persebaya.

B

Suka lagu, menari,

menyayi.

C

Suka membuat makanan,

minuman.

4

A

Suka kaos bergambar

bola

B

Suka pada artis Korea

dll.

C

Suka melihat makanan

enak.

5

A

Suka bergerak.

B

Suka pemandangan

indah.

C

Suka memilih makanan.

6

A

Jika waktu luang bermain bola, bersepeda.

B

Jika waktu luang bermain bernyanyi,

menggambar.

C

Jika waktu luang suka makan, belanja makanan/

gofood.

7

A

Bermain dengan teman yang senang bola/ bulu

tangkis/ berenang.

B

Bermain dengan teman yang senang menyanyi/

menari/ mewarnai

C

Bermain dengan teman yang suka makanan enak.

 

Jika poin A lebih banyak maka minatnya adalah olah raga. Jika poin B lebih banyak maka minatnya adalah kesenian Jika poin C lebih banyak maka minatnya adalah kuliner.

 

RUBRIK PENILAIAN

Assesment Formatif.

1) Penilaian Sikap

Teknik penilaian : observasi/pengamatan

No

Nama Murid

Sangat Aktif Lebih 3 kali

berpendapat

Aktif

(kurang dari 2 kali berpendapat

Cukup aktif (1 kali berpendap at)

Tidak aktif.

(tidak bepen dapat)

Tindak Lanjut

1

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

2) Penilaian portofolio

Teknik penilaian : Tugas portofolio. Rubrik Penilaian Ketrampilan

 

Indikator Penilaian

Skor / Rentang Nilai / Predikat

4

3

2

1

76-100 (A)

70-75(B)

60-70 (C)

<60 (D)

Sangat Terampil

Terampil

Cukup Terampil

Kurang Terampil

Kreativitas

Sangat kreatif (memuat lebih dari 3 gambar dan komposisi warna sesuai dan sangat menarik)

Kreatif (memuat 3 gambar, komposisi warna sesuai dan menarik)

Cukup Kreatif (memuat 2 gambar, komposis i warna cukup menarik)

Kurang Kreatif. (memuat 2 gambar komposisi warna kurang sesuai dan menarik)

Ketepatan

Sangat tepat. (Kalimat sangat sesuai tema dan EYD)

Tepat. (Kalimat sesuai

tema dan EYD)

Kurang tepat. (Kalimat kurang sesuai tema dan EYD)

Tidak tepat. (Kalimat tidak sesuai tema dan EYD)

Kerapian.

Sangat rapi. (gambar dan tulisan sangat proporsional)

Rapi. (gambar

proporsio nal)

Kurang rapi. (gambar kurang proporsional)

Tidak rapi. (gambar tidak proporsional)


1. Asesmen Awal  :  Analisa Minat Murid.

 

No

Nama

Jumlah Point A

Jumlah Point B

Jumlah Point C

Minat

1

Abdillah Ramadan

 

 

 

 

2

Ahmad Risqi Hafiyyan

 

 

 

 

3

Albiy Maulana Jayyidin

 

 

 

 

4

Alfin Galih Mubarok

 

 

 

 

5

Alvin Satria Pratama

 

 

 

 

6

Arju Muhamad Shidqi

 

 

 

 

7

Azkiel Kiar Ramdhana

 

 

 

 

8

Daffa Setyo Utomo

 

 

 

 

9

David Azhar Al-Ghaniyyu

 

 

 

 

10

Dimas Ibnu Mustofa

 

 

 

 

11

Dino Ali Zulfikar

 

 

 

 

12

Fadli Abdillah Muhammad

 

 

 

 

13

Ginanjar Wisnu Febriyan

 

 

 

 

14

Hamdan Musafee

 

 

 

 

15

Hilda Eka Ramdani

 

 

 

 

16

Khowan Tsabitul 'Azmi

 

 

 

 

17

Muhamad Diva Nur Viqri

 

 

 

 

18

Muhammad Azka Alfarisi

 

 

 

 

19

Muhammad Khairul Zakiyah

 

 

 

 

20

Muhammad Nur Fadil

 

 

 

 

 

2. Penilaian Sikap

No

Nama

Aspek yang dinilai

Ket

1

2

3

Skor akhir

1

Abdillah Ramadan

 

 

 

 

 

2

Ahmad Risqi Hafiyyan

 

 

 

 

 

3

Albiy Maulana Jayyidin

 

 

 

 

 

4

Alfin Galih Mubarok

 

 

 

 

 

5

Alvin Satria Pratama

 

 

 

 

 

6

Arju Muhamad Shidqi

 

 

 

 

 

7

Azkiel Kiar Ramdhana

 

 

 

 

 

8

Daffa Setyo Utomo

 

 

 

 

 

9

David Azhar Al-Ghaniyyu

 

 

 

 

 

10

Dimas Ibnu Mustofa

 

 

 

 

 

11

Dino Ali Zulfikar

 

 

 

 

 

12

Fadli Abdillah Muhammad

 

 

 

 

 

13

Ginanjar Wisnu Febriyan

 

 

 

 

 

14

Hamdan Musafee

 

 

 

 

 

15

Hilda Eka Ramdani

 

 

 

 

 

16

Khowan Tsabitul 'Azmi

 

 

 

 

 

17

Muhamad Diva Nur Viqri

 

 

 

 

 

18

Muhammad Azka Alfarisi

 

 

 

 

 

19

Muhammad Khairul Zakiyah

 

 

 

 

 

20

Muhammad Nur Fadil

 

 

 

 

 

 

3. Penilaian Portopolio

 

No

Nama

Aspek yang dinilai

 

Ket

1

2

3

4

Skor akhir

1

Abdillah Ramadan

 

 

 

 

 

 

2

Ahmad Risqi Hafiyyan

 

 

 

 

 

 

3

Albiy Maulana Jayyidin

 

 

 

 

 

 

4

Alfin Galih Mubarok

 

 

 

 

 

 

5

Alvin Satria Pratama

 

 

 

 

 

 

6

Arju Muhamad Shidqi

 

 

 

 

 

 

7

Azkiel Kiar Ramdhana

 

 

 

 

 

 

8

Daffa Setyo Utomo

 

 

 

 

 

 

9

David Azhar Al-Ghaniyyu

 

 

 

 

 

 

10

Dimas Ibnu Mustofa

 

 

 

 

 

 

11

Dino Ali Zulfikar

 

 

 

 

 

 

12

Fadli Abdillah Muhammad

 

 

 

 

 

 

13

Ginanjar Wisnu Febriyan

 

 

 

 

 

 

14

Hamdan Musafee

 

 

 

 

 

 

15

Hilda Eka Ramdani

 

 

 

 

 

 

16

Khowan Tsabitul 'Azmi

 

 

 

 

 

 

17

Muhamad Diva Nur Viqri

 

 

 

 

 

 

18

Muhammad Azka Alfarisi

 

 

 

 

 

 

19

Muhammad Khairul Zakiyah

 

 

 

 

 

 

20

Muhammad Nur Fadil

 

 

 

 

 

 


 

 LAMPIRAN 3 REFLEKSI

 

NAMA : 

NO ABSEN

Isilah pertanyaan dibawah ini dengan cara mengisi Ya/ Tidak!

1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran? IYA

2. Guru memberikan materi yang menarik?IYA

3. Guru memberikan tugas sesuai minat?.IYA

4. Guru menyampaikan materi pembelajaran dengan jelas? IYA

5. Guru memberikan kesempatan berpendapat? IYA

6. Guru membantu kesulitan belajarmu? IYA

7. Guru memberikan penilaian pada tugas yang dikerjakan? IYA 

8. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan menuliskan pendapatmu!

9. Bagaimana perasaanmu setelah mengikuti pembelajaran, jelaskan ?

Senang sekali karena ketika membuat poster boleh memilih sesuai kesukaan saya.


NAMA :

NO ABSEN

Isilah pertanyaan dibawah ini dengan cara mengisi Ya/ Tidak!

1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran?IYA

2. Guru memberikan materi yang menarik?IYA

3. Guru memberikan tugas sesuai minat?.IYA

4. Guru menyampaikan materi pembelajaran dengan jelas? IYA

5. Guru memberikan kesempatan berpendapat? IYA

6. Guru membantu kesulitan belajarmu? IYA

7. Guru memberikan penilaian pada tugas yang dikerjakan? IYA

8. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan menuliskan pendapatmu!

9. Bagaimana perasaanmu setelah mengikuti pembelajaran, jelaskan ?

Senang sekali karena bisa memberikan saran kepada teman tentang Suatu yang tidak disukai.


 

 

NAMA : 

NO ABSEN

Isilah pertanyaan dibawah ini dengan cara mengisi Ya/ Tidak!

1. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran? IYA

2. Guru memberikan materi yang menarik?IYA

3. Guru memberikan tugas sesuai minat?.IYA

4. Guru menyampaikan materi pembelajaran dengan jelas? IYA

5. Guru memberikan kesempatan berpendapat? IYA

6. Guru membantu kesulitan belajarmu? IYA

7. Guru memberikan penilaian pada tugas yang dikerjakan? IYA

8. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan menuliskan pendapatmu!

9. Bagaimana perasaanmu setelah mengikuti pembelajaran, jelaskan ?

Senang sekali karena diawal pelajaran sama bu guru diberitahu seoarang atlet yang berprestasi walaupun hanya punya satu kaki.saya jadi merasa bersyuku


NAMA :

NIP -

JABATAN : Guru

Isilah pertanyaan dibawah ini dengan cara mengisi Jawaban singkat!

1. Guru melakukan strategi yang berpihak pada murid?.IYA

2. Guru melakukan strategi yang sesuai kebutuhan murid?.IYA

3. Guru memberikan kesempatan belajar kepada murid sesuai kemampuannya? IYA

4. Apakah menurut anda strategi yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi murid? IYA

Jawablah pertanyaan berikut sesuai kondisi yang di amati.

5. Menurut anda apa kelebihan dari pembelajaran yang dilakukan?

Pembelajaran yang dilakukan lebih membuat siswa aktif dan melatih anak untuk berpikir kritis yaitu ketika memberikan saran kepada orang lain dan juga kreatif dalam menuangkan ide yang sesuai minat murid.

6. Menurut anda apa yang perlu ditingkatkan dari pembelajaran yang dilakukan? Kegiatan membuat poster membutuhkan alokasi yang lebih lama sehingga perlu disesuaikan alokasi waktunya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN 4 PPT

NO

KONTEN

NO

KONTEN

1

 

6

 

2

 

7

 

3

 

8

 

4

 

9

 

5

 

10

 

 

 

LAMPIRAN 5 VIDEO PEMBELAJARAN

https://youtu.be/6zAfitFprDg?si=4__q1t8lC73-PFm2

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal UP PPG PKN lengkap dengan jawabannya yakni sebagai berikut.

laporan kegiatan literasi smp

Bank Soal sosiologi klas 12