p5 KEARIFAN LOKAL judul Dua Pelopor Bangsa Tanah Banyumas

 

A.  PLATFORM MERDEKA MENGAJAR

Tema  Kearifan Lokal  dengan judul  “Dua Pelopor Bangsa Tanah Banyumas”

No

Konten

No

Konten

1


7


2

8

3


9

4


10

5


11

6


12

 



 

B. UMPAN BALIK SISWA TOPIK  Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

1. Nama : Yaghyan Muqsit

Kelas : 7A

 

Saya sangat senang belajar Projek P5 karena bisa langsung melihat museum  bersama-sama teman-teman sekelas, saya menjadi semangat dalam belajar.

 

2. Nama : Eko Heriyanto

Kelas 7A

 

Belajar P5 sungguh menyenangkan  kami memiliki tugas untuk meniru perjuangan  bliau

 

3. Nama  : Alfan Iqbal Ifqi

Kelas : 7A

 

Pokoknya saya senang sekali belajar P5 bisa merasakan langsung perjuangannya lewat diaroma yang ada di museum

 

C. DOKUMENTASI

 


 

 

 

D. MODUL PROJEK

DAFTAR ISI

Profil projek ........................................................................1

Daftar isi ............................................................................  2

  1. Pendahuluan ................................................................  3
  2. Relevansi projek bagi sekolah dan guru mapel..............3
  3. Tujuan projek..................................................................4
  4. Perkembangan sub elemen antar fase..........................6
  5. Cara penggunaan panduan projek................................11
  6. Rubrik penilaian.............................................................13
  7. Maping Alur ...................................................................15
  8. Alur aktivitas...................................................................16
  9. Tahapan projek...............................................................17
  10. Assesmen ......................................................................26
  11. Glosarium ......................................................................31

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

A.   PENDAHULUAN

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas terbitnya Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini. Panduan ini disusun  dalam rangka menjalankan amanat kurikulum merdeka  Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan.

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler.

Modul ini memuat penyiapan ekosistem sekolah, desain projek penguatan profil pelajar Pancasila, pengelolaan projek penguatan profil pelajar Pancasila, pengolahan asesmen dan melaporkan hasil projek penguatan profil pelajar Pancasila, serta evaluasi dan tindak lanjut projek penguatan profil pelajar Pancasila

Modul ini masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi untuk menuju suatu hasil yang maksimal. Perlu saran dan masukan untuk menambah modul ini menjadi lebih baik kedepannya.Semoga apa yang kita lakukan senantiasa untuk kebaikan anak didik kita menuju cita-cita harapan bangsa yang telah diamanatkan dalam UUD 45.

Akhir kata, kami mengucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh tim penyusun, penelaah dan kontributor, beserta tim fasilitator, yang telah bekerja dengan sepenuh hati untuk menghasilkan sebuah modul yang menginpisrasi

B.   Relevansi projek ini bagi sekolah dan semua guru mata pelajaran

            Projek ini dilatarbelakangi adanya tempat bersejarah dari kedua tokoh bangsa di wilayah kecamatan Cilongok, dimana kebanyakan siswa SMP Aqwiya Cilongok berasal, yaitu:

1.    Museum Jendral Sudirman

2.    Makam Syekh Makdum Wali

Tempat bersejarah tersebut ada yang sudah menjadi cagar budaya Banyumas. Selain itu, generasi muda sekarang cenderung tidak mengetahui keberadaan tempat bersejarah tersebut karena kurangnya informasi yang valid. Informasi yang ada hanya berasal dari juru kunci dan sumber di internet yang berdasar cerita dari mulut ke mulut.

Diharapkan dengan pelaksanaan projek ini, generasi sekarang akan mengenal dan memiliki kebanggan terhadap tempat bersejarah yang ada di lingkungannya dan menumbuhkan motivasi untuk melestarikan, meneladani dan mempublikasikan tempat bersejarah hingga kelak dikenal dunia.

C.   Tujuan Projek

Projek ini menyasar untuk pengembangan dimensi beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, khususnya empat sub-elemen dalam Profil Pelajar Pancasila yakni Mengenal dan mencintai Tuhan YME, Pemahaman agama/kepercayaan, Pelaksanaan kunjungan sejarah museum dan makam, serta merawat diri secara mental, fisik dan spiritual. Adapun penjelasan rinci mengenai kompetensi yang dikembangkan dalam projek ini dapat dilihat melalui tabel di bawah ini.

  1. Dimensi Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia

Elemen Akhlak Pribadi

Subelemen

Di akhir Fase D

Integritas

Berani dan konsisten menyampaikan kebenaran/fakta serta memahami konsekuensi-konsekuensinya untuk diri sendiri dan orang lain

Elemen Akhlak kepada manusia

Subelemen

Di akhir Fase D

Berempati kepada orang lain

Memahami perasaan dan sudut pandang orang dan/atau kelompok lain yang tidak pernah dikenalnya

Elemen akhlak kepada alam

Subelemen

Di akhir Fase D

Menjaga lingkungan alam semesta

Mewujudkan rasa syukur dan berinisiatif untuk menyelesaikan permasalahn lingkungan alam sekitarnya dengan mengajukan alternatif solusi dan mulai menerapkan solusi tersebut

 

  1. Dimensi Berkebhinekaan Global

Elemen Mengenal dan menghargai budaya

Subelemen

Di akhir Fase D

Menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya

Memahami pentingnya melestarikan dan merayakan tradisi budaya untuk mengembangkan identitas pribadi, sosial, dan bangsa Indonesia serta berupaya melestarikan budaya dalam kehidupan sehari-hari

 

  1. Dimensi Gotong Royong

Elemen kolaborasi

Subelemen

Di akhir Fase D

Kerjsama

Menyelaraskan Tindakan sendiri dengan Tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar, serta memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja efektif dakam mencapai tujuan bersama

Koordinasi sosial

Membagi peran dan menyelaraskan Tindakan dalam kelompok serta menjaga Tindakan agar selaras untuk mencapai tujuan bersama

 

  1. Dimensi Bernalar Kritis

Elemen memperoleh dan memproses informasi dan gagassan

Subelemen

Di akhir Fase D

Mengidentifikasi, megklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan

Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengevaluasi informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu

Elemen menganalisis dan mengevaluasi penalaran dan prosedurnya

Subelemen

Di akhir Fase D

Menganalisis dan mengevaluasi penalaran dan prosedurnya

Menalar dengan berbagai argument dalam mengambil suatu simpulan/keputusan

 

  1. Dimensi Kreatif

Elemen menghasilkan gagasan yang orisinil

Subelemen

Di akhir Fase D

 

Menghubungkan gagasan yang ia miliki dengan informasi atau gagasan orang lain untuk menghasilkan kombinasi gagasan baru dan imajinatif untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya

Elemen menghasilkan karya dan tindak orisinil

Subelemen

Di akhir Fase D

 

Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau Tindakan, serta mengevaluasinya dan mepertimbangkan dampaknya bagi orang lain

 

  1. Perkembangan Sub elemen Antar Fase

1.    Dimensi Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia

Subelemen

Sangat Berkembang

Berkembang Sesuai Harapan

Mulai Berkembang

Belum Berkembang

Integritas

Mampu menyampaikan fakta yang diperoleh dari hasil pengamatan dan eksplorasi dengan baik, runtut, jelas, dan konsisten

Mempu menyampaikan fakta yang diperoleh dari hasil pengamatan dan eksplorasi dengan baik, runtut, jelas namun belum konsisten

Mampu menyampaikan fakta yang diperoleh dari hasil pengamatan dan eksplorasi dengan baik, jelas namun belum runtut.

Mampu menyampaikan fakta yang diperoleh dari hasil pengamatan dan eksplorasi namun belum baik, jelas dan runtut

Berempati kepada orang lain

Dapat menyampaikan perasaanya dengan Bahasa yang santun, sikap yang baik sesuai unggah ungguh yang berlaku Ketika menanggapi suatu hal yang berkaitan dengan orang lain baik yang sudah dikenal sebelumnya atau tidak.

Dapat menyampaikan perasaanya dengan Bahasa yang santun, sikap yang baik sesuai unggah ungguh yang berlaku Ketika menanggapi suatu hal yang berkaitan dengan orang lain baik hanya kepada orang belum dikenal

Dapat menyampaikan perasaanya dengan Bahasa yang santun, namun belum sesuai dengan  unggah ungguh yang berlaku Ketika menanggapi suatu hal yang berkaitan dengan orang lain baik hanya kepada orang belum dikenal

Dapat menyampaikan perasaanya dengan namun belum menggunakan Bahasa yang santun dan sikap yang sesuai unggah ungguh yang berlaku Ketika menanggapi suatu hal yang berkaitan dengan orang lain baik hanya kepada orang belum dikenal

Menjaga lingkungan alam semesta

Mampu merumuskan solusi tentang upaya menjaga tempat bersejarah dan menunjukkan sikap konsisten dalam menjaga dan melestarikannya

Mampu merumuskan solusi tentang upaya menjaga tempat bersejarah namun belum menunjukkan sikap konsisten dalam menjaga dan melestarikannya

Mampu merumuskan solusi tentang upaya menjaga tempat bersejarah namun belum terstruktur dengan baik

Belum mampu merumuskan solusi tentang upaya menjaga tempat bersejarah warisan  dengan baik

 

2.    Dimensi Berkebhinekaan Global

Subelemen

Sangat Berkembang

Berkembang Sesuai Harapan

Mulai Berkembang

Belum Berkembang

Menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya

Menunjukkan sikap bangga terhadap warisan budaya lokal dan bersemangat dalam mempublikasikan warisan budaya lokal tersebut melalui media sosial dengan Bahasa yang terstruktur, runtut, dan jelas

Menunjukkan sikap bangga terhadap warisan budaya lokal dan bersemangat dalam mempublikasikan warisan budaya lokal tersebut melalui media sosial dengan Bahasa yang terstruktur, namun belum runtut dan jelas

Menunjukkan sikap bangga terhadap warisan budaya lokal namun belum menunjukkan kemampuan dalam mempublikasikan warisan budaya lokal tersebut melalui media sosial dengan Bahasa yang terstruktur, runtut, dan jelas

Masih belum percaya diri dalam mempublikasikan warisan budaya lokal melalui media sosial

 

3.    Dimensi Gotong Royong

Subelemen

Sangat Berkembang

Berkembang Sesuai Harapan

Mulai Berkembang

Belum Berkembang

Kerjsama

Menunjukkan kemampuan menyesuaikan pendapat diri dengan pendapat orang lain dalam kelompoknya dalam mencapai tujuan bersama dan mampu memotivasi teman dengan baik

Menunjukkan kemampuan menyesuaikan pendapat diri dengan pendapat orang lain dalam kelompoknya dalam mencapai tujuan bersama dan namun belum mampu memotivasi teman dengan baik

Belum mampu menunjukkan sikap mampu menyesuaikan diri dengan kelompoknya namun proaktif

Belum mampu menunjukkan sikap mampu menyesuaikan diri dengan kelompoknya dan pasif

Koordinasi sosial

Mampu membagi peran dalam kelompoknya sesuai kemampuan anggota kelompok dan merumuskan job deskripsi dalam mencapai tujuan bersama

Mampu membagi peran dalam kelompoknya sesuai kemampuan anggota kelompok namun belum mampu  merumuskan job deskripsi dalam mencapai tujuan bersama

Belum mampu membagi peran dalam kelompoknya namun bersikap proaktif dalam menjalankan tugas sesuai perannya

Belum mampu membagi peran dalam kelompoknya dan bersikap pasif hanya menunggu perintah

 

4.    Dimensi Bernalar Kritis

Subelemen

Sangat Berkembang

Berkembang Sesuai Harapan

Mulai Berkembang

Belum Berkembang

Kerjsama

Menunjukkan kemampuan menyesuaikan pendapat diri dengan pendapat orang lain dalam kelompoknya dalam mencapai tujuan bersama dan mampu memotivasi teman dengan baik

Menunjukkan kemampuan menyesuaikan pendapat diri dengan pendapat orang lain dalam kelompoknya dalam mencapai tujuan bersama dan namun belum mampu memotivasi teman dengan baik

Belum mampu menunjukkan sikap mampu menyesuaikan diri dengan kelompoknya namun proaktif

Belum mampu menunjukkan sikap mampu menyesuaikan diri dengan kelompoknya dan pasif

Koordinasi sosial

Mampu membagi peran dalam kelompoknya sesuai kemampuan anggota kelompok dan merumuskan job deskripsi dalam mencapai tujuan bersama

Mampu membagi peran dalam kelompoknya sesuai kemampuan anggota kelompok namun belum mampu  merumuskan job deskripsi dalam mencapai tujuan bersama

Belum mampu membagi peran dalam kelompoknya namun bersikap proaktif dalam menjalankan tugas sesuai perannya

Belum mampu membagi peran dalam kelompoknya dan bersikap pasif hanya menunggu perintah

 

5.    Dimensi Kreatif

Subelemen

Sangat Berkembang

Berkembang Sesuai Harapan

Mulai Berkembang

Belum Berkembang

 

Mampu menghubungkan gagasan yang ia miliki dengan informasi atau gagasan orang lain untuk menghasilkan kombinasi gagasan baru dan imajinatif untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya secara terstruktur, runtut dan jelas

Mampu menghubungkan gagasan yang ia miliki dengan informasi atau gagasan orang lain untuk menghasilkan kombinasi gagasan baru dan imajinatif untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya secara terstruktur, jelas namun belum runtut

Mampu menghubungkan gagasan yang ia miliki dengan informasi atau gagasan orang lain untuk menghasilkan kombinasi gagasan baru dan imajinatif untuk mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya namun belum terstruktur, runtut dan jelas

Belum mapu menghubungkan gagasan yang ia miliki dengan informasi atau gagasan orang lain untuk menghasilkan kombinasi gagasan baru dan imajinatif.

 

Mampu mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau Tindakan, serta mengevaluasinya dan mepertimbangkan dampaknya bagi orang lain secara terstruktur, runtut dan jelas

Mampu mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau Tindakan, serta mengevaluasinya dan mepertimbangkan dampaknya bagi orang lain secara terstruktur, jelas namun belum runtut

Mampu mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau Tindakan, namun belum mampu mengevaluasinya dan mepertimbangkan dampaknya bagi orang lain secara terstruktur, runtut dan jelas

Belum mampu mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau Tindakan, serta mengevaluasinya dan mepertimbangkan dampaknya bagi orang lain secara terstruktur, runtut dan jelas

 

  1. Cara Penggunaan Panduan Projek

            Projek ini dilatarbelakangi adanya tempat bersejarah dari kedua tokoh bangsa di wilayah kecamatan Cilongok, dimana kebanyakan siswa SMP Aqwiya Cilongok berasal, yaitu:

1.    Museum Jendral Sudirman

2.    Makam Syekh Makdum Wali

Tempat bersejarah tersebut ada yang sudah menjadi cagar budaya Banyumas. Selain itu, generasi muda sekarang cenderung tidak mengetahui keberadaan tempat bersejarah tersebut karena kurangnya informasi yang valid. Informasi yang ada hanya berasal dari juru kunci dan sumber di internet yang berdasar cerita dari mulut ke mulut.

Diharapkan dengan pelaksanaan projek ini, generasi sekarang akan mengenal dan memiliki kebanggan terhadap tempat bersejarah yang ada di lingkungannya dan menumbuhkan motivasi untuk melestarikan, meneladani dan mempublikasikan tempat bersejarah hingga kelak dikenal dunia.

Panduan ini dirancang untuk guru fase D (SMP) untuk melaksanakan kegiatan ko-kurikuler dengan tema Kearifan Lokal. Dalam panduan projek ini, terdapat 7 kegiatan yang saling berkaitan sesuai alur MERDEKA.

Projek ini direkomendasikan untuk dilaksanakan di semester gasal kelas VII dengan waktu total kurang lebih 88 jam pelajaran. Sebaiknya disediakan waktu antar aktivitas agar guru dan siswa memiliki waktu untuk mempersiapkan materi atau tugas yang bisa membuat diskusi dan refleksi menjadi lebih kritis dan bermakna.

Panduan ini bisa dijadikan acuan, namun guru dan sekolah memiliki kebebasan untuk menyesuaikan jumlah aktivitas atau alokasi waktu sesuai dengan kebutuhan siswa dan sekolah. Begitu juga dengan tahapan aktivitas dan materi di dalamnya, guru dan sekolah bisa menyesuaikannya sesuai dengan kondisi sekolah dan lingkungan.

Siswa disarankan untuk mengumpulkan dan menyimpan setiap hasil kerja dalam satu kesatuan agar bisa digunakan sebagai referensi yang membantu proses pembelajaran di setiap tahapan. Kumpulan hasil kerja di setiap aktivitas juga bisa digunakan sebagai portofolio pembelajaran siswa yang dapat membantu guru dalam melakukan asesmen, baik formatif maupun sumatif.

 

      Gambar Museum Sudirman dan Makam Syekh Makdum Wali

 

 

 

 

 

 

 

 

 


  1. Rubrik Penilaian

1.    Rubrik penilaian puisi, poster, artikel ilmiah, video, podcast, infografis, peta konsep

Unsur Penilaian

Sangat Berkembang

Berkembang Sesuai Harapan

Mulai Berkembang

Belum Berkembang

Informasi

memuat seluruh informasi yang diperlukan serta menambahkan informasi lain yang mendukung ide utama

memuat seluruh informasi yang diperlukan

Masih terdapat 1 informasi penting yang tidak dicantumkan

 

Banyak informasi penting yang tidak dicantumkan

 

Daya Tarik

Dikerjakan dengan rapi dengan desain dan tata letak yang sangat menarik

Dikerjakan dengan rapi dengan desain dan tata letak yang menarik

 

Desain dan tata letak yang cukup menarik meskipun kurang rapi

 

Dikerjakan dengan kurang rapi dan kurang menarik

 

Tata bahasa

Tidak ada kesalahan tata bahasa

 

Masih terdapat 1-2 kesalahan tata bahasa

 

Masih terdapat 3-4 kesalahan tata bahasa

 

Masih terdapat >4 kesalahan tata bahasa

 

2.    Rubrik Penilaian Presentasi

Sangat berkembang

Berkembang sesuai harapan

Mulai berkembang

Belum berkembang

Kontak mata

Siswa selalu menjaga kontak mata dengan pendengar tanpa harus membaca catatan atau poster

Siswa masih suka membaca catatan atau poster tetapi selalu kembali untuk menjaga kontak mata dengan pendengar

Siswa lebih sering membaca catatan atau poster dengan sedikit kontak mata dengan pendengar

Siswa hanya membaca catatan atau poster tanpa kontak mata dengan pendengar

Kelancaran dalam menerangkan ide

Siswa berbicara dengan jelas dan lantang dengan pelafalan kata yang selalu tepat tanpa ‘Err’ atau ‘Emm’. Seluruh pendengar bisa mengerti dengan baik.

Siswa bicara dengan lantang dan kebanyakan dari kata-kata yang diucapkan dilafalkan dengan jelas. Masih terdapat sedikit ‘Err’ atau ‘Emm’. Seluruh pendengar masih bisa mengerti dengan baik.

Siswa bicara dengan suara rendah dan masih banyak kata yang dilafalkan dengan kurang jelas. Sering terdapat ‘Err’ atau ‘Emm’. Pendengar masih harus bertanya ulang untuk bisa mengerti dengan baik.

Siswa bergumam dengan suara rendah. Hanya terdengar banyak ‘Err’ dan ‘Emm’. Pendengar tidak bisa mengerti presentasi dengan baik.

 

3.    Rubrik Asesmen Projek

Sangat berkembang

Berkembang sesuai harapan

Mulai berkembang

Belum berkembang

Perencanaan

Perencanaan yang jelas dan matang:

tujuan, tahapan-tahapan penting

(milestones) serta lini masa yang

Realistis

Perencanaan yang jelas:

tujuan dan lini masa yang

realistis

Perencanaan memiliki tujuan

yang jelas

Masih berupa curah pendapat

dan ide-ide aksi yang belum

beraturan

Pelaksanaan

Siswa mengidentifikasi jalur yang

berbeda untuk menjalankan

rencana. Mereka dapat

melaksanakan rencana dengan

proses yang terkoordinasi,

bervariasi dan bekerja secara

adaptif

Siswa mengidentifikasi satu

jalur untuk menjalankan

rencana. Mereka dapat

melaksanakan rencana

dengan proses yang

terkoordinasi

Siswa mengidentifikasi satu

jalur untuk menjalankan

rencana. Mereka dapat

melaksanakan proses runtut

dan meminta bantuan pada

pihak-pihak yang sesuai

Siswa melaksanakan

aktivitas-aktivitas secara

sporadis

Ketepatan sasaran

Solusi/aksi yang ditawarkan

menyasar inti permasalahan,

realistis dan memberikan dampak

yang berkesinambungan

Solusi/ aksi yang ditawarkan

menyasar faktor-faktor yang

terkait dengan permasalahan

dan memberikan dampak

positif sementara

Solusi/aksi yang ditawarkan

berupa ide yang masih di

permukaan permasalahan

dan/atau kurang realistis

Masih dalam tahapan

identifikasi faktor yang

menyebabkan permasalahan

dan akibat yang ditimbulkan

 

  1. MAPING ALUR

 


  1. Maping Alur  

 

 

 

 

 

 

  1. ALUR AKTIVITAS

No

 

 

 

 

Kegiatan

Deskripsi Kegiatan

Alokasi Waktu

1

Pendahuluan

Pengarahan oleh koordinator projek secara klasikal meliputi:

  1. Profil Pelajar Pancasila
  2. Projek Penguatan Profil Pelajar Pencasila
  3. Alur MERDEKA
  4. Tema, topik, dan tujuan

2 JP

2

Mulai Dari Diri

 

1.    Dengan arahan guru pembimbing siswa dapat mengidentifikasi pengetahuan mereka tentang museum dan makam kedua tokoh yang ada di tanah Banyumas, dengan  pertanyaan pemantik berikut:

a.    Tahukah kalian keberadaan tempat museum dan makam kedua tokoh di sekitar tempat tinggal kalian?

b.    Apa nama tempat atau  siapa kedua tokoh tersebut ?

c.    Dimana saja lokasi tempat bersejarah tersebut?

2.    Dari hasil identifikasi ketertarikan setiap siswa dibuat 2 kelompok sesuai ketertarikan siswa terhadap kedua tokoh tersebut.

2 JP

3

Eksplorasi Konsep

Secara berkelompok siswa diajak untuk mengeksplorasi pemahamannya secara mandiri tentang kedua tokoh  yang ada di lingkungan tempat tinggal siswa dengan bantuan sumber bacaan dari internet dengan mengacu pada pertanyaan pemantik  berikut:

1.    Apakah nama tempat bersejarah yang kalian kunjungi ?

2.    Dimana lokasi tempat bersejarah tersebut?

3.    Bagaimana kondisi tempat bersejarah tersebut?

4.    Mengapa tempat tersebut memiliki nilai sejarah?

5.    Bagaimana status tempat bersejarah tersebut?

6.    Bagaimanakah keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tempat bersejarah tersebut?

7.    Bagaimanakah keterlibatan pemerintah dalam menjaga dan melestarikan tempat tersebut?

10 JP

4

Ruang Kolaborasi

1.    Setiap perwakilan kelompok diminta mempresentasikan hasil kerja kelompoknya.

2.    Kelompok lain akan memberikan masukan untuk proses perbaikan.

3.    Guru pendamping projek juga memberikan masukan kepada tiap kelompok.

4.    Setiap kelompok Menyusun Langkah-langkah perbaikan.

10 JP

5

Demostrasi Kontekstual

Siswa diminta untuk unjuk pemahaman tentang keduatokoh melalui karya yang dapat dipilih seperti kliping, majalah dinding, video, artikel, puisi, dll secara berkelompok.

10 JP

6

Elaborasi Pemahaman

Siswa mengkolaborasikan pemahaman tentang warisan budaya lokal yang diperolehnya dari sumber internet dengan informasi yang diperoleh dari nara sumber melalui kegiatan outing class ke tempat bersejarah dan berdiskusi dengan nara sumber/fasilitator.

20 JP

7

Koneksi Antar Materi

Siswa secara berkelompok membuat peta konsep, infografis, atau rangkuman tentang pemahaman yang telah diperolehnya dari tahapan sebelumnya.

10 JP

8

Aksi Nyata

Secara berkelompok siswa merencanakan aksi nyata untuk merumuskan peran diri dalam usaha melestarikan tempat bersejarah yang ada baik melalui poster, artikel ilmiah, makalah, podcast, video dll. Dan diharapkan pada akhir projek, artikel ilmiah yang dihasilkan dapat dibukukan dan dicetak pada penerbit yang memiliki ISBN.

20 JP

 

  1. TAHAPAN PROYEK

Tahapan Projek Projek ini dilaksanakan melalui 10 aktivitas dengan total durasi sekitar 88 Jam Pelajaran (JP). Tahapan aktivitas ini merupakan panduan yang dapat disesuaikan dengan kondisi dan keunikan sekolah masing-masing..

Catatan bagi guru:

·         Pastikan setiap aktivitas yang dilakukan mendukung tercapainya tujuan projek ini yakni empat sub-elemen dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila seperti yang diuraikan di atas.

·          Untuk keperluan riset peserta didik, pastikan peserta didik mengambil rujukan dari sumber yang terpercaya. Jika mengambil dari internet, pastikan dari website yang terpercaya, misalnya dari institusi pendidikan resmi atau dari media/pers yang kredibel.

·         Jumlah JP dalam pelaksanaan projek ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Idealnya berkisar antara 70-120 JP. Pembagian JP pada masing-masing tahap juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan di sekolah masing-masing.

·         Pelaksanaan projek ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di sekolah masing-masing dengan tetap mengacu pada tercapainya Profil Pelajar Pancasila seperti diuraikan di atas. Misalnya, proses interview dapat dilakukan baik secara luring maupun daring.

Berikut tahapan projeknya:

1.    Aktivitas 1

Nama Kegiatan: Membaca dan mendiskusikan biografi tokoh Banyumas

Waktu Kegiatan: 6 JP

Materi: video, slide presentasi, buku.

Tujuan:

Tujuan tahap ini adalah peserta didik dapat mempelajari perjalanan hidup dari seorang tokoh. Biografi tokoh tersebut akan dijadikan bahan untuk membuat kliping, jurnal atau makalah. Pada fase ini guru dapat menentukan sendiri apakah mempelajari perjalanan hidup tokoh dilakukan dengan membaca biografi dari tokoh inspiratif atau menghadirkan secara langsung tokoh tersebut ke dalam kelas untuk diwawancarai oleh peserta didik. (Harapannya peserta didik dapat mengetahui perjalanan hidup tokoh dari fase anak-anak remaja/akil balig, hingga dewasa). Satu subjek tokoh dipelajari oleh seluruh peserta didik bersama sama.

Persiapan dan pelaksanaan:

Pilihan 1: Membaca biografi

Pilihan 2: Menghadirkan narasumber

Sesi 1. Membaca biografi

● Guru mencari referensi mengenai contoh biografi dari tokoh inspiratif. Referensi bisa berupa buku, artikel, atau media tulis lainnya. (Alternatif lain bisa berupa video)

● Guru membagikan satu biografi tokoh yang sama untuk semua murid dan memberikan penugasan untuk membacanya dan mempelajarinya.

● Peserta didik dipersilakan membuat rangkuman dari perjalanan hidup tokoh yang sedang dipelajari.

● Guru mengakhiri sesi dengan memberikan penjelasan aktivitas yang akan dilakukan pada tahap selanjutnya.

Sesi 1. Menyimak narasumber

● Guru menghubungi tokoh masyarakat dan menjelaskan tujuan projek termasuk sub-elemen dan kompetensi yang akan dicapai sehingga tokoh tersebut saat menyampaikan cerita hidup dapat fokus pada tujuan projek (detilnya dapat dilihat pada Bab III: Tujuan Projek),

● Guru menghadirkan tokoh ke dalam kelas atau lokasi lain,

● Peserta didik bertanya dan berdiskusi dengan tokoh tersebut, ● Guru mengakhiri sesi dengan memberikan penjelasan aktivitas yang akan dilakukan pada tahap selanjutnya.

 

Sesi 2. Mendiskusikan biografi

● Guru memberikan pengantar definisi biografi.

● Guru memantik diskusi termasuk dengan memberikan contoh pertanyaan (misalnya tentang definisi biografi).

● Peserta didik menyimpulkan hasil diskusi.

 

 

 

 

 


Catatan untuk guru:

● Guru dipersilakan menggunakan metode/pola penyampaian yang paling cocok/sesuai, termasuk pemilihan lokasi (tidak harus di ruang kelas dan justru dianjurkan di luar kelas).

● Sangat dianjurkan untuk menghadirkan tokoh lokal sebagai narasumber. Namun jika kondisi tidak memungkinkan, guru dapat menggantinya dengan buku atau video biografi.

● Jika harus menggunakan buku/video sangat disarankan untuk tetap menggunakan buku/video tokoh lokal. 11

● Tokoh lokal merupakan pilihan utama bagi proses pembelajaran ini karena tokoh lokal memiliki keterkaitan yang erat dengan peserta didik (baik secara lokasi maupun kesamaan lainnya).

● Tokoh lokal yang dimaksud dapat berupa ustadz/ah atau pemuka agama Islam lainnya, tokoh masyarakat yang beragama Islam.

● Pertanyaan pemantik (yang contohnya ada pada tahap 2) perlu disampaikan kepada narasumber dan meminta narasumber untuk menceritakan poin-poin tersebut.

● Guru diberi keleluasaan untuk memilih metode diskusi termasuk lokasi diskusi,

● Guru diberi kebebasan untuk menentukan hasil catatan diskusi dari peserta didik dan justru harus mengakomodir format catatan yang berbeda dari masing-masing peserta didik jika ada. Namun yang pasti, format catatan pada tahap ini belum dalam bentuk format karya tulis biografi.

Pertanyaan pemantik oleh guru harus berupa pertanyaan yang mengacu pada empat sub-elemen tujuan projek ini. Contoh pertanyaan:

- Apa saja bukti hadirnya Tuhan berdasarkan cerita dari narasumber?

- Apa saja contoh ajaran agama Islam yang berkaitan dengan keharusan hubungan antar-manusia yang baik, sesuai cerita narasumber?

- Bagaimana narasumber menjalankan praktik ibadah?

- Bagaimana narasumber mampu menjalankan praktik ibadah secara mandiri?

- Apa manfaat ibadah yang dilakukan oleh narasumber yang memberi manfaat bagi jasmani?

- Apakah narasumber mampu menjaga keseimbangan jasmani dan rohani dalam beribadah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


2.    Aktivitas 2

Nama Kegiatan: Membuat Contoh karya tulis biografi kedua tokoh Banyumas

Waktu Kegiatan: 4 JP

Materi: kertas, pensil, pulpen, laptop

Tujuan:

Peserta didik dapat memahami konsep karya tulis biografi. Pada fase ini, peserta didik akan membuat biografi dari tokoh yang sudah didiskusikan pada tahap sebelumnya. Semua peserta didik akan membuat biografi dari tokoh yang sama dan dari informasi yang sama. Dengan demikian, hasil akhir karya tulis biografi pada fase ini akan relatif seragam (konten/isi). Namun demikian peserta didik dibebaskan untuk berkreasi dalam memilih medium (misalnya jenis kertas, alat tulis dll).

Persiapan dan pelaksanaan:

● Guru memberikan pengantar berupa contoh karya tulis biografi.

● Peserta didik membuat biografikarya tulis biografi dengan teknik seperti yang sudah dicontohkan oleh guru. Isi karya tulis biografi berasal dari hasil aktivitas membaca biografi/pemaparan narasumber pada aktivitas sebelumnya.

Catatan untuk guru:

● Output dari tahap ini adalah kemampuan teknis peserta didik dalam membuat karya tulis biografi.

● Karya tulis biografi didasarkan pada contoh yang sudah diberikan oleh guru namun tidak serta merta peserta didik harus meniru 100%. Peserta didik dibebaskan berkreasi.

● Contoh karya tulis biografi dapat dilihat pada halaman terakhir projek ini.

● Guru diharapkan tidak terpaku pada JP. Guru dipersilahkan menambah/ mengurangi JP sesuai kebutuhan.

3.    Aktivitas 3

Nama Kegiatan: Membuat Perencanaan Karya tulis biografi

Waktu Kegiatan: 4 JP

Materi: kertas, pensil, pulpen, laptop

Tujuan:

Peserta didik dapat menyiapkan perencanaan konsep, alat dan bahan, serta langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat karya tulis biografi.

Persiapan dan pelaksanaan:

● Guru memberikan pengantar berupa contoh karya tulis biografi.

● Peserta didik membuat draft alur karya tulis biografi. Catatan untuk guru: ● Draft karya tulis biografi yang dihasilkan pada aktivitas ini merupakan draft teknis yang masih kosong/belum diisi dengan konten dari peserta didik. Hal ini juga yang membedakan keluaran aktivitas pada tahap ini dibanding keluaran pada aktivitas sebelumnya di mana pada aktivitas sebelumnya karya tulis biografinya sudah diisi dengan konten dari narasumber/biografi.

● Draft karya tulis biografi ini memang digunakan sebagai acuan untuk keluaran akhir. Namun demikian pada perjalanan projek ini sangat mungkin peserta didik membuat variasi, menambahkan atau mengurangi gambar/kerangka. Hal seperti ini diperbolehkan.

● media karya tulis biografi dapat menggunakan kertas kuarto atau jenis kertas lainnya dengan ukuran yang cukup besar. Peserta didik juga dibebaskan jika ingin menggunakan media lainnya (misalnya kain, papan tulis dll).

4.    Aktivitas 4

Nama Kegiatan: Memahami perjuangan dan dakwah 

Waktu Kegiatan: 23 JP

Materi: kertas, pensil, pulpen, laptop, majalah bekas.

Tujuan:

Peserta didik mampu memahami biografi kedua tokoh beserta perjuangannya. Peserta didik melakukan aktivitas refleksi di lokasi bersejarah tersebut..

 Persiapan dan pelaksanaan:

● Guru memberikan pengantar aktivitas pada tahap ini,

● peserta didik mengunjungi lokasi tempat bersejarah dan melakukan pengamatan visual, memfoto dan/atau menggambar sketsa. Peserta didik juga dapat melengkapi data lokasi museum dan makam kedua tokoh melalui gambar yang dapat diperoleh melalui majalah ataupun internet. Misalkan gambar rumah Pangsar Sudirman saat beliau kecil..

tujuan aktivitas ini adalah adanya visualisasi/gambar sebagai materi untuk karya karya tulis biografi (6 JP),

● Peserta didik melakukan riset tentang proses perjuangan kedua tokoh Banyumas dan kaitannya dengan anugerah atas dakwah Islam dan kemerdekaan . (3 JP)

● Peserta didik berdiskusi dengan guru fasilitator (3 JP),

● Peserta didik menyiapkan laporan berupa karya tulis. Karya tulis memuat sub-elemen dan kompetensi yang sudah disebutkan pada tahap ini (3 JP)

● Peserta didik menyiapkan draft karya tulis biografi sebagai bahan laporan akhir. Draft ini tidak diserahkan ke guru. (2 JP)

Catatan untuk guru:

● Guru diharapkan tidak terpaku pada JP. Guru dipersilahkan menambah/ mengurangi JP sesuai kebutuhan,

● Kegiatan peserta didik mengunjungi lokasi bersejarah. guru dapat mengarahkan agar peserta didik melakukan ‘kunjungan virtual’ melalui internet,

● contoh pertanyaan peserta didik ke orang tua: Bagaimana situasi masa perang dan perjuangan mempertahankan dari penjajahan serta perjuangan dakwah Wali Banyumas? Apakah orang tua juga merasakan jasa-jasa kedua tokoh ini?

● contoh pertanyaan peserta didik ke fasilitator: Apa saja ayat/hadits yang berkaitan dengan perjuangan membela tanah air serta berjuang dalam dakwah Islam di Banyumas ?

Asesmen formatif: Peserta didik membuat karya tulis yang merupakan kesimpulan dari aktivitas 4 ini. Sasaran yang ingin dikuatkan dalam formatif ini adalah: Peserta didik membuat karya tulis/esai tentang proses/fase kelahiran. Karya tulis ini juga menjawab pertanyaan tentang kehadiran Tuhan YME dalam keajaiban proses kelahiran.

 

 

 

 

 

 

 


5.    Aktivitas 5

Nama Kegiatan: Momen Bersejarah

Waktu Kegiatan: 20 JP

Materi: kertas, pensil, pulpen, laptop

Tujuan:

Peserta didik mampu memahami tuntunan kedua tokoh Banyumas lewat biografinya.  Peserta didik melakukan refleksi momen bersejarah yang telah dilalui, terutama dalam kaitannya dengan hubungan antar sesama manusia. Contoh momen bersejarah saat Kemerdekaan dan haul wafatnya Syekh Makdum Wali atau kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) dan Hari-hari Besar Nasional. Peserta didik dapat memilih sendiri memilih momen tersebut Persiapan dan pelaksanaan:

● Guru memberikan pengantar aktivitas pada tahap ini,

● peserta didik mengunjungi lokasi tempat diadakannya momen besar tersebut. Kunjungan ke Museum Sudirman  dan Makam Syekh Makdum Wali, dan melakukan pengamatan visual, memfoto dan/atau menggambar sketsa. Peserta didik juga dapat melengkapi data lokasi melalui gambar yang dapat diperoleh melalui majalah ataupun internet (6 JP),

● peserta didik berdiskusi dengan teman sebaya terkait momen bersejarah. Teman yang diajak berdiskusi adalah teman yang terlibat atau bersinggungan atau ikut hadir ke lokasi bersejarah tersebut, (3 JP),

● Peserta didik melakukan riset tentang momen bersejarah tersebut terutama kaitannya dengan biografi dan perjuangan kedua tokoh Banyumas  (3 JP)

● Peserta didik berdiskusi dengan fasilitator (3 JP),

● Peserta didik menyiapkan laporan berupa karya tulis/rekaman audio/video tentang prose kelahiran dan menyerahkan ke guru (3 JP)

● Peserta didik menyiapkan draft karya tulis biografi sebagai bahan laporan akhir. Draft ini tidak diserahkan ke guru. (2 JP)

Catatan untuk guru:

● Kegiatan peserta didik mengunjungi lokasi momen bersejarah dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.

● contoh pertanyaan peserta didik ke teman sebaya: Apa contoh perang yang pernah diikuti Pangsar Sudirman dan siapakah tokoh penyebar agama Islam pertama di Banyumas.

Asesmen formatif: Peserta didik membuat poster yang merupakan kesimpulan dari aktivitas pada tahap 5 ini. Sasaran yang ingin dikuatkan dalam formatif ini adalah: - Memahami makna dan fungsi, unsur-unsur utama agama  dan perjuangannya dalam konteks Indonesia, membaca kitab suci, dan biografinya serta memahami tuntunan kedua tokoh terkait perjalanan tegaknya bangsa ini. - Melaksanakan ibadah secara rutin dan mandiri sesuai dengan tuntutan agama serta berpartisipasi pada hari-hari besar agama dan nasional.

 

 

 

 

 

 

 


.6.  Aktivitas 6

Nama Kegiatan: Seputar Perjuangan dan dakwah

Waktu Kegiatan: 17 JP

Materi: kertas, pensil, pulpen, laptop

Tujuan:

Peserta didik memahami konsep perjuangan dan dakwah termasuk kewajiban yang menyertainya. Pada tahap ini peserta didik memahami konsep perjuangan dan dakwah sebagai sebuah proses yang pasti dimasuki dan dilalui. Selain memahami dan menerima konsep perjuangan dan dakwah , peserta didik juga dapat melakukan refleksi secara agama dan psikologis. Peserta didik akan diajak untuk melakukan refleksi kewajiban yang hadir bersamaan dengan masuknya fase remaja  serta keseimbangan jasmani dan rohani.

Persiapan dan pelaksanaan:

● Guru memberikan pengantar aktivitas pada tahap ini,

● peserta didik berdiskusi dengan teman sebaya terkait perjuangan kedua tokoh Banyumas, (3 JP),

● Peserta didik melakukan riset tentang perjuangan kedua tokoh Banyumas baik dari sisi agama maupun dari sisi nasionalisme (3 JP)

● Peserta didik berdiskusi dengan para fasilitator (3 JP),

● Peserta didik berdiskusi dengan psikolog/guru BK (3 JP),

● Peserta didik menyiapkan laporan berupa rekaman audio/video tentang proses/fase akil balig (3 JP)

● Peserta didik menyiapkan draft karya tulis biografi sebagai bahan laporan akhir. Draft ini tidak diserahkan ke guru (2 JP) Catatan untuk guru:

● Pola projek ini lebih bersifat reflektif. Namun demikian, sangat mungkin ada peserta didik yang belum memahami kedua tokoh Bnayumas. Peserta didik yang belum memahami untuk mempersiapkan materinya dan digunakan untuk persiapan presentasi,

● Pelaksanaan diskusi dilakukan di kelas masing-masing

7.    Aktivitas 7

Nama Kegiatan: Seputar Masa Depan

Waktu Kegiatan: 4 JP

Materi :kertas, pensil, pulpen, laptop, majalah bekas

Tujuan:

Mempersiapkan masa depan. Setelah peserta didik dapat memahami konsep dan menerima konsep rela berjuang membela tanah air dan berdakwah, peserta didik juga dapat melakukan refleksi dan diharapkan akan lebih bersyukur dan bersiap untuk merencanakan masa depan.

Persiapan dan pelaksanaan:

● Guru memberikan pengantar aktivitas pada tahap ini,

● Peserta didik mengumpulkan gambar/visualisasi rencana masa depan. Gambar/visual dapat diambil dari majalah bekas/koran bekas,

8.    Aktivitas 8

Nama Kegiatan: Pembuatan Karya Karya tulis biografi (Sumatif)

Waktu Kegiatan: 4 JP

Materi :kertas, pensil, pulpen, laptop, majalah bekas

Tujuan:

Membuat karya tulis biografi. pada tahap ini peserta didik membuat dan menyelesaikan karya tulis biografi. Sebetulnya proses pembuatan karya tulis biografi kedua tokoh Banyumas  sudah dilakukan dari awal projek ini berjalan.

Proses pembelajaran

Pembuatan  karya tulis biografi sudah dimulai pada aktivitas pertama dan kedua namun digunakan untuk menulis karya tulis biografi dari narasumber/tokoh dalam biografi. Baru pada aktivitas ketiga kerangka karya tulis biografi sebagai keluaran projek ini disusun. Pada aktivitas ini, peserta didik melakukan aktivitas menempel gambar, memberikan tulisan/catatan dan menggambar serta melakukan kreasi lainnya pada kertas/papan karya tulis biografi. Pada tahap ini peserta didik melakukan finalisasi

Persiapan dan pelaksanaan:

● Guru memberikan pengantar aktivitas pada tahap ini.

● peserta didik menyelesaikan proses pembuatan karya tulis biografi. Catatan untuk guru:

● Guru diharapkan tetap fokus pada konten penguatan profil pelajar pancasila seperti tujuan projek ini. Peserta didik dibebaskan dalam membuat konsep teknis karya tulis biografinya (pemilihan kertas, warna dll).  

9.    Tahap 9

Nama Kegiatan: Presentasi/Sharing Karya tulis biografi (Sumatif)

Waktu Kegiatan: 8 JP

Materi: kertas, pensil, pulpen, power point, foto/video, laptop

Tujuan:

Memastikan kompetensi sasaran tercapai. Peserta didik melakukan presentasi karya tulis biografi yang sudah dibuat. selain mempresentasikan karya tulis biografi sendiri.

Persiapan dan pelaksanaan:

● Guru memberikan pengantar aktivitas pada tahap ini.

● Peserta didik melakukan presentasi (2 JP).

● Peserta didik melakukan pameran di sekolah (6 JP), Catatan untuk guru:

● Guru diharapkan fokus pada tujuan projek ini yakni tercapainya kompetensi dan sub-elemen profil pelajar Pancasila.

● Namun demikian, guru tetap perlu mengapresiasi karya tulis biografi yang dibuat peserta didik dalam hal kreasi (keindahan, pemilihan bahan dll) dan juga dalam aspek penyampaian.

● Pelaksanaan presentasi dilaksanakn bergantian per kelompok.

Asesmen Sumatif:

Peserta didik membuat sungai kehidupan individu dari kedua tokoh tanah Banyumas dan mempresentasikannya. Kegiatan sumatif ini ditujukan untuk mengukur seluruh sasaran

sub elemen

 

 

 

 

 


10.  Aktivitas 10

Nama Kegiatan: Refleksi Akhir di Lokasi Bersejarah dan Rencana Tindak Lanjut

Waktu Kegiatan: 4 JP

Tujuan:

Peserta didik merefleksikan hal-hal yang dipelajari selama melaksanakan projek ini dan membuat rencana tindak lanjut berupa komitmen yang akan dilakukan untuk mengoptimalkan diri di masa mudanya untuk meraih cita-cita.. 

Persiapan dan pelaksanaan:

● Guru memberikan pengantar aktivitas pada tahap ini.

● Guru mengajak peserta didik merefleksikan proses pembelajaran selama melakukan projek ini. Contoh pertanyaan panduan: Apa hal yang sudah berjalan baik dan belum berjalan baik? Apa tantangan terbesar yang dihadapi selama melaksanakan projek ini dan bagaimana aku menghadapinya? Apa hikmah atau pelajaran utama yang aku dapat setelah melaksanakan projek ini?

● Guru mengajak peserta didik membuat komitmen tertulis untuk mencatat 3-5 hal yang akan mereka upayakan untuk mengoptimalkan diri di masa remaja/akil balig dengan tuntunan kedua tokoh dari tanah Banyumas. (Contoh: Akan selalu bersyukur menerima kondisi, akan mulai lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt atau lebih rajin beribadah, akan mulai menemukan potensi diri untuk meraih cita-cita, dsb)

Catatan untuk guru:

● Guru diharapkan fokus menemani proses ini. Proses/aktivitas ini dikerjakan setelah rangkaian projek selesai (yakni karya tulis biografi sudah dipresentasikan), namun aktivitas ini tidak kalah penting dibanding dengan aktivitas sebelumnya

  1.  ASSESMEN

Proses asesmen dilakukan baik dengan formatif maupun sumatif. Tabel di bawah ini merupakan panduan pemetaan tujuan dan asesmen yang dapat dikembangkan

Tujuan

Formatif

Sumatif

  1. Memahami perjuangan  tokoh pejuang dan ulama dalam kehidupan sehari-hari serta mengaitkan pemahamannya tentang kualitas atau sifat-sifat suri tauladan dengan konsep peran manusia  sebagai makhluk Tuhan yang bertanggung jawab membebaskan rakyat dan kaumnya dari penindasan dan kebodohan.
  1. Peserta didik membuat karya tulis/esai tentang proses/fase perjuangannya.  Karya tulis ini juga menjawab pertanyaan  tentang cinta tanah air dari penjajahan dan dakwah di tanah Banyumas

. Membuat karya tulis biografi perjuangan dan dakwah kedua tokoh serta  mempresentasikannya.

2. Memahami makna dan perjuangan, unsur-unsur utama agama /kepercayaan dan cinta air  dalam konteks Indonesia, membaca biografi , serta memahami ajaran Syekh Makdum Wali serta Pangsar Jendral Sudirman  terkait perjuangannya membebaskan diri dari penjajahan dan kebodohan umat

2. Peserta didik membuat poster yang berisi aktifitas perjuangan Pangsar Sudirman dan dakwah Syekh Makdum Wali  di mana pelaksanaanya dilakukan bersama dengan teman (berkelompok).

 

3. Mengamalkan sikap-sikap satria dan santri seperti yang dicontohkan oleh Pangsar Sudirman serta Syekh Makdum Wali   secara rutin dan mandiri sesuai dengan tuntutan  kedua tokoh

 

4. Mengidentifikasi pentingnya menjaga keseimbangan kesehatan jasmani,mental, dan rohani serta berupaya menyeimbangkan aktivitas fisik, sosial dan ibadah.

3. Peserta didik membuat rekaman suara/video (cerita naratif) terkait dengan perjuangan dan dakwah

 

 

1.    WAKTU PELAKSANAAN BULAN DESEMBER 2022

Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Ahad

Senin

Selasa

Rabu

Kamis

jumat

Sabtu

4

5

6

7

 

8

9

10

Aktivitas 1,2,3

11

12

13

14

 

15

16

17

Aktivitas 4,5,6

18

19

20

21

 

22

 

23

24

Aktivitas 7, 8,9

25

26

27

 

28

Aktivitas 10 (gel 1)

29

Aktivitas 10 (gel 2)

30

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.    FORMAT INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP

Materi : …

Kelompok /Semester  : …

Hari/Tanggal   : …

 

 

 

 

 

 

 


Ketentuan:

  • Skor 1 :           jika peserta didik sangat kurang konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator
  • Skor 2 :           jika peserta didik kurang konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator, tetapi belum konsisten
  • Skor 3 :           jika peserta didik mulai konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator
  • Skor 4 :           jika peserta didik konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator
  • Skor 5 :           jika peserta didik selalu konsisten memperlihatkan perilaku yang tertera dalam indikator

 


Format Penilaian:

 

    1. Penilaian sikap kelompok, dilakukan dalam setiap berdiskusi dalam Proyek  Penguatan Profil Pelajar Pancasila KEARIFAN LOKAL berlangsung.

Format penilaian sebagai berikut:

3.    FORMAT INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN

Topik   : …………

Tanggal           : …………

Jumlah            : … orang

                       

 

 

 

 

Rubrik:

1)   Menyampaikan pendapat

a)    Sesuai dengan masalah tapi belum benar

b)    Sesuai dengan masalah dan benar

2)   Menanggapi pendapat

a)    Langsung setuju atau menyanggah tanpa alasan

b)    Setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar tidak sempurna

c)    Setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar

d)    Setuju atau menyanggah dengan alasan yang benar dengan didukung referensi

3)   Mempertahankan pendapat

a)    Tidak dapat mempertahankan pendapat

b)    Mampu Mempertahankan pendapat, alasan kurang bena

c)    Mampu mempertahankan pendapat, alasan benar tidak didukung referensi

d)    Mampu mempertahankan pendapat, alasan benar didukung referensi

FORMAT PENILAIAN

 


Nilai :

 

1)   Penilaian Pengetahuan, dilakukan dengan memberi alat penilaian berupa soal dan tanya jawab.

2)   Penilaian keterampilan, dilakukan untuk mengetahui ketercapaian keterampilan dalam memenuhi kompetensi dasar yang diharapkan.

4.    FORMAT INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN

Nama Materi   : …..........

Alokasi Waktu             : …..........

Tutor Pembimbing      : …..........

Nama Peserta Didik   : …..........

Kelompok        : …..........

Rubrik Aspek Produk

NO

ASPEK  PRODUK

Skor

 1

Skor

 2

Skor

 3

Skor

 4

Skor

 5

1

Perencanaan

1.persiapan alat dan bahan

2. persiapan sumber referensi (buku, modul,majalah, internet)

 

 

 

 

 

2

Pelaksanaan

1.Kerapihan tulisan/gambar sesuai EYD/ide tulisan

2. Kualitas konten

3. Kesinambungan antar bab

4. Analisis hasil produk

5. Kesimpulan Hasil produk

 

 

 

 

 

3

Laporan

1.    Presentasi

2.    Hasil produk (karya tulis, sungai kehidupan, kliping)

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rubrik Aspek Nilai

No

ASPEK YANG DINILAI

Skor 1

Skor 2

Skor 3

1

Alat dan bahan yang digunakan

Alat dan bahan yang digunakan kurang lengkap

Alat dan bahan yang digunakan cukup lengkap

Alat dan bahan yang digunakan lengkap

2

Pelaksanaan

Pelaksanaan dilakukan dengan kurang benar dan kurang rapi

Pelaksanaan dilakukan dengan cukup benar dan cukup rapi

Pelaksanaan dilakukan dengan benar dan rapi

3

Hasil kerja

Hasil kerja kurang baik

Hasil kerja cukup baik

Hasil kerja sangat baik

 

 

 

 

 

 

5.    KRITERIA MELANJUTKAN UNIT SELANJUTNYA

Peserta didik dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya setelah melalui seluruh kegiatan dan dengan melihat ketuntasan penilaian yang dilakukan oleh pendidik atau pengelola.

Kriteria peserta didik dapat melanjutkan ke unit selanjutnya merupakan hasil rerata dari nilai penjumlahan nilai sikap, pengetahuan, dan keterampilan, maka rumus penilaiannya adalah sebagai berikut:

           

 

 

NA       =          Nilai Akhir

NS       =          Nilai Sikap

NP       =          Nilai Pengetahuan

NK       =          Nilai Keterampilan

 

Kriteria Ketuntasan:

A          =          Sangat Baik    (91-100)

B          =          Baik                             (81-90)           

C         =          Cukup                         (71-80)

D         =          Kurang                        (61-70)

  1. GLOSARIUM

Asesmen formatif  adalah Metode evaluasi proses pemahaman peserta didik, kebutuhan pembelajaran, dan kemajuan akademik yang dilakukan secara berkala dan berkelanjutan selama pembelajaran.

Asesmen sumatif adalah Metode evaluasi yang  biasanya dilakukan di akhir pembelajaran yang memungkinkan pendidik mengukur pemahaman peserta didik, biasanya berdasarkan kriteria standar

Holistik adalah Kerangka berpikir yang memandang bahwa setiap hal baru bisa dimaknai dengan baik jika dilihat secara utuh dan menyeluruh serta saling terhubung antar bagiannya.

Implementasi adalah  Pelaksanaan di lapangan.

Kolaboratif Bersifat kolaborasi - Memiliki ciri-ciri dapat melakukan upaya saling membantu dan berbagi peran untuk menuntaskan sebuah pekerjaan atau mencapai tujuan bersama.

Kontekstual adalah Sesuai yang memiliki keterkaitan dengan kondisi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Sesuatu yang bersifat kontekstual pasti memiliki keterkaitan dengan pengalaman yang dapat langsung dirasakan

Kinerja Penampilan/Kinerja yang dilakukan untuk mengupayakan suatu hal.

Portofolio Kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya peserta didik dalam bidang tertentu yang mencerminkan perkembangan dalam kurun waktu tertentu

Projek Projek pembelajaran, rencana pekerjaan dengan sasaran khusus.

Rubrik Deskripsi kriteria penilaian

 

C. REFLEKSI PARA MURID

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Soal UP PPG PKN lengkap dengan jawabannya yakni sebagai berikut.

laporan kegiatan literasi smp

Bank Soal sosiologi klas 12