P5 Suara Demokrasi Kurikulum Merdeka
|
Judul : SUARA_DEMOKRASI “MARI
BERDEMOKRASI DENGAN SPIRITUAL DAN INTELEKTUAL YANG KOKOH !!!” |
Alokasi Waktu: 40 JP |
Mata Pelajaran: Terintegrasi
dengan beragam mata pelajaran terkait terutama Ma-Pel: Bahasa Indonesia, IPS,
PKn, Matematika dan IT |
Topik: Peran Spiritual
dan Intelektual yang Kokoh Dalam Demokrasi Masa Kini |
|
Target Peserta
Didik : Siswa reguler |
Jumlah Siswa :
32 siswa |
Model Pembelajaran: -
TATAP MUKA |
Sarana/Prasarana: Perpustakaan,
Internet dan laptop (jika ada),ruang aula atau halaman sekolah |
|
Jenjang
Sekolah: SMP |
Kelas: 7,8 dan
9 |
Nama Penyusun: SUPRIYANTO |
Tahun Disusun: 2023 |
|
TAHAP - 1 – PENDAHULUAN – |
|
|
PERMASALAHAN YANG INGIN DITELAAH: Perkembangan teknologi
yang semakin pesat, memungkinkan kita dapat menyuarakan
pendapat dengan menggunakan ragam platform yang berbeda.Teknologi internet
memudahkan kita untuk berkomunikasi atau bersuara melalui jejaring sosial
atau media sosial. Penggunaan media jejaring ini dapat menghemat waktu dan
biaya dalam banyak hal. Kita diberi kebebasan dalam penggunaannya, namun
kebebasan ini bukan berarti tidak memiliki etika atau batasan-batasan
penggunaannya, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Sebaiknya kita
dapat mengenali bagaimana etika yang perlu diperhatikan dalam penggunaan
jejaring sosial. Agar setiap pengguna
jejaring sosial merasakan kenyamanan dalam penggunaannya dan terhindar dari
kejahatan. Banyak permasalahan sosial yang terjadi di tengah masyarakat kita
karena kurangnya kesadaran beretika dalam menggunakan jejaring sosial.
Beberapa permasalahan yang timbul adalah :
|
RELEVANSI PROJEK TOPIK INI DENGAN SEKOLAH: Dalam survei Digital Civility Index (DCI)
untuk mengukur tingkat kesopanan digital global, Indonesia menduduki
peringkat paling bawah di kawasan Asia Tenggara. Dari total 32 negara yang
disurvei pun Indonesia menduduki peringkat bawah yakni urutan ke-29. Ada 32
negara dan 16.000 responden yang terlibat di penelitian ini. Di Indonesia
sendiri, ada 503 responden yang diberikan beberapa pertanyaan tentang adab berkomunikasi secara
digital. Artinya tingkat kesopanan warganet di Indonesia tergolong rendah. Rendahnya peringkat Indonesia ini menunjukkan masih
rendahnya pemahaman masyarakat akan keberadaan dunia
maya dan nyata sebagai dua hal yang berbeda. Kebanyakan orang Indonesia
merasa sungkan jika bertatap muka secara langsung. Termasuk sungkan ketika
ingin menyampaikan perbedaan pendapat, ketidaksukaan, dan takut menyinggung
lawan bicara. Itu sebabnya ketika bertatap muka, orang cenderung memilih
diam. Namun, di media sosial, jika ada sesuatu
yang memunculkan rasa ketidaksetujuan atau ketidaksukaan, mereka lebih bebas
menyampaikan perasaaan yang mungkin saja tidak bisa tersampaikan ketika tatap
muka. Sebab, mereka hanya berhadapan dengan ponsel dan akun yang tidak
memiliki ekspresi. Belum ada kesadaran, bahwa ada manusia di balik akun
tersebut, yang bisa saja tersinggung atau tersakiti ketika membaca atau
melihat kiriman berisi ujaran kebencian. Hal ini bisa dihindari
jika pengguna media sosial bisa menyampaikan argument dengan menggunakan
logika, bukan menyerang dengan banyak kata makian. Sekolah adalah lembaga atau tempat berlangsungnya proses pendidikan dengan tujuan mengubah tingkah
laku individu ke arah yang lebih baik melalui interaksi dengan lingkungan sekitar dan pemahaman. Salah satunya adalah
mengajarkan cara yang santun dan
beretika dalam mengeluarkan pendapat, terutama bagi remaja yang masih berusia 13-15 tahun. |
|
DIMENSI: |
ELEMEN & SUB-ELEMEN: |
|
1. BERKEBINEKAAN GLOBAL |
1.
Elemen: Refleksi dan
bertanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan Sub-elemen 1: Menyelaraskan perbedaan budaya 2.
Elemen: Berkeadilan Sosial Sub-elemen 2 : Berpartisipasi
dalam proses pengambilan keputusan bersama 3.
Elemen :
Berkeadilan Sosial Sub-elemen 3 : Memahami peran individu dalam demokrasi |
|
2. BERNALAR KRITIS |
1.Elemen: Memperoleh dan memproses informasi
dan gagasan L S2u0b2-1elemen 1 : Mengidentifikasi,
mengklarifikasi, dan mengolah |
|
|
informasi dan gagasan 2. Elemen: Menganalisis dan mengevaluasi penalaran dan prosedurnya Sub-elemen 2 : Mengevaluasi dan
menganalisa penalaran sebelum mengambil suatu keputusan atau kesimpulan 3.
Elemen: Refleksi pemikiran dan
proses berpikir Sub-elemen 3 : Merefleksi dan mengevaluasi
pemikirannya sendiri |
|
PEMAHAMAN UTAMA : 1. Demokrasi adalah bentuk
pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam
pengambilan keputusan yang dapat mengubah hidup mereka baik secara langsung
atau melalui perwakilan. 2. Demokrasi Pancasila
bertujuan untuk mengutamakan keselarasan, keseimbangan, dan keselamatan
bangsa di atas kepentingan pribadi maupun
golongan. 3. Hak untuk mengeluarkan pendapat harus dilakukan
dengan mengindahkan norma sosial dan hukum yang berlaku. 4. Hak berpendapat selalu diiringi dengan kewajiban
menghargai pendapat orang lain, karena pada
dasarnya setiap kebebasan yang dimiliki selalu dibatasi oleh hak dan
kebebasan orang lain 5. Terdapat aturan atau etika yang harus dipatuhi
saat kita menjalankan hak
berdemokrasi atau berpendapat baik secara virtual maupun di dunia nyata. |
PERTANYAAN INTI : 1. Jelaskan tantangan demokrasi di Indonesia? 2. Bagaimana seharusnya demokrasi dijalankan secara ideal 3. Mengapa demokrasi
Pancasila bertujuan untuk mengutamakan keselarasan, keseimbangan, dan
keselamatan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan? 4. Bagaimana cara untuk
berpendapat dengan mematuhi norma
sosial dan hokum? 5. Solusi apa yang dapat kita
tawarkan untuk mengantisipasi permasalahan tersebut ( mengemukakan
pendapat/berdemokrasi dengan santun dan bermutu? |
|
ALUR PERKEMBANGAN BERKEBINEKAAN GLOBAL FASE DI AKHIR FASE D 1. Mengidentifikasi dan menyampaikan isu-isu
tentang penghargaan terhadap keragaman dan kesetaraan budaya. 2. Berpartisipasi dalam menentukan kriteria dan
metode yang disepakati bersama untuk menentukan pilihan dan keputusan untuk kepentingan bersama
melalui proses bertukar pikiran secara cermat dan terbuka dengan panduan pendidik. 3. Memahami konsep hak dan kewajiban serta
implikasinya terhadap ekspresi dan perilakunya. Mulai aktif mengambil sikap
dan langkah untuk melindungi hak orang/kelompok lain. |
ALUR PERKEMBANGAN BERNALAR KRITIS FASE
DI AKHIR FASE D 1. Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan
menganalisis informasi yang
relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu. 2. Membuktikan penalaran dengan berbagai argumen
dalam mengambil suatu simpulan atau keputusan. 3. Menjelaskan asumsi yang digunakan, menyadari
kecenderungan dan konsekuensi bias pada pemikirannya, serta berusaha
mempertimbangkan perspektif yang berbeda. |
|
TAHAP - 2 - INDIKATOR
KEBERHASILAN – |
|
|
Tugas Unjuk Pemahaman : Penggunaan media sosial (medsos) di Indonesia terus berkembang.
Lahirnya medsos menjadikan pola perilaku masyarakat mengalami pergeseran,
budaya, etika, dan norma. Belakangan, munculnya ragam kabar bohong (hoaks)
yang meresahkan publik, membuat pengguna medsos harus cerdas dalam
mengoptimalkannya sebagai sarana penyampaian informasi yang baik. Anda diminta bekerja sama oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia (Kemenkumham) menyelenggarakan kegiatan Seminar Pemanfaatan Media
Sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan remaja pada
khususnya, dan masyarakat pada umumnya, untuk mengoptimalkan penggunaan
medsos, untuk menangkal maraknya hoaks. Mengingat masyarakat/remaja sering
kali dihadapkan pada narasi yang negatif, menggiring terbentuknya persepsi
negative di masyarakat. |
Tujuan : Mencari solusi efektif
mengkampanyekan penggunaan media sosial yang
sehat,berorientasi pada membangun semangat demokrasi yang bermartabat,santun
dan berkualitas dengan mengindahkan norma sosial dan norma hukum yang
berlaku. |
|
Peran: Partner Kerja Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia |
|
|
Hadirin: Masyarakat pada umumnya / Remaja
pada khususnya |
|
|
Situasi: Penggunaan media sosial (medsos) di Indonesia terus berkembang.
Lahirnya medsos menjadikan pola perilaku masyarakat mengalami pergeseran,
baik budaya, etika, dan norma yang ada. Belakangan, munculnya ragam kabar
bohong (hoaks) yang meresahkan publik, membuat pengguna medsos harus cerdas
dalam mengoptimalkannya sebagai sarana penyampaian informasi yang baik. Anda diminta bekerja sama oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia (Kemenkumham) menyelenggarakan kegiatan Seminar Pemanfaatan Media
Sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan remaja pada
khususnya, dan masyarakat pada umumnya, untuk mengoptimalkan penggunaan
medsos menjadi lebih baik- menangkal maraknya hoaks yang merupakan salah satu
contoh dari dampak negatif medsos. Mengingat
masyarakat/remaja sering kali |
|
|
|
dihadapkan pada narasi yang negatif, sehingga menggiring opini
terbentuknya persepsi negatif akan suatu duduk permasalahan atau suatu
pendapat di masyarakat. |
|
Produk: Aturan/tata tertib bermedia sosial yang baik, beretika, santun dan
berkualitas dalam menyuarakan pendapat (demokrasi). Aturan ini akan dikaji
kembali oleh KEMENKUNHAM sebelum dijadikan UU yang akan
disosialisasikan di masyarakat |
|
|
Standards : Lihat rubrik selengkapnya di lampiran 1. Perencanaan 2. Pelaksanaan 3. Ketepatan Sasaran |
|
|
|
|
|
Alat dan bahan: Slide presentasi, artikel,
laptop, alat tulis, projector, gawai |
Perkiraan biaya yang dibutuhkan: Tidak ada |
|
Tips untuk guru: Peran guru
adalah sebagai fasilitator, pelatih, penasehat
dan perantara untuk mendapatkan hasil yang optimal sesuai
dengan daya imajinasi, kreasi dan inovasi dari siswa. |
Metode Pembelajaran: Diskusi,tanya jawab, inkuiri, demonstrasi dan eksperimen |
|
TAHAP – 3 - DETAIL KEGIATAN – |
|
|
i.
PERKENALAN “PERAN SPIRITUAL DAN
INTELEKTUALYANG KOKOH DAN DEMOKRASI DI INDONESIA” ·
Objektif: Peserta didik mampu
mengajukan pertanyaan untuk klarifikasi dan interpretasi informasi, serta
mencari tahu penyebab dan konsekuensi dari informasi tersebut. ·
Kegiatan: Persiapan 1. Guru menyiapkan 2 artikel yang membahas secara
kritis isu perubahan psikologis dan gangguan privacy yang dihadapi remaja,
sehubungan dengan kebebasan mengeluarkan pendapat tanpa spiritual yang kokoh di media massa 2. Guru menyiapkan 3 artikel koran
yang membahas keterkaitan antara spiritual yang kokoh dan demokrasi 3. Jika sekolah memiliki prasarana yang memadai guru dapat menampilkan video singkat yang berisi issue
diatas. Pelaksanaan 1.
Guru memulai projek ini dengan menanyakan kepada peserta didik apa yang
mereka tahu mengenai demokrasi. Beberapa pertanyaan pemantik yang bisa
dipakai: a. Jelaskan makna demokrasi dalam pemahamanmu ? b. Sebutkan ciri
demokrasi? c. Bagaimana pendapatmu mengenai kebebasan
berpendapat? Sampai batas mana dalam sistem
demokrasi? 2. Guru memperkenalkan tema projek dan menegaskan
relevansi penggunaan media sosial saat ini untuk menyuarakan pendapat
(demokrasi). 3. Peserta didik dibagi dalam kelompok (4 orang)
dan menggunakan metode jigsaw (berbagi bagian bacaan), guru membagikan 8
artikel kepada tiap kelompok untuk dibaca. Agar membentuk kelompok yang lebih
inklusif, guru dapat mempertimbangkan latar belakang agama, etnis, jenis
kelamin, juga tingkat kemampuan peserta didik dalam proses pembentukan kelompok. 4. Peserta didik di masing-masing kelompok secara bergantian saling
memberikan ringkasan intisari artikel yang mereka
baca.. ·
Alat dan Bahan: Slide
presentasi, artikel ·
Peran Guru: Fasilitator ·
Durasi:1,5 jam ·
Tugas : Peserta
didik diminta untuk melakukan riset mandiri mengenai penggunaan media sosial
untuk menyuarakan pendapat baik secara lokal dan nasional ·
Produk : Hasil riset dalam
bentuk peta pikiran yang menggunakan lebih dari 3 sumber informasi |
|
|
|
|
II. EKSPLORASI ISU ·
Objektif: Peserta didik mampu
mengidentifikasi dan menyampaikan isu-isu tentang penghargaan terhadap
keberagaman dan kesetaraan budaya. ·
Kegiatan: 1. Guru mengulang kembali dampak moral yang menurun
dalam menyuarakan pendapat yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia, khususnya
remaja. Peserta didik diajak untuk turut menambahkan apa yang disampaikan
oleh guru dari hasil riset mandiri mereka di aktivitas sebelumnya. 2. Guru memutar video mengenai turunnya moral di media
sosial yang menyebabkan timbulnya perubahan pada kepercayaan (believe), nilai
(values) dan sikap (attitude) di Indonesia juga dampaknya terhadap
perkembangan psikologis dan gangguan privacy. 3. Setelah menonton video
ini, peserta didik
diminta untuk berdiskusi dalam kelompok yang sudah dibentuk sebelumnya. Adapun guru dapat memberikan beberapa pertanyaan
untuk memandu siswa dalam diskusi. a. Apakah peserta didik melihat isu turunnya moral
untuk berpendapat sebagai salah satu isu serius bagi diri mereka? b. Apakah mereka menemukan berita bohong (hoax),
cyber bullying (perundungan dunia maya) dan cyber hate (ujaran kebencian)?
Jika iya, dimana dan bagaimana perasaan mereka? Apakah mereka menganggap ini
hal yang sudah menjadi kebiasaan atau mereka pernah merasa tidak nyaman
dengan ini? c. Siapakah yang bertanggung jawab terhadap
ketidaknyamanan tersebut? d. Apa dampak berita bohong (hoax), cyber bullying
(perundungan dunia maya) dan cyber hate (ujaran kebencian)terhadap kesehatan
mental dan fisik manusia? e. Apa dampak hal tersebut terhadap kebebasan berpendapat? f. Apakah solusi yang bisa diterapkan untuk
mengatasi hal tersebut? 4. Guru lalu memperkenalkan kampanye Gerakan Nasional Literasi Digital, perkembangannya, serta
kritik terhadap program ini. 5. Dalam penjelasan mengenai kampanye Gerakan
Nasional Literasi Digital, ini, guru dapat menekankan pada pentingnya proses
menjaga persatuan dan kesatuan dan kaitannya terhadap usaha pengurangan hate
speech, hoax, cyber bullying yang ada sebagai kanal demokrasi untuk
menyatakan pendapat. ·
Alat dan Bahan: Slide
Presentasi dan Video ·
Peran Guru: Narasumber dan Fasilitator ·
Durasi:2 Jam ·
Tugas: Peserta didik
menuliskan hal-hal yang telah diketahui, hal yang ingin diketahui serta hal
yang sedang dipelajari mengenai isu-isu diatas dalam konsep peta pikiran atau
diagram sederhana ·
Produk : Peta pikiran/diagram sederhana ·
Alternatif kegiatan : Orang tua peserta
didik dapat dijadikan narasumber untuk curah pendapat berbagi pengalaman masa
sebelum dan setelah media sosial digunakan/diciptakan sebagai sarana
berdemokrasi |
|
III.
REFLEKSI AWAL ·
Objektif: Peserta didik mampu
merefleksikan secara kritis gambaran berbagai kelompok budaya yang ditemui
dan cara meresponnya. ·
Kegiatan: Dari hasil
eksplorasi isu, ajak peserta didik merefleksikan gaya hidupnya terkait
penggunaan media sosial dalam menyuarakan pendapat. a. Pemahaman peserta didik bahwa
hak bersuara adalah hak semua warga negara di alam demokrasi |
|
b. Dalam keseharian, apakah peserta didik dapat
bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial? c. Apakah peserta didik mengetahui etika
menggunakan media sosial secara santun dan
bermutu? d. Apakah peserta didik memahami kampanye Gerakan
Nasional Literasi Digital dan sudah mulai
menjalaninya? e. Apakah menurut peserta didik, mereka sudah mampu
berkontribusi untuk mengkampanyakan Gerakan Nasional Literasi Digital (rumah
dan sekolah)”
I. Setelah peserta didik mengisi lembar refleksi,
guru dapat membaca dan mengidentifikasi pengetahuan dan kemampuan yang sudah
dimiliki saat ini.
II. Guru dapat mengajak peserta didik untuk berbagi
hasil dari refleksi tersebut, seperti: a. Hal yang menarik untuk mereka tentang isu ini b. Hal yang
bisa dilakukan remaja
seusia mereka untuk
berkontribusi berkampanye mengenai Gerakan Nasional
Literasi Digital c. Kendala yang biasa ditemui saat mereka mencoba
menggunakan cara yang santun dan baik saat mengutarakan pendapat melalui
media sosial ·
Alat dan Bahan: Lembar Refleksi ·
Peran Guru: Fasilitator ·
Durasi: 1 Jam ·
Tugas : Peserta didik berbagi pengalaman
suka dan duka dalam menyuarakan pendapat dengan menggunakan media sosial ·
Produk : Jurnal yang berisi
tulisan hasil pengalaman |
|
IV. DISKUSI
KRITIS MASALAH DEMOKRASI ·
Objektif: Peserta didik mulai
aktif mengambil sikap dan langkah untuk melindungi hak pribadi/
orang/kelompok lain dengan berani menyatakan pendapat/pemikiran dengan cara
yang santun. ·
Kegiatan: Guru mendengarkan
dan terlibat, bukan hanya berkeliling tapi
memancing pemikiran dengan pertanyaan mengenai situasi yang dilihat saat
kunjungan dengan melakukan hal-hal sebagai berikut : 1. Guru menunjukkan beberapa foto yang diambil dari kunjungan. Foto
tersebut ditempel di dinding kelas
atau di meja ( 1 foto
di 1 bidang) 2. Peserta didik diminta untuk berkeliling dan
mengamati foto tersebut, satu demi satu. 3. Di setiap pos mereka diminta untuk mengisi
lembar kerja “ pemikiran mereka saat melihat foto tersebut” 4. Guru akan berkeliling dan memandu peserta didik
mengisi lembar kerja tersebut, dengan bertanya langkah demi langkah seperti Mengamati: apa
yang kamu lihat dari foto ini? Memikirkan: apa yang terpikir pada saat
melihat foto ini? Menanyakan: apa pertanyaan yang muncul saat melihat ini?
apa yang kira-kira sedang dilakukan orang orang di Kantor Kelurahan atau
Balai Desa? Menurutmu mengapa kantor ini penting untuk menjalankan fungsi
demokrasi? Menurutmu apa yang terjadi dengan demokrasi jika kita tidak
memiliki kantor/tempat ini? Menanyakan: apa hal yang membuatmu heran/terkejut
dengan sistem kerja/proses demokrasi yang dijalankan di tempat ini? Bagaimana
proses demokrasi dapat dilaksanakan di sekolah ? ·
Alat dan Bahan: Laptop,
Proyektor, Buku, dan Alat Tulis ·
Peran Guru: Fasilitator ·
Durasi: 3 Jam Tugas : Peserta
didik kelas 8 diminta untuk mencari calon /kandidat ketua OSIS dan wakil
ketua OSIS yang berasal dari kelas 7 (satu paket) berdasarkan kriteria (DO
& DON’TS /hal-hal yang boleh/tidak boleh dilakukan ) yang telah di buat
oleh peserta didik kelas 9 yang nantinya akan dipandu atau dibimbing oleh
guru sebagai fasilitator. |
|
V. PENGUMPULAN,
PENGORGANISASIAN & PENYAJIAN DATA ·
Objektif: Peserta didik mampu
mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan
serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu. ·
Kegiatan: Sebelum membahas
secara spesifik tentang kriteria kandidat ketua dan wakil ketua OSIS beserta
aturan main dalam proses pelaksanaan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS di
tahun ajaran ini, guru membahas tentang gunanya pengumpulan,
pengorganisasian, dan penyajian data. Beberapa pertanyaan pemantik diskusi
yang bisa digunakan: Apakah data itu? Mengapa kita perlu menggunakan data?
Dalam keseharian secara sederhana, dalam bentuk apa kita menggunakan
pengolahan data? Apa yang terjadi bila kita tidak menggunakan data atau data
tidak memadai saat kita mencoba untuk memahami dan memecahkan suatu
persoalan? Bagaimana kita bisa mengetahui apakah data yang kita gunakan sudah
cukup atau belum? Bagaimana kita bisa berbagi tentang data tersebut supaya
orang lain mudah memahaminya? Guru memberikan
penjelasan kepada peserta didik cara untuk mengumpulkan, mengorganisasi dan
menyajikan data yang akan dipakai nantinya sebagai basis menjelaskan masalah
yang dihadapi peserta didik di sekolah dan solusi yang akan diambil. Penjelasan ini
berfokus untuk menjawab tiga pertanyaan: 1. Persoalan besar apa yang dihadapi
peserta didik dikaitkan dengan penggunaan media social untuk menyatakan
pendapat? 2. Bagaimana peran OSIS/sekolah untuk mencegah terjadinya
perundungan dunia maya atau nyata? 3. Bagaimana OSIS berperan menciptakan
susasana demokratis yang santun di sekolah/ atau memberi contoh berdemokrasi
dengan santun? ·
Alat dan Bahan: Kertas dan
Alat Tulis, Laptop (jika tersedia) ·
Peran Guru: Narasumber dan Fasilitator ·
Durasi: 1,5 Jam ·
Tugas :Siswa melakukan curah
pikiran lalu menyajikan data yang diperoleh dengan menggunakan diagram
(keterampilan matematika) yang mereka kuasai ·
Produk: Ragam diagram
penyajian data ·
Tips
untuk guru : Memastikan peserta didik
telah menguasai keterampilan untuk menyajikan data
yang telah diperoleh ke dalam ragam
diagram yang mereka pilih serta mampu untuk menjelaskannya dengan kalimat sendiri. |
|
VI. SUARA
DEMOKRASI DI SEKOLAHKU ·
Objektif: Peserta didik
menjelaskan asumsi yang digunakan, menyadari kecenderungan dan konsekuensi
bias pada pemikirannya, serta berusaha mempertimbangkan perspektif yang berbeda. ·
Kegiatan: Perwakilan kelas
yang berasal dari kelas 7,8 dan 9 hadir di rapat OSIS untuk membicarakan
rencana pemilihan kandidat ketua dan wakil ketua OSIS di awal tahun ajaran
sekolah, diskusi dipandu oleh guru Pembina OSIS. Mereka mendiskusikan cara
mencari kandidat ketua dan wakil ketua OSIS melalui proses seleksi yang salah
satunya memiliki kemampuan untuk mnyampaikan pendapat, berargumentasi, dan
berpikir kritis yang akan terlihat saat melakukan debat. Berdasarkan
paparan data yang telah disajikan, guru meminta membagi peserta didik menjadi
3 kelompok. Kelompok pertama adalah kandidat ketua dan wakil ketua OSIS yang
berasal dari peserta didik kelas 8 dan kelas 7, kelompok kedua ditujukan bagi
peserta didik kelas 9 yang sebagian berperan menyusun aturan main proses
pelaksanaan pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS (mereka berperan sebagai
anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan sebagian lagi bergabung menjadi
kelompok ke tiga (peserta didik kelas 7 & kelas 8 ) yang akan menjadi
bagian dari tim sukses masing masing pasangan kandidat ketua dan wakil ketua
OSIS. Kandidat ketua dan wakil ketua OSIS yang berasal dari peserta didik
kelas 8 dan kelas 7 di seleksi dengan cara melakukan debat terbuka untuk
melihat kemampuan mereka dalam berargumentasi, bernalar, berpikir kritis dan
terstruktur selain mampu untuk mendengarakan pendapat dari lawan bicara
dengan bijaksana. Guru meminta
dan membimbing calon ketua dan wakil ketua OSIS terpilih untuk menuliskan
visi dan misi mereka sebagai |
|
kandidat ketua
dan wakil ketua OSIS yang akan dijadikan bagian dari kampanye di sekolah.
Sedangkan group kedua guru meminta dan membimbing mereka menuliskan panduan
prosedur proses pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS termasuk agenda
kegiatan, “The DO and DON’TS” yang
akan dilaksanakan di sekolah. Di kelompok ke tiga, guru meminta dan
membimbing peserta didik untuk membuat rencana /bahan kampanye yang akan digunakan
bagi masing-masing pasangan kandidat ketua dan wakil ketua OSIS yang akan
bertarung di ajang pemilihan ini. Kampanye akan dilakukan secara virtual dan
non virtual. ·
Alat dan Bahan: Kertas dan
Alat Tulis ·
Peran Guru: Narasumber dan Fasilitator ·
Durasi: 2 Jam Tugas : Kelompok pertama untuk
menuliskan draft (rancangan tulisan) pertama visi dan misi mereka sebagai
kandidat ketua dan wakil ketua OSIS yang akan dijadikan bagian dari kampanye
di sekolah. Kelompok kedua menuliskan draft pertama panduan prosedur proses
pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS termasuk agenda kegiatan, “The DO and
DON’TS” yang akan dilaksanakan di sekolah. Di kelompok ke tiga, Membuat draft
Pertama rencana /bahan kampanye yang akan digunakan bagi masing-masing
pasangan kandidat ketua dan wakil ketua OSIS yang akan bertarung di ajang
pemilihan ini yang akan dilakukan secara virtual dan non virtual. ·
Produk : Draft/rancangan awal
tulisan yang berisi
visi dan misi
kandidatketua dan wakil
ketua OSIS, rancangan awal tulisan yang berisi panduan prosedur proses
pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS dan rancangan awal tulisan yang berisi
rencan/bahan kampanye yang akan dilakukan oleh masing-masing tim sukses. Tips untuk guru: Disarankan agar siswa telah
menguasai tehnik penulisan teks persuasi, teks prosedural serta teks obervasi
sebelum kegiatan ini dilakukan, guru mendampingi siswa untuk
memastikan peserta didik mampu membedakan ragam penulisan teks sesuai dengan
kebutuhan. Kemampuan model pembelajaran debat juga
diajarkan terlebih dahulu untuk mengembangkan kemampuan untuk mengutarakan
pendapat secara logis, jelas dan terstruktur, mendengarkan pendapat yang
berbeda dan melatih siswa untuk bersikap kritis terhadap informasi/data/fakta
yang telah diberikan. |
|
VII. PENGORGANISASIAN
DATA SECARA MANDIRI ·
Objektif: Siswa
mengidentifikasi dan menyampaikan isu-isu tentang penghargaan terhadap
keragaman dan kesetaraan budaya. ·
Kegiatan: Setelah guru
memberikan tugas dan bimbingan di Aktivitas 6 dan 7, siswa diberikan waktu
untuk secara mandiri melakukan proses penulisan yang berbasis penggunaan data
yang akurat. 1.
Di kelompok
pertama, peserta didik berkonsultasi pada guru mengenai konten dan format
visi dan misi yang akan dipaparkan sebagai bagian proses kampanye. Pidato ini
akan dibacakan di depan seluruh peserta didik SMP untuk mempersuasi mereka
dalam menentukan pilihan kandidat ketua dan calon ketua OSIS. 2.
Di kelompok
ke-dua, peserta didik berkonsultasi
pada guru mengenai agenda kegiatan proses pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS beserta “The DO ( yang boleh
dilakukan) and DON’TS ( yang tidak boleh dilakukan). 3. Di kelompok ke-tiga, peserta didik berkonsultasi
pada guru mengenai tata cara, bentuk dan konten ragam kampanye yang akan
dilakukan baik secara virtual (langsung) ataupun non virtual. 3. Peserta didik mengelola data dan mengkaji data yang ada dan
disajikan dalam bentuk presentasi, yang akan dilakukan secara berkelompok di
kelas di Aktivitas 9. Guru dapat memberikan panduan teknis untuk presentasi
ini, misalnya elemen utama dalam presentasi, lama presentasi dan sesi tanya
jawab per kelompok, format presentasi yang diinginkan, juga urutan
presentasi. ·
Alat dan Bahan: Kertas, Alat
Tulis, Laptop (jika tersedia) ·
Peran Guru: Supervisi dan Konsultasi ·
Durasi: 4 Jam ·
Tugas : Siswa harus menyelesaikan
perbaikan draft pertama yang telah diberikan masukan, perbaikan dan koreksi
oleh guru agar dapat dipergunakan di pertemuan berikutnya. ·
Produk : Draft/rancangan kedua
tulisan yang berisi visi dan misi kandidatketua dan wakil ketua OSIS, rancangan
kedua tulisan |
|
yang berisi
panduan prosedur proses pemilihan ketua dan wakil ketua OSIS dan rancangan
kedua tulisan yang berisi rencan/bahan kampanye yang akan dilakukan oleh
masing-masing tim sukses. ·
Alternatif kegiatan : Peserta didik dapat bekerja dalam kelompok kecil untuk menyajikan
“mini lesson” (berbagi /saling mengajari), kelompok tersebut terdari kelas
7,8 dan 9 terutama untuk mendapatkan umpan balik atas tulisan mereka sebelum
diberikan pada guru. |
|
VIII. ASESMEN FORMATIF PRESENTASI SUARA DEMOKRASI DI SEKOLAHKU ·
Objektif: Peserta
didik membuktikan penalaran dengan
berbagai argumen dalam
mengambil suatu simpulan atau keputusan. ·
Kegiatan: 1. Peserta didik sesuai dengan kelompoknya
bergantian mempresentasikan temuan mereka dan menjawab pertanyaan dalam sesi
tanya jawab dengan guru. 2.
Guru dapat memberikan (tanggapan) tertulis atas presentasi kelompok di akhir sesi sebagai bagian
dari asesmen formatif 3.
Guru
sebagai moderator dapat meminta setiap kelompok untuk memberikan satu kesimpulan
dari hasil presentasi 4. Guru menegaskan kembali keterkaitan antara
kemerdekaan mengeluarkan pendapat melalui media social & pentingnya Peran
aktif setiap individu untuk saling menghormati perbedaan yang ada, ·
Alat dan Bahan: Laptop, Proyektor ·
Peran Guru: Moderator ·
Durasi: 2 Jam ·
Tugas : Siswa
menuliskan refleksi atas masukan guru/teman sebaya, menggunakan pemikiran
mendalam dan penggunaan nalar kritis mereka untuk melihat tujuan konten
kegiatan ini ·
Produk : Tulisan hasil refleksi |
|
IX. POSTER
KAMPANYE PEMILIHAN KETUA OSIS: EKSPLORASI VISI DAN MISI KANDIDAT CALON KETUA
DAN WAKIL KETUA OSIS ·
Objektif: Peserta didik mampu
mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan
serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu. ·
Kegiatan: 1. Peserta didik dari kelompok tiga yang berperan sebagai anggota Komisi
Pemilihan Umum (KPU) secara
resmi menyatakan pendaftaran kandidat ketua dan
wakil ketua OSIS, beserta aturan main proses pelaksanaan kegiatan kampanye
yang akan |
|
dilakukan oleh tim sukses masing
masing kandidat secara virtual dan non virtual 2. Peserta didik dari
kelompok satu beserta tim suksesnya masing
-masing memulai rencana penggalangan masa secara berkelompok atau pribadi untuk
mempersuasi suara agar dapat mendukung visi dan misi kandidat. 3. Peserta didik dari kelompok dua mulai melakukan
kampanye dengan rencana mendisain poster yang berisi visi dan misi kandidat,
foto kandidat, prestasi kandidat serta harapan yang akan diwujudkan kandidat
bagi program OSIS yang lebih baik. Kampanye ini akan dilakukan dengan menaati
aturan yang telah disepakati bersama dengan menggunakan media social maupun
kampanye secara langsung. ·
Alat dan Bahan: Laptop, Buku
dan Alat Tulis ·
Peran Guru: Fasilitator ·
Durasi: 1 Jam ·
Tugas : 1. Peserta didik di kelompok tiga
memastikan proses jalannya kampanye masing masing
kandidat beserta tim suksesnya
akan berjalan dengan baik , memberikan arahan,teguran atau hukuman sesuai
aturan yang telah disepakati sebelumnya. 2. Peserta didik di kelompok satu dan dua
menuliskan refleksi atas rencana strategi kampanye yang akan dilakukan baik
berupa masukan dari calon pemilih, teknik yang digunakan maupun konten dari
materi kampanye. * Produk : Hasil refleksi siswa ·
Tips untuk guru : guru bekerjasama dengan siswa yang
menyukai kegiatan fotografi ( jika tersedia) jika tidak ada
dapat meminta beberapa
siswa untuk menjadi bagian dari tim dokumentasi yang bertugas mengumpulkan
bukti kegiatan selama projek ini berlangsung dalam bentuk video, foto,
pod-cast, rekaman suar dan lain-lain. Hal ini dapat digunakan untuk asesmen portofolio nantinya |
|
X. POSTER
KAMPANYE PEMILIHAN KETUA OSIS: EKSPLORASI PERAN OSIS DALAM MEMBANTU SISWA
BERDEMOKRASI DENGAN SANTUN ·
Objektif: Peserta didik memahami konsep
hak dan kewajiban serta implikasinya terhadap ekspresi dan perilakunya. Mulai aktif
mengambil sikap dan langkah untuk melindungi hak orang/kelompok lain. ·
Kegiatan: 1.Guru meminta peserta didik untuk berbagi hasil refleksi kegiatan di
pertemuan sebelumnya. 2. Guru lalu meminta peserta didik untuk brainstorming
(curah pendapat) mendiskusikan setidaknya empat hal berikut: a. contoh aksi/kampanye yang mungkin untuk
diimplementasikan di sekolah mereka untuk membantu peserta didik berdemokrasi
dengan santun b. tantangan/apa yang menghalangi implementasi aksi/kampanye
tersebut di sekolah mereka. c. hal-hal yang perlu dimodifikasi agar
aksi/kampanye tersebut dapat dilakukan di sekolah mereka. 3. Hasil
brainstorming (curah pendapat) dapat dirangkum di tabel hasil curah pendapat ·
Alat dan Bahan: Laptop, Buku
dan Alat Tulis ·
Peran Guru: Fasilitator ·
Durasi:1 Jam Tugas : Kelompok 1 dan 2
memodifikasi teknik kampanye yang dapat dijadikan contoh atau “role-model”
bagi siswa lainnya,baik berkampanye di dunia maya (media sosial), maupun di
dunia maya. Kelompok 3 merevisi aturan yang perlu diperbaiki, dikurangi,
ditambahkan atau dimodifikasi agar proses berdemokrasi dapat berjalan dengan
santun, bermakna dan bermutu ·
Produk : Peta pikiran yang bersi teknik
kampanye dan aturan
main dalam berdemokrasi di pemilihan kandidat ketua dan wakil ketua OSIS |
|
|
|
XI. PROSES
MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL DENGAN CARA YANG SANTUN DAN BERKUALITAS UNTUK
BERKAMPANYE PEMILIHAN KETUA OSIS: EKSPLORASI VISI DAN MISI KANDIDAT CALON
KETUA DAN WAKIL KETUA OSIS ·
Objektif: Peserta didik mampu
mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan
serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu. ·
Kegiatan: 1.
Kelompok
satu (kandidat calon ketua dan wakil ketua OSIS) dan kelompok dua (Tim
sukses) mulai berkampanye dengan menggunakan etika komunikasi berdemokrasi
mengeluarkan pendapat, menjelaskan visi dan misi setiap kandidat dengan
menggunakan media sosial. 2.
Guru dan kelompok 3 yang berperan sebagai (KPU) meminta masing-masing kelompok untuk
memperlihatkan contoh poster kampanye yang telah di buat dan
konten kampanye di media sosial serta menjelaskan alasan kenapa poster atau
konten tersebut sudah layak untuk dikonsumsi publik (lingkungan sekolah). 3.
Setelah
setiap kelompok selesai menyelesaikan kegiatan mereka masing-masing, guru menyimpulkan
hasil kegiatan kampanye yang telah dilakukan. 4. Di akhir sesi,
guru dapat memperlihatkan rubrik dari kriteria kampanye yang santun, bermakna dan berkualitas melalui media social
dalam berdemokrasi untuk menjadi pedoman siswa di aktivitas selanjutnya. ·
Alat dan Bahan: Laptop,
Proyektor, Alat Tulis dan Buku ·
Peran Guru: Fasilitator ·
Durasi: 3.5 Jam Tugas : Guru meminta kelompok tiga
yang berperan sebagai KPU terus memantau proses kampanye yang dilakukan oleh
kandidat ketua dan wakil ketua OSIS, dan tim sukses masing – masing serta
mengingatkan kembali aturan main yang telah disepakati bersama. ·
Produk : Tabel check list yang berisi aturan main
proses berdemokrasi di sekolah |
|
XII. PROSES
KAMPANYE LANGSUNG (DEBAT TERBUKA): EKSPLORASI VISI DAN MISI KANDIDAT CALON KETUA DAN WAKIL KETUA OSIS ·
Objektif: Peserta
didik membuktikan penalaran dengan
berbagai argumen dalam
mengambil suatu simpulan atau keputusan. ·
Kegiatan: 1. Debat terbuka digelar
selama sekitar 90 menit. 2. Debat akan terdiri dari
enam segmen. a.
Segmen pertama, pemaparan visi-misi oleh masing-masing kandidat ketua dan wakil ketua OSIS selama total 25 menit detik. |
|
b.
Segmen kedua dan ketiga, menjawab pertanyaan terbuka,
yakni pertanyaan yang telah disusun guru (panelis) dan sudah diberikan kepada
masing-masing pasangan kandidat sebelum debat, terkait tema debat (cara
berdemokrasi yang santun, berkualitas dan bermutu melalui media social)
selama 30 menit menit. c.
Segmen keempat dan kelima, masing-masing pasangan
kandidat melemparkan pertanyaan kepada pasangan kandidat lainnya, dan
melakukan debat antar kandidat atas pertanyaan dan jawaban yang diberikan.
Pada kesempatan ini, masing-masing pasangan diberikan waktu selama 10 menit,
sehingga total segmen keempat dan kelima akan berlangsung selama 25 menit. d.
Segmen keenam, Kelompok tiga (KPU) memberikan waktu
kepada masing-masing pasangan kandidat untuk memberi pernyataan penutup
selama maksimum 10 menit. e.
Moderator dalam debat perdana ini adalah guru Pembina OSIS ·
Alat dan Bahan: : Laptop (software
mendukung pembuatan e-poster untuk media sosial), Kertas Karton,sound system ,microphone,podium,panggung
mini,bangku/tikar bagi hadirin ·
Peran Guru: Fasilitator ·
Durasi: 2 Jam ·
Tugas : (Refleksi) Kelompok 1
& 2 (tim sukses ) melakukan evaluasi proses debat terbuka, agar sisa
waktu kampanye dapat berjalan lebih baik Kelompok 3 melakukan evaluasi untuk
perbaikan proses kampanye agar demokrasi dapat berjalan dengan baik ·
Produk : Tulisan hasil refleksi |
|
XIII. ASESMEN FORMATIF : MASA/MINGGU TENANG & SIMULASI
PEMILIHAN KETUA OSIS DI SEKOLAH ·
Objektif: Peserta didik mampu
menjelaskan asumsi yang digunakan, menyadari kecenderungan dan konsekuensi
bias pada pemikirannya, serta berusaha mempertimbangkan perspektif yang berbeda. ·
Kegiatan: 1. Dalam masa/minggu tenang
ini, peserta pemilu dan tim suksesnya dilarang melakukan aktivitas kampanye
(virtual/non virtual) yaitu melakukan kegiatan peserta pemilu, atau pihak
lain yang ditunjuk, untuk meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi,
program dan/atau citra diri kandidat ketua dan wakil ketua OSIS. Dalam
masa/Minggu tenang, dilarang pula politik uang yang menjanjikan atau
memberikan uang dan materi lainnya pada pemilih untuk mempengaruhi pilihan
pemilih. Tim sukses juga harus menurunkan semua atribut kampanye yang ada
seperti poster,visi/misi, foto kandidat dan lain-lain dari lingkungan sekolah. 2. Kelompok tiga
dan guru mengadakan simulasi pencoblosan kandidat ketua dan wakil
ketuas OSIS pada
seluruh peserta didik kelas
7,8 dan 9 dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Panitia pemilihan calon
ketua dan wakil ketua OSIS akan memanggil peserta didik berdasarkan jenjang
kelas, misalnya kelas 7A,7B, 8A,8B,9A dan 9B (disesuaikan dengan keadaan
sekolah masing-masing). Setelah dipanggil panitia, siswa akan diberikan surat suara yang berisi nama dan gambar/foto jumlah kandidat calon
ketua dan wakil ketua OSIS. b.
Sebelum mencoblos, peserta didik harus memeriksa
kembali kondisi surat suara yang diterima. Bila ditemukan Kerusakan, peserta
didik dapat meminta panitia untuk menggantinya. c. Saat tiba gilirannya,
peserta didik masuk ke bilik suara untuk mencoblos kandidat pilihan. d. Setelah mencoblos, peserta
didik memasukkan surat suara ke kotak yang tersedia. Durasi yang bisa
digunakan untuk mencoblos sekitar 2-5 menit. e. Peserta didik
harus memperhatikan cara
mencoblos surat suara
agar suara terhitung sah saat proses
penghitungan. f. Sebelum meninggalkan
tempat pemilihan suara, peserta didik wajib meletakkan tangannya pada
kotak/bak stempel/stamp-pad sebagai bukti
bahwa peserta didik
telah memeberikan hak suara pada
pemilihan kandidat ketua dan wakil ketua OSIS ·
Alat dan Bahan: bilik
suara,kotak suara,stamp-pad /bak stempel,
meja,bangku/tikar,microphone,sound-system, surat suara, stamp-pad, dan papan
penghitungan suara ·
Peran Guru: Fasilitator ·
Durasi: 2 Jam |
|
·
Tugas: Seluruh panitia penyelenggara pemilihan calon ketua
dan wakil ketua
OSIS diminta untuk
memfinalisasi aturan pelaksanaan, bilik suara, surat suara,kotak suara, serta memastikan semua
siswa kelas 7,8 dan 9 memiliki hak untuk memilih serta alasan mengapa hak ini
harus dilakukan. ·
Produk : Poster aturan
pelaksanaan proses demokrasi di sekolah, refleksi pentingnya berpartisipasi dalam
proses berdemokrasi dengan
cara yang santun dan bermartabat |
|
XIV. ASESMEN SUMATIF PELAKSANAAN PEMILIHAN KETUA OSIS DI SEKOLAH ·
Objektif: Peserta
didik membuktikan penalaran dengan
berbagai argumen dalam
mengambil suatu simpulan atau keputusan. *
Kegiatan: a. Kepala Sekolah dan Guru Pembina OSIS membuka
acara dan memimpin doa (jika kegiatan ini benar-benar diadakan sesuai dengan tanggal
kegiatan pemilihan ketua
dan wakil ketua
OSIS yang telah
dipersiapkan sebelumnya di dalam kalender akademik), jika sekedar hanya untuk projek guru yang terlihat
dapat membuka acara/kegiatan ini. b.
Panitia pemilihan calon
ketua dan wakil ketua
OSIS akan memanggil peserta didik berdasarkan jenjang kelas, misalnya kelas 7A,7B, 8A, 8B, 9A dan 9B (disesuaikan dengan keadaan
sekolah masing-masing). Setelah dipanggil panitia, peserta didik akan
diberikan surat suara yang berisi nama dan gambar/foto jumlah kandidat calon
ketua dan wakil ketua OSIS. b. Sebelum mencoblos, peserta didik harus memeriksa kembali kondisi surat
suara yang diterima. Bila ditemukan kerusakan, peserta didik dapat meminta
panitia untuk menggantinya. c. Saat tiba gilirannya,
peserta didik masuk ke bilik suara untuk mencoblos kandidat pilihan. d. Setelah mencoblos, peserta
didik memasukkan surat suara ke kotak yang tersedia. Durasi yang bisa
digunakan untuk mencoblos sekitar 2-5 menit. e. Peserta didik harus memperhatikan cara mencoblos surat suara agar suara terhitung sah saat proses penghitungan. f.
Sebelum meninggalkan tempat pemilihan suara, peserta
didik wajib meletakkan tangannya pada kotak/bak stempel/stamp- pad sebagai bukti bahwa peserta didik telah memberikan hak suara pada pemilihan kandidat ketua dan wakil
ketua OSIS g.
Penghitungan suara akan dilakukan
secara terbuka yang akan disaksikan secara langsung oleh seluruh peserta
didik ,guru,kepala sekolah dengan menggunakan papan suara sekolah ·
Alat dan Bahan: Surat suara,
bilik suara,papan suara, kotak suara, papan tulis, bak stempel,marker ·
Peran Guru: Pengawas jalannya
pemilihan agar berlangsung jujur dan adil ·
Durasi: 3 Jam ·
Produk : Peserta didik boleh
memilih salah satu dari pilihan berikut, yaitu : video,refleksi,jurnal
refleksi atau laporan hasil pengamatan atas berjalannya proses demokrasi yang
santun dan bermartabat di sekolah ·
Tips untuk guru :
Untuk memudahkan pemahaman siswa saat melakukan
kegiatan ini, peserta didik dapat menyaksikan video singkat mengenai tata
cara pemunguta suara PEMILU 2019 sebagai bahan referensi berjalannya proses
demokrasi yang santun dan bermartabat. |
|
|
|
XV.
ASESMEN SUMATIF EVALUASI SOLUSI YANG DITAWARKAN AGAR
DAPAT BERDEMOKRASI DENGAN SANTUN DAN BERKUALITAS DI MEDIA SOSIAL ·
Objektif: Peserta
didik mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan serta
memprioritaskan beberapa gagasan tertentu. ·
Kegiatan: “Bagaimana cara mencari solusi
yang efektif untuk membuat program kerja OSIS yang berorientasi pada
membangun semangat demokrasi yang
bermartabat,santun dan berkualitas dengan menggunakan media sosial maupun
nyata?” 1. Ketua dan wakil ketua OSIS yang baru saja
terpilih mengevaluasi aksi yang ditawarkan dengan memperhatikan umpan balik
konstruktif yang mereka terima selama masa
kampanye. 2. Peserta didik dan guru bekerja sama melakukan
perencanaan dan persiapan lanjutan untuk melakukan aksi membangun etika
berkomunikasi /menyuarakan pendapat dengan santun melalui media sosial di sekolah. 3. Peserta didik membimbing peserta didik untuk
melakukan persiapan rapat dengan pemangku kepentingan di sekolah, yakni
pimpinan sekolah (pihak Yayasan dan/atau Kepala Sekolah) untuk perizinan dan
persetujuan aksi kampanye dan edukasi penggunaan media sosial dengan cara
yang santun, bermartabat dan berkualitas terutama untuk menyuarakan pendapat (demokrasi). * Alat dan Bahan: Lembar Evaluasi * Peran
Guru: Pembimbing & Monitoring program Aksi * Durasi:2 Jam * Produk : Hasil lembar evaluasi |
|
XVI. BERAKSI
DAN BEREFLEKSI AGAR DAPAT MENGELUARKAN PENDAPAT DENGAN SANTUN DAN BERKUALITAS
MELALUI MEDIA SOSIAL ·
Objektif: Siswa
merefleksikan asumsi yang digunakan, menyadari kecenderungan dan konsekuensi bias pada pemikirannya, serta berusaha mempertimbangkan perspektif yang berbeda. ·
Kegiatan: “Apa yang bisa kita lakukan agar
aksi ini dapat berlanjut dan berkembang?” 1. Peserta didik dalam kelompok kecil atau per
kelas/level menjalankan aksi nyata yang terdapat dalam program kerja OSIS.
Aksi ini dijalankan dengan melibatkan seluruh anggota sekolah. Salah satu
contoh nyata yang dapat dilakukan adalah menciptakan suasana yang nyaman dan
beretika saat berkonunikasi atau mengeluarkan pendapat melalui media sosial.
Misalnya, peserta didik dapat mengajak teman-teman seangkatannya untuk
mengkampanyekan hal tersebut dengan menggunakan media poster,
slogan,gambar,puisi,mural, lagu dan sebagainya. Ada 5 pesan penting yang akan
disampaikan yaitu : a. Berhati-hati saat berkomentar dan menghindari
kata kata yang akan menyinggung persaan orang lain. b.
Hindari
penyebaran konten yang berbau SARA, pornografi dan kekerasan. c. Cross check kebenaran berita d. Menghargai hasil karya orang lain e. Berhati-hati saat menyampaikan informasi pribadi 2. Selama proses aksi ini, peserta didik diajak
untuk terus melakukan refleksi terhadap efektivitas dan dampak aksi yang
dijalankan terhadap etika berkomunikasi/mengeluarkan pendapat (demokrasi) memalui media
sosial pada khususnya dan di dunia
nyata pada umumnya. ·
Alat dan Bahan: Lembar Refleksi ·
Peran Guru: Fasilitator ·
Durasi:3 Jam ·
Produk : peserta didik dapat
memilih salah satu dari pilihan ini : media poster,
slogan,gambar,puisi,mural, lagu, lembar refleksi |
|
XVII. ASESMEN SUMATIF (TUGAS UNJUK PEMAHAMAN) BERDEMOKRASI
DENGAN SANTUN DAN BERKUALITAS DI MEDIA SOSIAL Penggunaan media sosial (medsos) di Indonesia terus
berkembang. Lahirnya medsos menjadikan pola perilaku masyarakat mengalami
pergeseran, budaya, etika, dan norma. Belakangan, munculnya ragam kabar
bohong (hoaks) yang meresahkan publik, membuat pengguna medsos harus cerdas
dalam mengoptimalkannya sebagai sarana penyampaian informasi yang baik. Anda diminta bekerja sama oleh Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menyelenggarakan kegiatan Seminar Pemanfaatan
Media Sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan remaja pada
khususnya, dan masyarakat pada umumnya, untuk mengoptimalkan penggunaan
medsos, untuk menangkal maraknya hoaks. Mengingat masyarakat/remaja sering
kali dihadapkan pada narasi yang negatif, menggiring terbentuknya persepsi
negative di masyarakat. Tujuan : Mencari solusi
efektif mengkampanyekan penggunaan media sosial yang sehat,berorientasi pada
membangun semangat demokrasi yang bermartabat,santun dan berkualitas dengan
mengindahkan norma sosial dan norma hukum yang berlaku. Peran: Partner Kerja
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Hadirin : Masyarakat pada
umumnya/Remaja pada khususnya Situasi : Penggunaan media sosial (medsos) di Indonesia
terus berkembang. Lahirnya medsos menjadikan pola perilaku masyarakat
mengalami pergeseran, budaya, etika, dan norma. Belakangan, munculnya ragam
kabar bohong (hoaks) yang meresahkan publik, membuat pengguna medsos harus
cerdas dalam mengoptimalkannya sebagai sarana penyampaian informasi yang
baik. |
|
Anda diminta bekerja sama oleh Kementerian Hukum dan
Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) menyelenggarakan kegiatan Seminar Pemanfaatan
Media Sosial. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan remaja pada
khususnya, dan masyarakat pada umumnya, untuk mengoptimalkan penggunaan
medsos, untuk menangkal maraknya hoaks. Mengingat masyarakat/remaja sering
kali dihadapkan pada narasi yang negatif, menggiring terbentuknya persepsi
negative di masyarakat. Produk: Aturan/tata tertib bermedia sosial yang baik, beretika, santun dan
berkualitas dalam menyuarakan pendapat (demokrasi). Aturan ini akan dikaji
kembali oleh KEMENKUNHAM sebelum dijadikan UU yang akan disosialisasikan di
masyarakat Standards :
Lihat rubrik selengkapnya di lampiran 1.
Perencanaan 2.
Pelaksanaan 3.
Ketepatan Sasaran |
|
Penutup: Guru menguatkan pemahaman utama berkaitan dengan
topik/issue yang diangkat. Terakhir,
jangan lupa rayakan! Akhir dari sebuah projek adalah pencapaian besar dan
merupakan puncak dari kerja keras dan dedikasi selama berjam-jam dari siswa,
guru dan komunitas sekolah. Pesta kecil/piknik/pot luck sederhana di akhir
proyek dapat dilakukan untuk menghargai kerja semua dan meningkatkan semangat
belajar untuk kedepannya. Selain itu, jika siswa merasa bahagia dan dihargai
kemungkinan besar akan antusias jika diberikan projek berikutnya sehingga
membangun rasa percaya diri dari pengalaman masa lalu dan akan menjadi lebih
efektif dan lebih baik di masa depan, bersantailah dan luangkan waktu untuk
merayakan kesuksesan bersama — Kita semua berhasil! |
|
|
|
|
||||||
|
Modifikasi
Kegiatan/Pengayaan: Pihak sekolah dapat mengundang
komunitas lokal, pemerintah daerah, atau pihak terkait lainnya yang mempunyai
visi yang sama untuk bekerja sama/kolaborasi untuk memonitor implementasi
program, menjaga keberlangsungan program dan mememperluas dampak program |
||||||
|
Referensi: 1. Fahmi, Ismail (2017). Peta dan Tantangan Gerakan
AntiHoax di Indonesia. https://www.slideshare.net/
IsmailFahmi3/peta-dan- tantangan-gerakan-antihoax-di-indonesia 2. Indonesia Mendidik. (2016). Kulwap: Melek
Literasi di Era Digital. Retrieved January 12, 2017, from Indonesia Mendidik:
http://indonesiamendidik. com/tag/anti-hoax 3. Nasrullah, Rulli. 2015. Media Sosial: Perspektif
Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media. 4. Alec Fisher. (2009). Critical thinking an
introduction (Berpikir kritis sebuah pengantar). Jakarta: Erlangga. 5. Baker, E., Breanna T., Patricia O., Margaret.,
Lynne F. (2011). Project-based Learning Model, Relevant Learning for the 21st
Century.Washington: Pacific Education Institute |
||||||
|
Refleksi : Guru juga meminta siswa
menuliskan satu paragraf (5-10 kalimat) di dalam buku tulis sebagai refleksi
dari pembelajaran yang telah dilakukan di setiap langkah kegiatan. |
||||||
|
Rubrik
Penilaian Tugas Unjuk Pemahaman : Assesmen dilakukan
melalui observasi,proses hasil diskusi dengan siswa, dan hasil pekerjaan
siswa baik secara Individu maupuk kelompok (kolaborasi) |
||||||
|
|
Kriteria |
Sangat Berkembang |
Berkembang Sesuai
Harapan |
Mulai Berkembang |
Belum Berkembang |
|
|
|
1.Perencanaan |
Perencanaan yang
jelas dan matang: tujuan, tahapan-tahapan penting (milestones) serta lini
masa yang realistis |
Perencanaan yang
jelas: tujuan dan lini masa yang realistis |
Perencanaan memiliki
tujuan yang jelas |
Masih berupa curah
pendapat dan ide- ide aksi yang belum beraturan |
|
|
|
2.Pelaksanaan |
Siswa
mengidentifikasi jalur yang berbeda untuk menjalankan rencana. Mereka dapat
melaksanakan rencana dengan proses yang terkoordinasi, bervariasi dan bekerja
secara adaptif |
Siswa
mengidentifikasi satu jalur untuk menjalankan rencana. Mereka dapat
melaksanakan rencana dengan proses yang terkoordinasi |
Siswa
mengidentifikasi satu jalur untuk menjalankan rencana. Mereka dapat
melaksanakan proses runtut dan meminta bantuan pada pihak- pihak yang sesuai |
Siswa melaksanakan
aktivitas-aktivitas secara sporadis |
|
|
|
3.Ketepatan Sasaran |
Aturan/ tata -
terib yang ditawarkan menyasar inti permasalahan, realistis dan memberikan dampak yang berkesinambungan |
Aturan/ tata –
tertib yang ditawarkan menyasar faktor-faktor yang terkait dengan
permasalahan dan memberikan dampak positif sementara |
Aturan/
tata-tertib yang ditawarkan berupa ide yang masih di permukaan permasalahan
dan/atau kurang realistis |
Aturan/
tata-tertib masih dalam tahapan identifikasi faktor yang menyebabkan
permasalahan dan akibat yang ditimbulkan |
|
LAMPIRAN
1.
GLOSARIUM
|
No. |
Kata/Terminologi |
Makna/Arti |
|
1. |
Media Sosial |
Media untuk bersosialisasi satu sama lain dan
dilakukan secara
online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi
ruang dan waktu. |
|
2. |
Demokrasi |
Bentuk
atau sistem pemerintahan yang seluruh rakyatnya turut
serta memerintah dengan perantaraan wakilnya yang terpilih. |
|
3. |
Berita bohong |
Fakta
yang diplintir atau direkayasa untuk tujuan lelucon hingga serius |
|
4. |
Perundungan dunia maya |
Perbuatan fitnah, penghinaan,diskriminasi, pengungkapan informasi
atau konten yang bersifat privacy dengan maksud mempermalukan. Komentar yang menghina,menyinggung
secara terang- terangan |
|
5. |
Gerakan Nasional Literasi Digital |
Kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat
komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat
informasi, dan memanfaatkannya secara sehat,
bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina
komunikasi dan interaksi dalam kehidupan
sehari-hari |
|
6. |
Tim sukses |
Sekelompok orang
yang bertugas untuk
memperjuangkan calon
yang diusungnya (Capres, Cagub, Cabup/ Cawakot) agar berhasil meraih
kemenangan dalam suatu pemilihan. |
|
7. |
Komisi Pemilihan Umum |
Lembaga atau badan yang dibentuk oleh presiden yang
terdiri atas wakil pemerintah dan partai politik untuk melaksanakan pemilihan
umum, dipimpin oleh seorang ketua
dari salah satu wakil tsb. |
|
8. |
Kampanye |
Adalah kegiatan yang dilaksanakan
oleh organisasi politik atau calon yang bersaing memperebutkan kedudukan
dalam parlemen dan sebagainya untuk mendapat dukungan
massa pemilih dalam suatu pemungutan suara |
|
9. |
Visi dan Misi |
Kemampuan melihat
gambaran/wawasan masa depan yang diinginkan berdasarkan penglihatan, pengamatan, perbandingan
kondisi yang ada keadaan sekarang. |
|
10. |
Organisasi siswa Intra Sekolah
(OSIS) |
Suatu organisasi
yang
berada di tingkat sekolah di Indonesia yang dimulai dari Sekolah Menengah yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). OSIS diurus dan dikelola oleh murid-murid yang terpilih untuk
menjadi pengurus
OSIS. Biasanya organisasi ini memiliki seorang pembimbing dari guru yang dipilih oleh pihak sekolah. |
|
11. |
Surat suara |
Surat pemilih. |
|
12. |
Bilik suara |
Tempat memberikan suara
yang umumnya berupa bilik suara, di mana pemilih bisa memilih calon atau
partai pilihannya secara rahasia. |
|
13. |
Kotak suara |
Kotak dalam pemilihan calon
anggota dpr (lurah dan sebagainya) kotak tempat memasukkan lembaran yang
sudah diisi oleh pemilih. |
|
14. |
Virtual |
Adalah memiliki tiga arti atau
makna. Pertama disebut secara nyata. Kedua adalah mirip atau sangat mirip
dengan sesuatu yang dijelaskan. Ketiga diartikan tampil atau hadir dengan
menggunakan perangkat lunak komputer,
misalnya di internet. |
|
15. |
Komunikasi Virtual |
Komunikasi yang dilakukan melalui melalui obrolan dalam
bentuk tulisan, panggilan video, panggilan suara, video, dan suara dengan
sifat tunda |
2. Rubrik Evaluasi
Diri
|
No. |
Kegiatan/Projek : |
Ya |
Tidak |
|
1. |
Apakah kegiatan ini mudah/sulit
dilakukan ? Jelaskan ! |
|
|
|
2. |
Apakah ada bagian dari kegiatan
yang paling saya suka? Jelaskan ! |
|
|
|
3. |
Apakah saya sudah melakukan
kegiatan ini dengan baik? Jelaskan ! |
|
|
|
4. |
Adakah strategi yang sudah saya
lakukan berhasil dengan baik? Jelaskan ! |
|
|
|
|
Saya merasa senang sudah
menyelesaikan kegiatan ini? Jelaskan ! |
|
|
|
6. |
Saya
berhak mendapatkan nilai yang sangat baik/baik/cukup/kurang (pilih salah
satu) dalam melaksanakan projek/kegiatan ini? Jelaskan! |
|
|
3. RUBRIK /REFLEKSI TUGAS KELOMPOK
Nama:
|
Kriteria (dengan narasi
penjelasan) |
Belum terlihat |
Sesekali terlihat |
Sebagian besar terlihat |
Selalu
terlihat |
|
1 Saya bersedia
mendengarkan pendapat teman |
|
|
|
|
|
2 Saya bersedia untuk bernegosiasi dengan teman |
|
|
|
|
|
3 Saya bersedia untuk berkompromi untuk mencapai tujuan bersama |
|
|
|
|
|
4 Saya bersungguh-
sungguh menyelesaika n tugas saya
sebagai bagian dari kelompok |
|
|
|
|
|
5 Saya
berkontribusi pendapat/ide untuk menyelesaika n tugas yang diberikan |
|
|
|
|
|
Saya mampu menyelesaikan
masalah dengan baik |
|
|
|
|
4. RUBRIK/REFLEKSI
GURU
|
Kriteria |
Ahli |
Madya |
Muda |
Pemula |
|
Memiliki
pengetahuan akan kesiapan peserta Didik |
Memiliki 90-100%
pengetahuan akan kesiapan peserta didik |
Memiliki
80-90% pengetahuan akan kesiapan peserta didik |
Memiliki
70-80% pengetahuan akan kesiapan peserta didik |
Memiliki < 70%
pengetahuan akan kesiapan peserta didik |
|
Memiliki
pengetahuan minat peserta didik |
Memiliki
pengetahuan 15-20 minat peserta didik |
Memiliki
pengetahuan 10-15 minat peserta didik |
Memiliki
pengetahuan 5- 10 minat peserta didik |
Memiliki pengetahuan <5 minat
peserta didik |
|
Memiliki
pengetahuan akan profil cara belajar peserta didik |
Memiliki
90-100% pengetahuan akan profil cara belajar peserta didik |
Memiliki
80-90% pengetahuan akan profil cara belajar peserta didik |
Memiliki 70-80%
pengetahuan akan profil cara belajar peserta didik |
Memiliki
<70% pengetahuan akan profil cara belajar peserta didik |
|
Memiliki
pengetahuan tehnik mengajar diferensiasi |
Memiliki
pengetahuan yang mumpuni 100 % tehnik mengajar diferensiasi |
Memiliki pengetahuan yang baik (80%) tehnik mengajar diferensiasi |
Memiliki
pengetahuan yang cukup (60%) tehnik mengajar diferensiasi |
Memiliki pengetahuan kurang dari 40% tehnik mengajar diferensiasi |
5. RUBRIK EVALUASI AKSI PROJEK
6. Bagan Langkah-Langkah Pembelajaran Berbasis Proyek
7. Rubrik Umpan Balik
|
Kriteria |
Level 1 D (50-59%) |
Level 2 C (60-69%) |
Level 3 B (70-79%) |
Level 4 (80-100%) |
|
Pengetahuan & Pemahaman |
|
|
|
|
|
Berpikir |
|
|
|
|
|
Berkomunikasi |
|
|
|
|
|
Mengaplikasikan/Melaksanakan |
|
|
|
|
Komentar
Posting Komentar